Saturday, November 7, 2020

Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) Menyelenggarakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Ini amanat Wakil presiden

Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) Menyelenggarakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Ini amanat Wakil presiden

Warganu-kab-banjar, JAKARTA - Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) senggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di masjid Istiqlal dan secara Virtual . Kamis (29/10/2020)

Acara dengan tema “Maulid Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa” itu dihadiri oleh Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin yang dalam amanatnya menyampaikan bahwa kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW merupakan karunia besar dari Allah SWT pada umat manusia dan pantas jadi suri tauladan kita. 

"Sudah sewajarnya apabila umat Islam bergembira dengan kelahirannnya untuk meneladani perjalanan hidupnnya," ujar kiai Ma'ruf.

Peringatan Nabi Muhammad SAW dapat dijadikan momentum refleksi atau muhasabah dalam membangun rumah tangga, masyarakat, bangsa dan negara. Nabi Muhammad SAW adalah satu-satunya manusia yang pantas kita jadikan teladan dan rule model dalam semua hal. Sesuai dengan firman Allah SWT dalam al-Quran surat Al-ahzab ayat 21.

KH. Ma’ruf Amin juga menceritakan tentang Nabi Muhammad muda.

“Jauh sebelum beliau mengemban amanat risalah dan nubuwah beliau sangat dipercaya dan memiliki prilaku terpuji sehingga siapapun yang berinteraksi dengan beliau akan langsung menaruh kepercayaan kepada beliau. Semua sifat seorang pengemban risalah dan nubuwah telah melekat pada diri beliau sebelum diangkat menjadi rasul dan nabi.” jelas ketua Non aktif itu.

Diriwayatkan dalam kitab-kitab tarikh bahwa terdapat pendeta Nasrani bernama Bukhaira yang meramalkan bahwa beliau akan menjadi nabi terakhir pada saat itu usia beliau masih 12 tahun, jauh dari masa kenabian. Ramalan pendeta tersebut berdasarkan kecocokan antara sifat dan tanda yang ada pada diri nabi Muhammad SAW sesuai dengan informasi yang ada dalam kitab suci Injil. Selain itu beliau sudah dikenal memiliki kecerdasan yang luar biasa ‘fathonah’ hal itu direkam dalam kitab tarikh salah satunya saat terjadi perselisihan hebat para pemimpin Quraisy terkait siapa yang paling berhak memasang kembali hajarul aswad ditempatnya pasca dialkukan renovasi. Mereka sepakat untuk menunjuk sayyidana Muhammad SAW muda mencari solusinya. 

"Maka dengan bijak beliau meminta para pemimpin Quraisy bersama-sama memindahkannya dengan cara masing-masing memegang sisi kain yang ditengahnya ada hajar aswad. Dengan demikian para pemimpin Quraisy merasa sama-sama dimuliakan dan mempunyai peran yang setara dengan pembangunan kembali ka’bah,” terang kiai Ma'ruf. 

Selanjutnya wakil presiden juga mengajak kita semua untuk meneladani sifat dan karakter Rasul Sayyidina Muhammad SAW.

“Sikap dan kepribadian yang dicontohkan nabi Muhammad SAW tersebut saat ini tidak mudah untuk diterapkan diera saat ini seakan sulit menaruh kepercayaan kepada pihak lain bahkan kepada pemimpinnya sediri. Oleh karena itu pada kesempatan Maulid rasul ini mari kita sebagai umat sayyida Muhammad SAW mencontoh dan meneladani sifat dan karakter beliau sehingga dengan kehadiran kita bukan menjadi suul bagi orang lain,” tuturnya.

“Diantara teladan yang bisa kita tiru adalah bagaimana beliau melakukan perubahan masyarakat ketika itu, beliau dikenal sebagai pemimpin yang berhasil melakukan perubahan dan perbaikan dari masayarakat jahiliyah meuju masyarakat yang unggul atau kahiro ummah yang dilakukan hanya dalam waktu 23 tahun," tambahnya.

Perlu diketahui dalam melakukan perubahan itu beliau melakukan hal-hal berikut:
1. Perbaikan akhlak dan mental.Beliau benar-benar menyiapkan akhlak dan mental para sahabat agar siap membela dan mendukung setiap kebijakan yang ditetapkan oleh beliau termasuk dalam melakukan perubahan dan perbaikan masyaraka, dengan akhlak terpuji dan mental yang kuat terjadi perubahan pundamental menuju masyarakat yang khairo ummah. 
2. Mempersatukan suku-suku yang bermusuhan Rasul datang dengan membawa ajaran bahwa perbedaan suku seharusnya tidak menjadi penyebab terjdinya permusuhan dan peperangan tapi seharusnya menjadi kekuatan untuk saling mengenal dan bekerja sama. Rasulullah telah berhasil mempersaudarakan kaum muhajirin dan kaum anshor. Apa yang dibutuhkan oleh sahabat yang berhijrah dari mekah kaum muhajirin disediakan odan dipenuhi oleh para sahabat yang ada di Madinah. Hali ini lah yang nantinya menjadi faktor penting terciptanya gelombang perububahan yang digelorakan oleh Rasul SAW.
 3. Mempersatukan umat muslim Muhajirin maupun Anshor dengan umat agama lain Sebagaimana diketahui pada saat itu Madinah bukan hanya dihuni oleh umat muslim tetapi ada penduduk Madinah yang memeluk agama lain terutama Yahudi dan Nasrani. Rasulullah mengikat dengan Piagam Madinah, yang isinya adalah kesamaan hak dan kewajiban antar penduduk Madinah yang berbeda agama dan suku dengan memepertahankan Madinah dari serangan Musuh, saling menghormati kayakinan masing-masing dalam membangun keadilan. 
4. Penegakan Hukum secara adil Siapa saja mempunyai kedudukan yang sama didepan hukum baik dia rakyat biasa, pejabat, bangsawan, orang biasa, orang kaya atau bahkan sanak saudara. Setiap kejahatan yang dilakukan oleh siapa saja pasti diproses hukum sesuai dengan kadar kesalahannya, Rasulullah telah menjalankan secara konsisten kesetaraan dihadapan hukum ‘equal before the law’ yang saat ini kita kenal dengan salah satu prinsip hukum. Penegakan hukum secara adil merupakan pilar utama terwujudnya masyarakat yang unggul khairo ummah sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. 
 5. Merombak Sistem ekonomi ribawiBeliau dikenaldan dipercaya sebagai manager bisnis yang handal. Sistem ekonomi yang dibangun oleh Rasul bukanlah yang mengejar pada pendapatan ataupun keuntungan semata namun juga harus diimbangi dengan pemerataan pendapatan yang saat ini kita kenal dengan ‘equal distribution of incom’ agar kekayaan tidak terpusat pada orang-orang tertentu saja. 

"Lima hal tersebut yang antara lain menjadi pilar penting keberhasilan beliau dalam membentuk masyarakat dan bangsa baru yang berpusat di Madinah yang disebut sebagai bangsa terbaik khairo ummah. Apa yang dialkukan rasul meruapkan teladan yang patut kita contoh dan ikuti. Semoga bangsa kita bangkit dan menjadi bangsa yang terbaik dimasa yang akan datang ” tutup beliau.

CARA ATASI NGANTUK WAKTU PAGI HARI

CARA ATASI NGANTUK WAKTU PAGI 

Rasa ngntuk selalu datang ketika pagi, baik ketika bangun tidur ataupun sesudah bangun tidur dan melakukan kegiatan rutin. 

Ada tujuh cara mengatasi rasa ngantuk yang datang menghampiri di waktu pagi hari, diantaranya adalah :

1. Berwudhu
Para Ulama terdahulu menjelaskan "Ngantuk dan bermalas-malasan" sarana tipuan setan, jika sering mengantuk diwaktu pagi lazimkanlah menahan wudhu. Seperti diyakini dalam ilmu kedokteran, membasahi wajah dapat menyegarkan sel-sel kulit, maka didalam wudhu tidak hanya keuntungan kesehatan tapi mendapatkan fadhilah/keutamaan.

2. Lakukan shalat sunnah
Tidak diragukan lagi, gerakan shalat adalah sangat besar manfaatnya dari segi kesehatan manapun.

3. Membaca Al-Qur'an
Rutinkan setiap hari khususnya setelah sholat shubuh membaca Al-Qur'an walaupun satu maqra' surah. Jadikan ini amalan rutin untuk di istiqamahkan.

4. Baca zikir atau shalawat nabi
Membaca dzikir dengan jahr jelas (didengar telinga:red).

5. Riyadhah
Olah raga, orang sholeh terdahulu diantara olahraganya adalah mengucapkan kalimat tahlil "Laa ilaha Illallah" sambil menggerakkan tubuhnya.

6. Memandang warna hijau
Memandang warna hijau, baik itu bunga/taman, berkhasiat menguatkan pandangan, selain menyegarkan mata.

7. Wiridan 
Ulama sholeh terdahulu adalah orang-orang yang cerdas lagi bijak, mereka bersikeras untuk menjaga matanya dari ngantuk, mereka menjadikan bacaan wirid/hizib sebagai amalan rutinitas. Diantara mereka ada yang merangkum doa-doa ma'tsurat, doa dari Nabi dan doa yang bersumber dari Al-Qur'an untuk diamalkan, seperti wirdul lathif, doa fajar, dsb.

Sumber : dinukil dari beberapa kitab amal

Thursday, October 29, 2020

Awal Mula Menulis Adalah Dari Rasa Suka Menulis Sejak Kecil, Cita-Cita Dan Harapan

Awal Mula Menulis Adalah Dari Rasa Suka Menulis Sejak Kecil, Cita-Cita Dan Harapan, Kamis, (29/10/2020) 

Pada Tanggal 19 Oktober 2020, awal saya bergabung di Redaksi Banua.co. Bermula dari rasa suka menulis yang menjadi cita-cita saya sejak kecil. 

Saya sangat berterimakasih kepada Tim Redaksi banua.co yang memberikan kesempatan kepada saya untuk melanjutkan mimpi saya menjadi penulis. 

Hal yang sangat saya harapkan adalah bimbingan dan arahan dari para senior di banua.co agar saya dapat berkembang dan menambah keterampilan saya dalam menulis. 

Keterampilan ini bukan tidak mungkin akan menjadi suatu kebanggan suatu saat nanti, semoga membawa manfaat untuk kemajuan tim Redaksi banua.co nantinya. 

Tulisan pertama saya sekaligus tugas pertama saya yang tayang di banua.co adalah https://banua.co/2020/10/19/lestarikan-sasirangan-muslimat-nu-banjar-upayakan-kemandirian-ekonomi/ , ini akan menjadi kenangan tak terlupakan bagi saya kedepannya. 

Saya mengakui masih banyak kekurangan di diri saya, namun saya bersyukur karena sebagai penulis pemula saya sedikit bisa beradaptasi dengan tim Redaksi dan teman-teman pun sangat apresiasi dan bersemangat. Semoga menularkan kepada saya untuk semangat dalam menulis apapun kendala nya. 

Sekali lagi saya ucapkan terimakasih banyak, apa-apa kebaikan yang ada pada  saya itu dari Allah semata,  sedangkan semua keburukan yang ada pada saya adalah dari saya. 

Selamat hari Redaksi bagi saya di tanggal ini, Senin (19/10/2020). 

Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD. PBNU) selenggarakan acara Maulid Akbar dan Doa Bersama untuk Negeri.

Saya dari pelosok desa dengan sangat lancar mengikuti acara Maulid Akbar dan Doa bersama untuk bangsa yang dilaksanakan di masjid Istiqlal dan yang saya ikuti secara virtual pada hari ini Kamis, (29/10/2020) 

Dimulai dari pembacaan Barzanji yang dipimpin oleh Almukarrom  KH. Misbahul Munir kholil dan Almukarrom KH. Syamsul Ma'arif selalu ketua PWNU Provinsi Jakarta. 

Dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran Qori Almukarrom alustadz Abdullah S. G, S. Pd. I. 

Berikutnya acara dilanjutkan dengan sambutan dari ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD.PBNU) KH. Agus Salim. 

Sambutan berikutnya sambutan hikmah maulid dari ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siraj, Ma. 

Acara selanjutnya sambutan dari Pimpinan Wilayah Gubernur DKI. Jakarta Prof. Dr. Anis Baswedan. 

Dilanjutkan sambutan dari Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin, Ma. 

Kemudian amanat dari Wakil Presiden Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Ma'ruf Amin. 

Selanjutnya Mauizhoh hasanah yang disampaikan oleh Habib Umar bin Hafizh yang diterjemahkan oleh Habib Hamid Al-Qadri. 

Terima kasih kepada seluruh  media yg telah menyukseskan Maulid Akbar Nahdlatul Ulama

Semoga semakin berkah untuk umat
@nahdlatululama @nu_online @nuchannels @TV9NUsantara @Channel164
dan media media lainnya

Dakwah Ramah Dakwahnya Ahlusunnah wal Jama'ah an Nahdliyah. 

Wednesday, October 28, 2020

Rayakan Maulid Nabi Begini Adab Menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW

WargaNUblogspot.com, Martapura-Rayakan Maulid Nabi, Begini Adab Menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW Menurut Hadhratus Syeikh KH. M. Hasyim Asy’ari, Rabu (28/10/2020) 

Berikut merupakan tulisan yang di disadur dari kitab an-Nur al-Mubin fi Mahabbat Sayyid al-Mursalin karya Hadhratus Syaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari, tokoh pendiri Nahdlatul Ulama. 

Hadhratus Syaikh termasuk salah seorang pakar hadits (muhaddits) terkemuka di masanya, yang menjadi rawi ke-24 dari rantai silsilah hadits Shahih Bukhari-Muslim dari gurunya asy-Syaikh Mahfudz at-Termasi, guru besar Masjidil Haram yang bermadzhab Syafi’i.

1. Sebelum menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad Saw para salaf shaleh akan melakukan hal-hal berikut ini:

Berwudhu dengan baik dan sempurna, dan dalam keadaan masih basah dengan air wudhu, ia membaca: “Shalallahu ‘alaa Muhammad” 33x tanpa diselingi berbicara dengan yang lain.

Lalu diusapkan ke wajahnya dan membaca doa sehabis wudhu, kemudian melakukan shalat sunnah 2 rakaat dengan niat shalat sunnah Wudhu. 
Rakaat pertama setelah al-Fatihah membaca surat al-Kafirun, 
rakaat kedua setelah al-Fatihah membaca surat al-Ikhlas.
Setelah salam membaca dzikir Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar masing-masing 3x.

Lalu boleh ditambahkan shalat sunnah Hajat 2 rakaat. 
Rakaat pertama setelah al-Fatihah membaca surat al-Kafirun 3x, rakaat kedua setelah al-Fatihah membaca surat al-Ikhlas 3x.
Setelah salam membaca istighfar 21x dan shalawat 3x.

Lalu berdoa membaca niat untuk hadir Maulid Nabi Saw. Contoh doa niat untuk hadir Maulid Nabi Saw.: 
" Allahuma Yaa Allah, Nawaitu an ahdhural maulidun biniyyati li ridhoi’llaah wa li ridhoi’ Rasulullah Muhammad Shalallaahu ‘alahi wa sallama, Wa Syafa’ati Rasulullaahi SAW fii diin wad dunyaa wal akhirah, wa ‘alaa niyyati ‘anallaaha yaqdhii hajaatinaa, wayaqbalu dawaatinaa, wa yasyrahu shuduuranaa, wa yuyassiru ‘umuuranaa wa umuuraal muslimiin fii diin wad dunyaa wal akhiirat wa yaj’alunaa min ‘ibaadihish shalihiin"
 
“Allahumma ya Allah, kami niat untuk hadir Maulid NabiMu Saw., dengan niat agar mendapat ridha Allah dan Rasulullah Saw. serta syafa’at Rasulullah di dalam agama, dunia dan akhirat. Serta dengan niat agar Allah memberikan semua hajat (kebutuhan) kami, mengabulkan doa-doa kami, melapangkan kesulitan kami, memudahkan semua urusan kami dan urusan kaum muslimin di dalam hal agama, dunia dan akhirat, dan jadikanlah kami hamba-Mu yang sholeh ”

Atau bisa ditambah membaca niat sebagai berikut:

Nawaitu an ahdhural maulidun mitsla maanawaa aslafunaash-shalihiin wa biniyyati ta'zhiiman syahru wiladati nabi shalallahu 'alaihi wa aalihiwassalam wa biniyyati ziyaadatil imaan wa ziyaadatil taqwaa wal mahabati wa qurb ilaa Allah wa ilaa Rasulullah shalallahu 'alaihi wa aalihi wassalam wa aslafinaash shalihiin wa biniyyati 'ittibaa'ir Rasulullah shalallahu 'alaihi wa aalihi wassalam zhahiran wa bathinan fii qawli wal fi'li wan niyyat. Wa biniyyati 'annaAllaha yuhassin akhlaqanaa wa adaabanaa wa annaallaha yarzuqunaa an-nazhar ilaa wajhi al-habib Sayyidina Muhammad shalallahu 'alaihi wa aalihi wa shahbihi wassalam yaqzhatan wa manaamaan fii dunya wal akhirah wa fiil barzakh wa huwa radhin annaa, wa alaa kulli niyyati shalihat fii khair wa luthfi wa 'afiyaat wa salaamat.....

Niat hadir maulud seperti niatnya para salafuna shalihin, dengan niat bertambahnya iman dan takwa, bertambahnya cinta serta mendekatkan diri kepada Allah, Rasulullah shalallahu 'alaihi wa aalihi wassalam dan Salafuna Shalihin. 

Dengan niat untuk mencontoh/meneladani/mengikuti Rasulullah shalallahu 'alaihi wa aalihi wassalam secara zhahir dan bathin, baik dalam perkataan, perbuatan dan niat. Dengan niat semoga Allah memperbaiki akhlak dan adab kita serta Allah memberi rizqi kepada kita untuk dapat memandang wajah kekasih kita Rasulullah SAW baik secara langsung ataupun mimpi di dunia maupun akhirat serta di alam barzah dalam keadaan beliau Rasulullah SAW ridho kepada kita dan kami berniat dengan semua niatan yang sholeh dalam kebaikan, kelembutan, 'afiyah (kebahagiaan) dan keselamatan. 

Hal itu semua di atas dilakukan mulai berwudhu hingga shalat sunnah Wudhu sampai shalat sunnah Hajat, dilakukan tanpa diselingi perbuatan dan pembicaraan yang tidak berarti. Serta dilakukan dengan tertib pelaksanaannya dan berkesinambungan. Jika waktu tidak memungkinkan paling tidak shalat sunnah Wudhu lebih diutamakan.

2. Para salaf shaleh berjalan menghadiri Maulid Nabi Saw. Dalam perjalanan itu, ada beberapa yang mereka lakukan yaitu:

Bertawakkal kepada Allah Swt.
Sangat mengharapkan limpahan berkah, rahmat dan maghfirah Allah tercurahkan kepadanya.
Berjalan penuh rasa tawadhu’ dan tadharru’ (menghadirkan perasaan khusyu’, seakan-akan hendak menemui Baginda Nabi Saw. bersama para sahabatnya dan para auliya’Nya, yang disaksikan oleh Allah Swt. serta para malaikatNya).

Menanamkan adab batin ini sungguh sangat utama di dalam menghadiri Maulid Nabi Saw. Karena Allah melihat dan menyaksikan hati para hambaNya. Sebagaimana firmanNya dalam hadits qudsi: “Aku (Allah) sesuai dengan prasangka hamba terhadapKu.”

3.Adab para salaf shalihin memperbanyak membaca shalawat kepada Baginda Rasulullah Saw., baik selama perjalanan, saat dan selama Maulid Nabi Saw. berlangsung, baik dibaca secara sirr (dalam hati) ataupun jahr (diucapkan dengan lisan).

Saat yang paling baik dan berkah dalam pembacaan Maulid Nabi Saw. adalah pada saat Mahallul Qiyam (saat berdiri), ketika melantunkan: “Yaa Nabi salam ‘alaika # Yaa Rasul salam ‘alaika.”

Di antara bait-bait tersebut adalah momentum yang terbaik kita berdoa memohon kepada Allah Swt. atas segala doa dan hajat kita. Doa disela-sela membaca shalawat: “Yaa Nabi salam ‘alaika # Yaa Rasul salam ‘alaika” secara bersama-sama. Jadi di antara bait-bait tersebut seyogyanya kita berdoa. Insya Allah Mustajabah.

Yang tidak kalah pentingnya juga adalah menghadirkan orang-orang yang kita cintai seperti sanak keluarga, sahabat dan kerabat yang kita kehendaki ketika itu. Hadirkan dengan perasaan kita, bahwa mereka ikut hadir (bil ghaib) dalam pelaksanaan Maulid Nabi Saw. Insya Allah rahmat, berkah dan syafaatNya akan meliputi kepada mereka semua, yang walaupun secara lahiriah mereka tidak turut serta hadir.

Itulah salah satu kebesaranNya dan kasih sayangNya kepada umat Baginda Nabi Saw. yang merupakan tetesan-tetesan air ar-Rahmah dari samudera rahmat Ilahi.

Di dalam pelaksanaan pembacaan Maulid Nabi Saw., seyogyanya kita mempertautkan hati kita dengan Baginda Nabi Saw. Bagi yang pernah berziarah ke makam beliau Saw. di Madinah al-Munawwarah, mungkin bisa kembali mengingat-ingatnya, seakan-akan membaca Maulid Risalah Baginda Nabi Saw. di hadapan makam beliau yang mulia Saw.

Bagi yang belum diberi rizki ziarah ke makam Nabi Saw., maka cukup membayangkan kehadiran Nabi Saw. Paling tidak merasa dilihat dan didengar oleh Baginda Nabi SAW. Sehingga nilai-kualitas dari Maulid Nabi Saw. Insya Allah dapat dirasakan kemanfaatannya, bukan hanya sekedar hadir duduk, doa, amin, makan, lalu bubar, sedangkan hati sanubari masih tetap kotor penuh karat dengan penyakit-penyakit lahiriah dan batiniah.

4. Maulid Nabi Saw. adalah salah satu ajang yang sangat sakral untuk mengembalikan jati diri kita sebagai hamba Allah dan sebagai umat Baginda Nabi Saw. Oleh karenanya seyogyanya kita bisa memperhatikan dengan seksama arti, makna atau terjemahan dari bacaan Maulid Nabi Saw. yang dibaca. Hal ini sungguh sangat bermanfaat guna meningkatkan kualitas hati kita menuju derajat ihsan di sisi Allah dan RasulNya.

Inilah salah satu sirr (rahasia) dari pelaksanaan Maulid Nabi Saw. Sehingga ketika kembali dari acara Maulid Nabi Saw. itu, hati semakin bercahaya, insya Allah. Hati sanubari merasuk menjalar ke seluruh relung anggota tubuh kita, mengikis habis segala karat penyakit-penyakit lahir maupun batin. Dan semakin bertambah keimanan dan kecintaan kita kepada Allah dan RasulNya, sehingga buahnya menjadikan kita semakin ta'at akan melaksanakan seluruh perintah dan menjauhi larangan Allah dan Rasul-Nya.

Tuesday, October 27, 2020

Satu Hari Menuju 12 Rabiul Awwal, Mari tingkatkan rasa Cinta kepada Allah dan Rasulnya

Satu hari menuju 12 Rabiul awwal, Mari sambut dengan penuh semangat
WargaNu,MARTAPURA-Merindukan rasulullah, Nabi Muhammad SAW merupakan tanda kesempurnaan iman seseorang. Rabu (28/10/2020)
Rindu merupakan buah dari adanya rasa cinta kepada seseorang, semakin kita mencintai maka semakin besar pula rasa rindu yang muncul apabila kita tidak bertemu dengannya. Jadi Rindu merupakan salah satu nikmat yang harus disyukuri karena termasuk nikmat yang diberikan Allah kepada manusia yang ada didalam hati.
Rasa rindu yang ada didalam hati sebagaimana rasa cinta yang tumbuh untuk orang tua kita, anak, istri, sanak saudara, keluarga apabila kita berpisah dengan mereka dalam waktu yang lama, maka perasaan rindu pasti akan muncul terhadap mereka.
Kerinduan yang berakaitan erat dengan  keimanan adalah merindukan Rasulullah Muhammad SAW. Sebagaimana dalam Al-quran surat Ali Imran ayat 31, Allah Ta’ala berfirman “ katakanlah (Muhamm ad)  “jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
 Merindukan Rasulullah berarti mencinatainya dengan berlandaskan cinta kepada Allah Ta’ala. 
Kata cinta harus dibuktikan dengan bukti konkrit. Bukti cinta adalah dengan menjalankan setiap sunnah Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, maka penting diperhatikan agar kita senantiasa mengikuti sunnah-sunnahnya. Dan pada setiap doa-doa kita panjatkan kepada Allah Ta’ala agar kita dipertemukan dengan RasulNya disurga Kelak.
Kemudian tidak ada diantara makhluk ciptaan Allah Ta’ala yang merindukan dan mencintai kita melebihi kerinduan sang Rasul. Sungguh besar dan agung cinta Rasulullah SAW kepada kita. Ketika detik-detik terakhir wafatnya tiba, Rasulullah SAW  masih menyebut dan mengkhawatirkan kita.

Berita viral

Ada yang perlu di perhatikan sebelum berkomentar. 

Ada hal yang harus di tabayyun sebelum mengungkapkan pendapat. 

Ada hal yang harus di utamakan dalam mengambil keputusan. 

dan ada hal yang harus di fikirkan sebelum menuduh. 

#Karenakemaslahatanummatyangutama

Mengenai masalah yang lagi viral tentang film yang pro kontra di masyarakat. 

"Pendapat temanku menyebutkan bahwa itu adalah film yang mendiskreditkan wanita bercadar, "ujar temanku. 

Setidaknya aku punya pendapat berbeda dengan nya karena aku bagian dari NU yang mengedapankan kemaslahatan umat dalam mempertahankan negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Love you full merah putih



Konsolidasi PCNU Kab. Banjar, Tanggapan MWC NU Kecamatan Telaga Bauntung

Konsolidasi PCNU Kab. Banjar ke MWC NU Kec. Telaga Bauntung. Selasa/ 20 Oktober 2020

Ketua Raisy suriah MWC NU Telaga Bauntung Ustadz H. Usman Bangga dengan adanya Konsolidasi PCNU Kab. Banjar ke Kec. Telaga Bauntung yang bertempat di TK Alquran. 

"Kami atas nama warga NU, masyarakat NU mengucapkan terimakasih, bangga dan bahagia karena adanya konsolidasi dari PCNU Kab. Banjar ke MWC NU ini" Ujarnya. 

Selanjutnya beliau menyampaikan harapan agar pihak PCNU Kab. Banjar lebih mngeratkan tali silaturrahmi, sehingga kita dapat menjalankan apa-apa yang diamanahkan. 

"Kami sangat memerlukan saran dan bimbingan baik dari keorganisasian ataupun keagamaan karena desa kami termasuk desa tertinggal" Harapnya. 

Pada kesempatan ini MWC NU menyampaikan dukungan terbentuknya Banom-banom NU di Kecamatan Telaga Bauntung. 

"Kami sangat mendukung terbentuknya Bano-banom NU di Telaga Bauntung ini, semoga masyarakat kami dapat melaksanakan apa-apa yang diamanahkan" Ujarnya. 

Demikian pula dengan Fathul Jannah sebagai warga NU, masyarakat Kec. Telaga Bauntung menyambut gembira dengan kedatangan rombongan PCNU Kab. Banjar. 

" Ulun ketuju dengan kedatangan buhan NU, mudahan sukses seberataan, berkembang lebih baik lagi karena kami masih pengenalan ( saya senang dengan kedatangan rombongan PCNU, semoga sukses semuanya, berkembang lebih baik lagi karena kami masih pengenalan). 

Penulis : Rohmiah

Friday, October 16, 2020

Konsolidasi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Banjar bersama Banom ke Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama kecamatan Aluh-aluh

Konsolidasi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Banjar bersama Banom ke Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama kecamatan Aluh-aluh
Rabu (14/10/2020). 

Hadir dalam acara ini Ketua NU kab. Banjar Ustadz Nuryadi Baseri, S. Ag, ustadz Zuhdi Mahfuz, Bendahara PCNU Kab. Banjar Ustadz Muhammad HR, pak J. Jailani, Pengurus GP. Anshor Kab. Banjar, Pengurus Fatayat NU Kab. Banjar, Ketua PC IPNU Kab. Banjar, dan tamu undangan lainnya.

Pada kesempatan ini Ketua NU Kab. Banjar menyampaikan beberapa hal di antaranya:
1.Konsolidasi untuk saling mengenal sesama PCNU, MWC, maupun ranting NU dan mempermudah pengkaderan, penyatuan visi dan misi. 
2. Saling tukar informasi dalam penyelenggaraan organisasi. Menemukan solusi terbaik apabila ada hambatan -hambatan.
3. Membangun kemitraan dengan pemerintah atau stakeholder terkait dalam berbagi bidang seperti ekonomi, hukum, sosial dan budaya. 
4. Menyerahkan secara simbolis Kartanu dan papan nama organisasi dan SK kepengurusan MWC NU, dan ranting se-kecamatan Simpang Empat
5. Dalam pilkada ini secara garis besar, NU netral, tidak berpolitik, artinya boleh berpolitik secara pribadi.
6. Agar dibentuk banom banom nu seperti muslimat, anshor, fatayat, ipnu dan ippnu. Di kec. Aluh aluh. 
7. Diharapkan di kec aluh aluh supaya ada kemandirian finansial dibidang ekonomi. 

Saturday, October 10, 2020

Konsolidasi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Banjar bersama Banom ke Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama kecamatan Beruntung Baru.

Konsolidasi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Banjar bersama Banom ke Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama kecamatan Beruntung Baru, 
Sabtu (10/10/2020). 

Hadir dalam acara ini Ketua NU kab. Banjar Ustadz Nuryadi Baseri, S. Ag, Pak Rusniansyah Marlim, Sekretaris PCNU M. Zaini Makky, Bendahara PCNU Kab. Banjar Ustadz Muhammad HR, pak J. Jailani, Abdul Jabbar, Ketua Muslimat Kab. Banjar, Ketua GP. Anshor Kab. Banjar, Pengurus Fatayat NU Kab. Banjar, Ketua PC IPPNU Kab. Banjar, Ketua PC IPNU Kab. Banjar, dan tamu undangan lainnya.

Pada kesempatan ini Ketua NU Kab. Banjar menyampaikan beberapa hal di antaranya:
1.Konsolidasi untuk saling mengenal sesama PCNU, MWC, maupun ranting NU. 
2. Saling tukar informasi dalam penyelenggaraan organisasi. Menemukan solusi terbaik apabila ada hambatan -hambatan.
3. Membentuk banom banom Nu di kecamatan dan ranting ranting se-kecamatan beruntung baru. 
4. Membangun kemitraan dengan pemerintah atau stecholder terkait dalam berbagi bidang seperti ekonomi, hukum, sosial dan budaya. 
5. Menyerahkan secara simbolis Kartanu dan papan nama organisasi dan SK kepengurusan MWC NU, dan ranting se-kecamatan Simpang Empat
6.  Dalam pilkada ini secara garis besar, NU netral, tidak berpolitik, artinya boleh berpolitik secara pribadi.
Ketua PCNU dalam amanatnya memohon doa Semoga konsolidasi bisa membawa kebaikan dan memperkokoh menjalankan faham Ahlus sunnah wal jama'ah. 

Pada arahan yang disampaikan oleh mustasyar NU mengharapkan agar warga nahdliyyin dalam menyikapi permasalahan saat ini kita mengikuti NU, dan apabila ada yang tidak sependapat di tanyakan dulu, mencari informasi dari NU. Apabila ada berita maka hendaklah konfirmasi dulu dengan NU.

Setelah arahan dari Ketua PCNU Kab. Banjar ada Penguatan ke NU-an yang disampaikan oleh Bendahara PCNU Kab. Banjar. 

Sedangkan Banom-Banom NU lainnya  juga mengembangkan organisasi masing-masing dengan membentuk Pimpinan Anak Cabang di kecamatan Beruntung Baru seperti PAC Muslimat NU, PAC. Fatayat Nu, dan PAC IPNU dan PAC IPPNU di kecamatan Beruntung Baru. 

Sunday, October 4, 2020

Konsolidasi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Banjar bersama Banom ke Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama kecamatan Simpang Empat.

Konsolidasi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Banjar bersama Banom ke Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama kecamatan Simpang Empat. Minggu (3/10/2020). 

Hadir dalam acara ini Ketua NU kab. Banjar Ustadz Nuryadi Baseri, S. Ag, Bendahara PCNU Kab. Banjar Ustadz Muhammad HR, Pak Rusniansyah Marlim, pak J. Jailani, Abdul Jabbar, Ketua Muslimat Kab. Banjar, Pengurus Fatayat NU Kab. Banjar, Ketua PC IPPNU Kab. Banjar, Ketua PC IPNU Kab. Banjar, dan tamu undangan lainnya.

Pada kesempatan ini Ketua NU Kab. Banjar menyerahkan secara simbolis KARTANU, papan nama organisasi dan SK kepengurusan MWC NU kecamatan Simpang Empat, Semoga bisa mengemban amanah dengan baik dan bisa membawa NU semakin kokoh menjalankan faham Ahlus sunnah wal jama'ah nya, dan Semoga kebersamaan kita hari ini semakin mengokohkan peran dan perjuangan kita untuk membesarkan organisasi ini dan menegakkan Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Tak lupa pula disisipkan bahwa organisasi NU tidak berpolitik, jadi kalau mau berpolitik dipersilahkan atas nama pribadi. 

Setelah arahan dari Ketua PCNU Kab. Banjar ada Penguatan ke NU-an yang disampaikan oleh Bendahara PCNU Kab. Banjar. 

Sedangkan Banom-Banom NU lainnya  juga mengembangkan organisasi masing-masing dengan membentuk Pimpinan Anak Cabang di kecamatan Simpang Empat seperti PAC. Fatayat Nu, PAC IPPNU dan Ranting Muslimat NU di kecamatan Simpang Empat. 

Saturday, September 12, 2020

Pelantikan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC. IPPNU ) Kabupaten Banjar Bertempat di Gedung Islamic Center, Sabtu (12/09/2020)

Pelantikan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC.IPPNU)  Kabupaten Banjar
Bertempat di Gedung Islamic Center, Sabtu (12/09/2020) pagi.

Hadir dalam acara ini Wakil Bupati Banjar H. Saidi Mansyur, Ketua NU kab. Banjar, Ketua Muslimat Kab. Banjar, Ketua PW IPPNU Kalimantan Selatan, Ketua PW IPNU Kalimantan Selatan, Ketua PW Muslimat Provinsi Kalimantan Selatan, Ketua PC. Muslimat Kab. Banjar, Pengurus Fatayat NU Kab. Banjar, Ketua PC IPPNU Kab. Banjar, Ketua PC IPNU Kab. Banjar, para pengurus PC, PAC, PKPT, PK IPPNU dan tamu undangan lainnya.

Wakil Bupati Banjar H. Saidi Mansyur dalam sambutannya mengucapkan selamat atas dilantiknya kepengurusan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama.

"Semoga bisa mengemban amanah dengan baik dan bisa membawa NU semakin kokoh menjalankan faham Ahlus sunnah wal jama'ah nya, dan Semoga kebersamaan kita hari ini semakin mengokohkan peran dan perjuangan kita untuk membesarkan organisasi ini dan menegakkan Amar Ma'ruf Nahi Munkar".harap Saidi.

Wakil Bupati Banjar berharap IPPNU menjadi pelopor dan garda terdepan dalam menciptakan generasi yang berakhlak mulia, cerdas, unggul dan kreatif.

" IPPNU harus menjadi pelopor dan garda terdepan dalam menciptakan generasi yang berakhlak mulia, cerdas, unggul dan kreatif. Generasi yang harus menguasai teknologi dan bisa mengarahkan teknologi tersebut untuk kemaslahatan  umat, mampu meredam berita tidak benar (hoax), dan menjadikan media sosial untuk berdakwah". tambahnya.

Sementara itu, Ketua PW IPPNU Kalimantan Selatan mardhatillah berharap PC IPPNU Kabupaten Banjar menjadi semakin maju dan bisa bekerjasama dengan pihak terkait.

"Dimasa pandemi ini IPPNU wajib membantu Pemerintah dalam mensosialisasikan pencegahan untuk memutus mata rantai Covid-19, semoga IPPNU dapat menjadi pioner pelajar-pelajar di Kabupaten Banjar". harap Ketua PW IPPNU Kal Sel.

Ketua PC IPPNU Kabupaten Banjar Periode 2019-2021 yang dilantik tersebut adalah Khuzaimah yang dilantik langsung oleh Ketua PW IPPNU Kalimantan Selatan Mardhatillah.

Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan pelantikan PAC IPPNU Kecamatan Martapura Kota, PK Darussalam Martapura dan PKPT IPPNU IAI Darussalam Martapura.

Wednesday, September 2, 2020

keutamaan meletakkan tangan di atas kepala ketika membaca surah Al- hasyr

Keutamaan Meletakkan Tangan di Atas Kepala Saat Membaca Surah al-Hasyr: 21

Surah Al-Hasyr merupakan surah ke 59 dalam Al-Quran. Surah ini termasuk golongan Madaniyah dan terdiri dari 24 ayat. Pada saat kita membaca surah ini dan sudah sampai pada ayat 21, kita dianjurkan untuk sambil meletakkan tangan di atas kepala kita.

Di antara keutamaan meletakkan tangan ini adalah bisa menjadi sebab kesembuhan semua penyakit. Ini sudah banyak dipraktekkan oleh para ulama dan mereka menemukan kesembuhan melalui praktek ini. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Qawanin Al-Fiqhiyah berikut;

وروينا حديثا مسلسلا في قراءة آخر سورة الحشر مع وضع اليد على الرأس إنها شفاء من كل داء إلا السام والسام هو الموت وقد جربناه مرارا عديدة فوجدناه حقا
"Kami meriwayatkan hadis musalsal saat membaca akhir surah Al-Hasyr dengan meletakkan tangan di atas kepala. Sesungguhnya hal itu merupakan obat dari setiap penyakit kecuali kematian. Kami telah mencobanya berulang-ulang dan kami temukan kebenarannya."

Yang dimaksud akhir surah Al-Hasyr dalam riwayat di atas adalah ayat 21 sampai akhir, yaitu dimulai dari ayat :

{لَوْ أَنزلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَتِلْكَ الأمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ (21) هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ (22) هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ (23) هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (24) }

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Khatib Al-Baghdadi dalam kitab Tarikh-nya, dari Idris bin Abdul Karim Al-Haddad, dia berkata;

قرأت على خلف فلما بلغت هذه الآية { لو أنزلنا هذا القرآن على جبل } قال : ضع يدك على رأسك فإني قرأت على سليم فلما بلغت هذه الآية قال : ضع يدك على رأسك فإني قرأت على الأعمش فلما بلغت هذه الآية قال : ضع يدك على رأسك فإني قرأت على يحيى بن وثاب فلما بلغت هذه الآية قال : ضد يدك على رأسك فإني قرأت على علقمة والأسود فلما بلغت هذه الآية قال : ضع يدك على رأسك فإنا قرأنا على عبد الله فلما بلغنا هذه الآية قال : ضعا أيديكما على رؤوسكما فإني قرأت على النبي صلى الله عليه وسلم فلما بلغت هذه الآية قال لي : ضع يدك على رأسك فإن جبريل لما نزل بها إلي قال لي : ضع يدك على رأسك فإنها شفاء من كل داء إلا السأم والسأم الموت
"Saya membaca pada Khalaf, setelah saya sampai pada ayat ‘law anzalnaa haadza al-qur’aana’ dia berkata: Letakkan tanganmu di atas kepalamu karena saya membaca pada A’masy, setelah saya sampai ayat ini dia berkata: Letakkan tanganmu di atas kepalamu karena saya membaca pada Yahya bin Watsab, setelah saya sampai ayat ini dia berkata: Letakkan tanganmu karena saya membaca pada Alqamah dan Aswad, setelah saya sampai ayat ini dia berkata: Letakkan tanganmu di atas kepalamu karena kami membaca pada Abdullah, setelah kami sampai ayat ini dia berkata: Letakkan tangan kalian berdua di atas kepala kalian karena saya membaca pada Nabi Saw, setelah saya sampai ayat ini beliau berkata: Letakkan tanganmu di atas kepalamu karena Jibril saat menurunkan ayat ini padaku, dia bilang padaku: Letakkan tanganmu di atas kepalamu karena itu adalah obat dari segala penyakit kecuali kematian."

Monday, August 31, 2020

Memperingati Tahun Baru Islam dan 10 Muharram 1442 H (Asyura), LazisNU Bersama PC. Fatayat Nu, PC. IPNU, dan PC IPPNU Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, menggelar santunan dan doa bersama anak yatim di Panti Asuhan Puteri NU Banjar, Sabtu (29/08).

Memperingati Tahun Baru Islam dan 10 Muharram 1442 H (Asyura),  LazisNU Bersama PC. Fatayat Nu, PC. IPNU, dan PC IPPNU Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, menggelar santunan dan doa bersama anak yatim di Panti Asuhan Puteri NU Banjar, Sabtu (29/08).

Doa bersama dan pemberian santunan kepada anak yatim sekaligus memperingati tahun baru Islam dan 10 Muharram 1442 H (asyura) dilaksanakan oleh LazisNu, Pimpinan Cabang Fatayat Nu,  PC. IPNU dan PC. IPPNU kab. Banjar. 

Acara yang bertempat di panti asuhan putri NU ini di hadiri oleh Sekretaris PCNU kab. Banjar M. Zaini Makky, S. Pd. I, M. Pd, Ketua LazizNu Kab. Banjar dr. H. Diauddin, H. B, M. Kes, ketua LDNU kab. Banjar Habib Ali Husin Al Aydrus, dan ketua Banom Nu Kab. Banjar. 

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besar nya kepada seluruh donatur yang sudah menyisihkan rezkinya untuk kesuksesan acara kita pada hari ini" ucap Ketua pelaksana, Reni Deniati. 

Ucapan terimakasih juga disampaikan oleh Lisda Fauzia, S.E. dalam sambutannya mewakili Ketua PC. Fatayat NU, Agenda kegiatan sosial menyantuni anak yatim ini harus dilestarikan karena dalam agama Islam sangat dianjurkan kegiatan bakti sosial ini. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi antar banom Nu dan semoga acara - acara seperti ini dapat berlangsung di tahun - tahun yang akan datang. 

“Alhamdulillah, kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama dengan, Muslimat, FatayatNU, IPNU dan IPPNU Kabupaten Banjar, dan di hadiri oleh Sekretaris PCNU Kabupaten Banjar. Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada para donatur, ahli shadaqah yang telah menyalurkan ZIS-nya melalui NU Care-LAZISNU Banjar,” ucap Ketua NU Care-LAZISNU Banjar, Diauddin.

Sekretaris PCNU Kabupaten Banjar, Ustadz Muhammad Zaini Makky, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada NU Care-LAZISNU Banjar karena meski baru dibentuk, NU Care-LAZISNU Banjar sudah sangat aktif melaksanakan kegiatan-kegiatan sosial. Apresiasi tersebut juga disampaikan kepada PC. Fatayat NU sebagai dukungan dalam kegiatan-kegiatan berikutnya. 

Sementara itu Ketua Panti Asuhan, Sayuti Arsyad, menyampaikan terimakasih dan mengaku anak-anak yatim gembira dengan kegiatan tersebut.

Tuesday, August 4, 2020

Terapi Jantung Dengan Bioglass

Bioglass untuk penyakit jantung 

Alhamdulillah lewat ikhtiar bioglass bisa membantu proses penyembuhan . 

Terapi Bioglass MCI untuk penyakit #Jantung:

1. #Teratur mengkonsumsi air Bioglass 10x aliran minimal 3 liter sepanjang hari.

2. #Terapi cahaya/sinar Bioglass 2x sehari.

a. #Pagi hari:
Pasien berjemur di bawah sinar matahari dg Bioglass dihadapkan ke sinar matahari.
Bila pasien tidak memungkinkan berjemur, pasien bisa diterapi dg sinar lampu/senter melewati piringan Bioglass diarahkan ke bagian jantung belakang (sinar dari belakang, jangan dari depan karena jantung organ lunak).

b. #Siang hari:
Pasien disinar juga pada jam 13.00 - 14.00 siang karena pada waktu itu mrpkn jam efektif organ jantung bekerja (berdasarkan ilmu akupuntur).

3. #Menjelang tidur letakkan Bioglass di bawah bantal dan posisi badan miring ke kanan (karena pd saat tubuh miring ke kanan, posisi jantung ada di atas) sehingga sirkulasi darah lancar.

Penyakit jantung ada beberapa jenis dibedakan oleh faktor penyebabnya.
Bila karena kelainan jantung bawaan, masih bisa diupayakan sembuh secara alami melalui terapi energi Chi Bioglass & air Bioglass. Bagaimana bisa?
Energi Chi Self Healing Bioglass dapat:
a. Memperbaiki sel-sel rusak pada jantung secara alami
b. Memelihara & memperbaiki fungsi jantung supaya dapat berfungsi normal kembali
c. Menormalkan gangguan fungsi jantung secara alami

Lain halnya dg Jantung Koroner, karena penyebab utamanya adalah kolesterol dalam pembuluh darah, maka terapinya yg lebih lengkap adalah sbb:
a. Minum Glucola untuk menurunkan tingkat kolesterol
b. Mencegah penyumbatan pembuluh darah diupayakan dg memakai kalung pendant aura MCI, dan
c. Tetap wajib terapi minum dan sinar Bioglass yg sudah diulas di atas.

Semoga bermanfaat 
Salam sehat untuk seluruh rakyat Indonesia. 

#Bioglass
#BioglassMCI
#Bioglass2+

Tuesday, April 28, 2020

Bagaimana Dukungan Yang Diberikan Kepada Keluarga Yang Terpapar Covid-19?

Dukungan Kepada Anggota Keluarga Yang Dalam Perawatan Covid-19

Indonesia telah berjuang bahu membahu melawan pandemi covid-19, seluruh komponen telah bersinergi sesuai kapasitasnya masing-masing.

Pemerintah, baik itu Kepala Negara dan jajaran nya, Kepala Daerah dan jajarannya,  sampai tingkat Desa membentuk tim satgas dalam menangani pandemi cobid-19. Selain itu masyarakat dengan organisasi kemasyarakat seperti Palang Merah Indonesia dari tingkat pusat sampai daerah, Nahdlatul ulama dan Banom dari tingkat pusat sampai daerah, Muhammadiah dari tingkatusat sampai daerah, KNPI, Aksi Cepat Tanggap dll berupaya melakukan dukungan terhadap pemerintah menyelesaikan masalah covid-19 ini.

Adapun kegiatan yang dilakukan Organisasi Kemasyarakatan antara lain menghimpun dana untuk melakukan giat penyemprotan disinfektan ketempat atau fasilitas umum, membagikan masker, membagikan hand sanitizer, melakukan edukasi kepada masyarakat pentingnya PHBS dan cuci tangan pakai sabun / hand sanitizer, tidak menyentuh  mulut, hidung, dan mata, tidak menyentuh barang yang bukan milik pribadi, pentingnya jaga jarak, menghindari kerumunan, memakai masker apabila keluar rumah, dan tidak keluar rumah jika tidak ada kerluan (stay at home), menaati aturan yang sudah ditetapkan pemerintah, membagikan sembako kepada warga yang terkena dampak covid-19.

Edukasi itu tidak hanya bagi masyarakat agar dapat memutus rantai penyebaran tetapi juga dilakukan kepada keluarga yang terkontaminasi virus tersebut dengan tujuan agar pasien segera sembuh. Bagi pasien yang terkontaminasi covid-19 kemauan yang kuat dari dalam dirinya sangat dibutuhkan dalam proses penyembuhan. Untuk itu dukungan anggota keluarga sangat penting diberikan.

Berikut ada bebarapa cara yang dapat diberikan kepada keluarga yang terpapar covid -19 antara lain sebagai berikut :

# Dapatkan layanan medis
1. pastikan anggota keluarga yang terpapar mendapat perawatan di rumah sakit.
2. Bila harus melakukan perawatan dirimah /isolasi mandiri maka lakukan sesuai prosuder yang telah ditetapkan oleh pemerintah/standar pemerintah.
3. Pastikan terus berkonsultasi / komunikasi dengan tenaga kesehatan.

#Terus berikan motivasii melalui komunikasi intensif
1. Berikan komunikasi secara terus menerus melalui fasilitas yang ada/ komunikasi intensif.
2. Hadirkan data terpercaya mengenai orang yang sembuh yang dapat meningkatkan semangat dalam menjalani pengobatan.
3. Berkomunikasilah secara biasa, ciptakan suasana yang tenang, dan ceria. tidak melulu membahas masalah kesehatan. Berbicara mengenai hal lain yang menyenangkan dapat membuat suasana hati lebih tenang dan ceria.
4. Bila disetujui hubungkan dengan orang terdekat melalui telpon, video call, dan media komunikasi lain nya. Karena dukungan hubungan jarak jauh dengan orang terdekat, sahabat sangat membantu dalam proses penyembuhan.

#Tetap lakukan kegiatan yang disukai
1. Dengan melakukan kegiatan yang disukai dapat membuat 
hari-hari terasa lebih menyenangkan, contoh: baca buku, main gitar, menulis main game, nonton dll yang dilakukan dalam ruang isolasi.

#Tingkatkan ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa
1. Dukung dengan pendekatan rohani
2. Sarankan untuk terus melakukan kegiatan ibadah,
3.Dengan kegiatan ibadah dapat membantu menciptakan ketenangan jiwa, hati dan fikiran.

# Menjaga daya tahan tubuh
1.Pastikan memakan makanan yang bergizi tinggi, sehat dan seimbang, perbanyak makan sayur dan buah dan minum air 8 gelas perhari,
2. Olahraga bila memungkinkan,
3. Istirahat yang cukup 7-8 jam perhari.

Demikian hal yang dapat kita lakukan agar dapat mendukung agar segera sembuh.
Semoga pandemi ini segera berlalu...
Salam sehat untuk seluruh rakyat Indonesia.

Wednesday, April 22, 2020

Satu Hari Menuju Ramadhan, Mari Mengaji Bab Puasa

Sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan, untuk itu kita mengingat kembali, mengkaji BAB PUASA.

*Syarat Wajib Puasa* :
1. Islam
2. Baligh
3. Berakal
4. Sihat
5. Bermukim (Tidak Musafir)
6. Suci (Dari Haid Dan Nifas)

*Syarat Sah Puasa* :
1. Islam
2. Berakal & Mumayyiz
3. Suci (Dari Haid Dan Nifas)
4. Nyata masuknya bulan Ramadhan

*Rukun-Rukun Puasa*:
1. Orang Yang Puasa
2. Berniat
3. Menahan Diri Daripada Perkara Yang Membatalkan Puasa

*Perkara Yang Membatalkan Puasa* :
1. Makan Dan Minum Dengan Sengaja
2. Memasukkan Dengan Sengaja Benda Ke Dalam Rongga Yang Terbuka
3. Muntah Dengan Sengaja
4. Keluar Haid & Nifas
5. Gila
6. Murtad
7. Keluar Mani Dengan Sengaja
8. Bersetubuh Pada Siang Hari

*Perkara Sunat Ketika Puasa* :
1. Segera Berbuka Puasa
2. Berbuka Dengan Kurma/Juadah Manis
3. Baca Doa
4. Melambatkan Bersahur
5. Banyakkan Baca Al-Quran, Berzikir, Berselawat Dan Membuat Amal Kebajikan
6. Sentiasa Bersedekah
7. Jauhkan Diri Daripada Bercakap Perkara Yang Sia-Sia Dan Perbuatan Yang Tidak Membawa Manfaat
8. Mandi Junub Lebih awal Sebelum Masuk Waktu Subuh

*Makruh Ketika Puasa* :
1. Bersuntik
2. Berbekam
3. Berkumur-Kumur
4. Memasukkan Air Ke Dalam Rongga Hidung Secara Berlebihan
5. Mandi Yang Berlebihan
6. Rasa Makanan Di Hujung Lidah

*Golongan Yang Wajib Qada' Puasa* :
1. Orang Sakit Yang Ada Harapan Untuk Sembuh
2. Orang Yang Musafir (Bukan Kerana Maksiat)
3. Orang Yang Kedatangan Haid Dan Nifas
4. Orang Yang Meninggalkan Niat Puasa
5. Orang Yang Sengaja Melakukan Perkara2 Yang Membatalkan Puasa
6. Orang Yang Pitam/Mabuk
7. Orang Yang Sangat Lapar Dan Dahaga

*Mereka Yang Di Kenakan Membayar Fidyah Puasa*:
1. Mereka Yang Tidak Dapat Mngqada'kan Puasa Sehingga Masuk Ramadhan Kali Kedua - (Fidyahnya : 1 Cupak Beras Untuk Setiap Hari Yang Di Tinggalkan Di Samping Mengqada' Puasa) Bagi Setahun Tertinggal..
Kalau Tidak Di Qada' Sehingga Melampaui 2 Tahun Maka Di Kenakan 2 Cupak Tetapi Puasa Tetap Juga 1 Hari (Tiada Tambahan)
2. Orang Sakit Yang Tidak Ada Harapan Untuk Sembuh
3. Orang Yang Terlalu Tua Dan Tidak Berdaya Untuk Berpuasa
4. Orang Yang Ada Qada' Puasa Tetapi Meninggal Dunia Sebelum Sempat Berbuat Demikian (Fidyahnya : Di Buat Oleh Kerabat Si Mati/Di Ambil Daripada Harta Pusakanya)
5. Perempuan Yang Mengandung/Yang Menyusukan Anaknya Perlu Mengqada' Puasa Dan Membayar Fidyah 1 Cupak Beras Bagi Setiap Hari Yang Di Tinggalkan Sekiranya Dia Meninggalkan Puasa Kerana Bimbangkan Anaknya Tetapi Sekiranya Dia Takut Memudaratkan Pada Dirinya Dia Hanya Wajib Mengqada' Puasanya

*Kaffarat Bersetubuh Pada Bulan Ramadhan* :
Orang Yang Bersetubuh Pada Siang Hari Bulan Ramadhan, Maka Kedua2 Suami Isteri Tersebut Perlu Mengqada' Puasa Berkenaan Dan Suami Wajib Membayar Kifarat (Denda) Seperti :-
1. Memerdekakan Seorang Hamba Mukmin L/P
(Sekiranya Tidak Mampu)
2. Berpuasa 2 Bulan Berturut-Turut Tanpa Terputus (Kalau Tidak Berdaya)
3. Memberi Makan Kepada 60 Orang Fakir Miskin
Walau Bagaimana Pun, Jika Persetubuhan Itu Di Lakukan Kerana Terlupa, Jahil Tentang Haramnya/Di Paksa Ke Atasnya Tidaklah Wajib Kifarat

*Tingkatan Puasa*:
1. Puasa Umum - Sekadar Menahan Makan, Minum Dan Keinginan Berjimak
2. Puasa Khusus - Memelihara Mata, Telinga, Lidah, Tangan Dan Kaki Daripada Melakukan Dosa Selain Menahan Diri Daripada Perkara Di Atas
3. Puasa Khusus Al-Khusus - Merangkumi puasa Di Atas Dan Di Sempurnakan Pula Dengan Puasa Hati Daripada Semua Keinginan Zahir Dan Batin

*Mereka Yang Di Benarkan Meninggalkan Puasa* :
1. Orang Yang Hilang Daya Upaya Seperti Sakit Yang Apabila Berpuasa Akan Menambahkan Keuzuran
2. Orang Musafir
3. Org Yang Terlalu Tua Dan Amat Lemah
4. Orang Yang Tersangat Lapar Dan Dahaga
5. Perempuan Hamil/Menyusukan Anaknya Yang Apabila Berpuasa Boleh Memudaratkan Diri/Anak Yang Di Susui Itu

*Berbuka puasa dgn buah kurma + minum air hangat.*

*JANGAN minum minuman bergas + es*

Yaa Allah sampaikan umur kami untuk bertemu Ramadhan...

Tuesday, April 21, 2020

Bagaimana Fakta Puasa Bagi Kesehatan?

Fakta Puasa Untuk kesehatan

Puasa adalah rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh kaum muslimin dan muslimat. 

Puasa bagi orang Islam adalah menahan diri dari makan dan minum, segala perbuatan yang bisa membatalakan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, dengan syarat tertentu, untuk meningkatkan ketakwaan seorang muslim. Ada pun puasa sangat bermanfaat bagi kesehatan.

Dibawah ini diuraikan beberapa fakta puasa untuk kesehatan.

1. Kesehatan termasuk suatu hikmah dari puasa,  jadi kalau kita puasa maka sehat,  tapi jngan salah niat, puasa karena hendak sehat, ini tidak benar. Yang benar puasa karena menjunjung perintah Allah semata. Sedangkan sehat adalah bonus yang diberikan Allah kepada kita sebagai kasih sayang Allah SWT.

2.  WHO>> organisasi internasional yang khusus menangani bidang kesehatan,  menyatakan bahwa puasa dapat meningkatkan kesehatan fisik, membuang racun di dalam tubuh,  mencegah kolesterol,  menyembuhkan magh,  darah tinggi.

3. Puasa Ramadhan dapat mengendalikan nafsu seks.

4. Meningkatkan kontrol gula darah beberapa penelitian telah menemukan bahwa puasa dapat meningkatkan kotrol gula darah, yang bisa sangat berguna bagi mereka yang beresiko diabetes. Sementara itu, ulasan lain menemukan bahwa puasa intermiten dan puasa alternatif sama efektifnya dengan membatasi asupan kalori dalam mengurangi resistensi insulin.

5. Puasa intermiten selama satu bulan secra signifikan menurunkan tingkat gejala inflamasi Peradangan.

(Kuncinya niat yg kuat dan tidak stres / tetap bahagia).

Intinya semua kesehatan yang kita dapat dari puasa adalah 2 yang tersebut diatas. Mengapa harus niat yang kuat? Sebab apa kita bahagia bulan puasa ? 

Dengan niat yang kuat saat kita akan melaksanakan ibadah puasa, karena kita yakin bahwa kita akan mendapat rahmat,  ampunan dan bebas dari api neraka. ( sebulan penuh). Puasa karena iman dan muhasabah>> maka mendapat ampunan,  jadi jangan ditinggalkan tarawih karena pengganti dari qiamullail.

Sangat aneh umat Islam yang tidak senang datang bulan ramadhan, Suatu hadist menyebutkan bahwa dilipatkan gandakan pahala,  hanya Allah yang mengetahui hitungan pahala dari amal kebaikan yang kita laksanakan dibulan Ramadhan yang Allah berikan. Ada pula satu malam dari bulan ramadhan yang pahala nya 83 tahun/ seribu bulan, yaitu malam lailatul qadar.

Orang dahulu 6 bulan sebelum datang bulan ramdhan berdoa supaya di temukan dengan bulan romadhan yang akan datang Marhaban ya ramadhan. Istilah marhaban adalah kesiapan dan kebersihan tidak ada kotoran. Dan apabila Ramadhan akan berlalu meninggalkan maka mereka menangis dan berdoa selama 6 bulan supaya amal  ibadah diterima oleh Allah SWT.

Jadi kalau kita puasa dengan niat yang benar maka insya allah sehat dan meningkatkan imun / daya tahan tubuh, menyembuhkan gangguan kejiwaan serta kuat dalam menjalan puasa tersebut.

Tidak kalah penting pula pada saat puasa makan sahur dan berbuka puasa dengan yang halal, tidak berlebihan. Karena puasa yang baik itu akan menurunkan berat badan 2- 3 Kg di akhir bulan ramadhan.

Ditulis kembali oleh Rohmiah dirangkum dari berbagai sumber  sebagai referensi.



Monday, April 20, 2020

Apa saja giat NU Banjar Peduli Covid-19

Giat NU BANJAR Peduli Covid-19

Oleh Rohmiah

NAHDLATUL ULAMA KABUPATEN BANJAR melaksanakan giat peduli covid-19 dengan membentuk satgas peduli covid-19.

Adapuan kegiatan yang dilaksanakan adalah mengadakan penyemprotan disinfektan yang dilaksanakan ke berbagai fasilitas umum sekitar kantor NU dan meajid serta musholla sampai ketempat kediaman guru-guru agama dan Majlis Wakil Cabang (MWC) di kecamatan.seperti yang telah di lansir dalam situs resmi banua.

Tidak hanya itu giat Nu peduli covid juga membagikan masker Nu dan membagikan sembako kewarga yang terkena dampak covid-19 serta kepada warga Nu sampai ke MWC di tingkat kecamatan.

Lebih lengakap silahkan kunjungi situs resminya berikut ini:

https://banua.co/2020/04/14/setelah-semprot-disinfektan-dan-sebar-masker-nu-banjar-peduli-bagi-bagi-sembako

Atau kunjungi youtub saya di https://youtu.be/HMSrWo8GmyQ

Sunday, April 19, 2020

Bolehkan Tidak Melaksanakan Shalat Jumat dan Jamaah Disebabkan Virus Corona?

Ulasan ini adalah mengepost kembali Tulisan Dosen Dr Zein Bin Muhammad Al-Aydarus Hadramaut.

Karena banyaknya  perselisihan pendapat dari kita yang awam ini, sehingga perlu kita menyimak dan memperhatikan pendapat yang mudah -mudahan bisa menjadikan kita bisa menerima alasan kenapa tidak sholat Jumat dan tidak sholat berjamaah ketika covid-19 melanda suatu daerah.

Dengan harapan semoga kita terhindar dari covid-19 dan segera berlalu, supaya kita bisa melaksanakan ibadah puasa Ramadlan seperti biasanya.


*TIDAK MELAKSANAKAN SHALAT JUMAT DAN JEMAAH DISEBABKAN VIRUS CORONA*

Penulis : _Dr Zein bin muhammad Al-aydarus, dosen ilmu hadist di universitas hadramaut._

Diterjemahkan oleh: _Abbas Rahbini Mawardi_

Bagaimana Hukum tidak melaksanakan shalat jumat dan jama'ah di masjid disebabkan oleh virus corona, terlebih di hadramaut ada ajakan untuk tidak melaksanakan nya meskipun diketahui tidak terpapar virus corona? 

Jawab :

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang.

Kami meminta kepada Allah belas kasihan dan pertolongan semoga Allah menjaga kaum muslimin dari segala wabah dan penyakit baik penyakit dzahir maupun penyakit batin. 

Para pakar Ulama Fiqh telah menjelaskan, bahwa diantara salah satu udzur Shalat Jumat dan shalat jama'ah adalah karena faktor adanya penyakit yang menimpa kepada orang islam.

Ulama Mutaqaddimin memperjelas, yaitu penyakit menular, seperti tha'un, lepra, kusta, dan sejenisnya. Para ahli medis kedokteran masa kini telahpun mengatakan, bahwa corona adalah jenis dari penyakit menular. 

Lebih lanjut Ulama' fiqh menjelaskan bahwa, adanya kekhawatiran tertimpa mudharat kepada dirinya atau kepada orang lain maka itu sudah dianggap Udzur yang masuk pada bagian dari Udzur-udzur shalat jumat dan shalat jama'ah.

Berkata Al-allamah zakaria Al-anshari As-syafi'i -rahimahullah-

adanya kekhawatiran terhadap yang dijaganya, baik itu nyawa atau harta atau hak nya, atau pihak-pihak yang wajib dilindunginya.

_[Fathul wahhab syarah minhajut-thullab 109/1]._

_hal senada juga dijelaskan dalam kitab [syarah Al-mahalli 'ala al-minhaj 258/1]_

_Al-allamah ibn hajar Al-haitami -rahimahullah- pernah ditanya ._

_Al-qadhi iyadh telah menukil dari beberapa ulama' bahwa Penderita penyakit lepra dan kusta dicegah hadir ke masjid dan shalat jumat, dan juga dicegah berbaur atau berkumpul dengan orang lain, apakah pencegahan tersebut berhukum wajib? Atau sunnah??_ 

_Dan apakah penderita penyakit tersebut dikatagorikan sebagai udzur yang menggugurkan kewajiban haji dan umrah, sebab Umrah dan haji itu memerlukan masuk kedalam masjid dan juga mesti berbaur dengan orang lain._

 _Atau apakah dibedakan antara shalat jumat dengan ibadah haji dan umrah, mengingat ibadah haji dan umrah tidak perlu dilakukan berkali-kali, berbeda dengan shalat jumat. Dan apakah haji tathawwu' dianggap seperti haji fardhu atau tidak?._ 

_Maka Al-imam Ibn hajar Radhiyallahu menjawab:_

_Berkata Al-qadhi, berkata sebagian Ulama' . Semestinya apabila salah seorang sudah diketahui menderita penyakit ain, maka dia diasingkan , supaya terhindar dan terjaga darinya, dan semestinya bagi pihak penguasa mencegah agar tak berbaur atau tak berkumpul dengan orang lain, perintahkan untuk berkurung dirumahnya dan cukupi kebutuhan nya jika dia orang tak punya.  Sebab mudharatnya itu lebih berbahaya daripada penderita penyakit kusta. Yang mana penderita kusta ini dicegah oleh sayyidina Umar ibn khattab radhiyallahi anhu dan juga oleh Ulama' setelahnya agar tidak berkumpul atau tak berbaur dengan orang lain,_ 

_Berkata Al-imam Nawawi dalam kitab Syarah Muslim, pendapat ini adalah pendapat yang sohih dan lebih spesifik, dan tak dikatahui pendapat dari Ulama' lain yang menentangnya_ 

_Maka dengan ini diketahui bahwa faktor dicegahnya penderita penyakit lepra atau kusta itu karena dikhawatiri mudharatnya kepada orang lain. Dalam kondisi seperti ini mencegah nya mempunyai kekuatan hukum wajib._

_Dan terhadap pemilik penyakit pandangan ain lebih diwajibkan lagi untuk dicegah agar tak berbaur dengan orang lain menurut pendapat yang muktamad, sebagaimana diketahui dari pendapat Ulama'._ 

_Inti poin dari pencegahan itu adalah agar terhindar dari berbaur dengan orang banyak. Pencegahan itu bukan terhadap masuk masjid, baik itu menghadiri shalat Jumat atau shalat berjemaah, (melainkan lebih kepada agar tak berbaur dan berkumpul dengan orang lain) selagi tidak berbaur atau berkumpul dengan orang banyak maka itu boleh-boleh saja._

_Dengan demikian maka hal-hal diatas tidak dianggap sebagai udzur dari melakukan Ibadah haji atau ibadah umrah, baik itu yang sunnah maupun yang wajib bahkan yang kifayah sekalipun, sebab ibadah haji dan umrah masih bisa memungkinkan untuk dilakukan dengan tidak berbaur dengan orang lain. Dan adapun hal itu tidak memungkinkan (tak bisa menghindari dari berbaur dengan orang lain)_ 

_Maka dijawab, Sesungguhnya kewajiban melaksanakan ibadah an-nusuk (haji dan umrah) lebih dimu'akkadkan daripada kewajiban shalat Jumat, oleh itu maka tidak mengharuskan untuk dikatagorikan sebagai Udzur, maka tak perlu ditanggapi keterangan yang disandarkan kepada kitab Syarah Al-'ubab, bahwa angin yang buruk dianggap sebagai udzur meskipun tidak mengakibatkan berbaur dengan orang lain, wallahu A'lam bis sowab_ 

_(Al-fatawa Kubra Al-fiqhiyyah 212/1)_

Telah disebutkan didalam kitab at-tuhfah oleh Ibn Hajar. Bahwa penderita penyakit Lepra dan kusta dicegah berbaur dengan orang lain, dan diberi nafkah untuk mencukupi kebutuhan nya dari harta simpanan Baitul maal. 

Adapun penyakit yang mudah disembuhkan maka tidak dikatagorikan sebagai Udzur, maka ada kewajiban untuk menghadiri shalat jumat, dan sunnah berusaha untuk penyembuhan.

dengan ini diketahui bahwa syarat gugurnya kewajiban shalat jumat dan berjama'ah adalah apabila tidak ada unsur kesengajaan untuk menggugurkan kewajiban, sebagaimana yang telah dijelaskan didepan, Meskipun sulit untuk disembuhkan, -apabila disengaja agar tidak menghadiri shalat jumat, maka itu tidak dianggapnya sebagai Udzur- 

[Tuhfatul Minhaj bi syarhi Al-minhaj 276/6].

Keterangan serupa juga ada di kitab Nihayatul muhtaj 'ila syarhi Al-minhaj, dari Al-allamah Ar-ramli, (160/2)

Berkata Al-allamah Zakaria Al-anshori -rahimahullah-

tidak memberi komentar dalam kasus lepra dan kusta, namun Al-imam Az-zarkasyi berkata, pendapat yang lebih kuat lepra dan kusta adalah udzur, karena mudharatnya melebihi daripada makan bawang putih. 

Beliau berkata, Al-imam Qadhi iyadh telah menukil dari para Ulama' bahwa penderita penyakit lepra dan kusta dilarang datang ke masjid, juga shalat jum'at dan juga dilarang berbaur dengan orang banyak.

[Asnaa Al-mathalib 215/1]

Sebagaimana shalat berjemaah maka shalat jum'at juga termasuk,

Berkata Al-imam Nawawi -rahimahullah- :

tidak wajib shalat jumat bagi orang yang pada dirinya terdapat udzur-udzur yang meringankan untuk tidak melaksanakan shalat berjama'ah . Berkata Al-imam Ibn hajar, sebagai penjabaran dari apa yang telah dikatakan oleh Imam Nawawi, udzur-udzur jama'ah tersebut adalah apabila datang pada hari jumat, tidak seperti angin kencang yang datang diwaktu malam. (Tidak datang saat waktu shalat jum'at)

Kemudian beberapa Ulama mempermasalahkan, lapar sebagai Udzur, sampai-sampai meninggalkan shalat jum'at, bagaimana status hukum fardhu ain disamakan dengan status hukum sunnah, atau fardhu kifayah? Berkata Al-imam As-subki, Namun sumber mereka adalah perkataan Ibn Abbas -radhiyallahu anhuma- "Jum'at seperti shalat jama'ah" maka dijawab:

sebagaimana yang saya isyaratkan tadi, yaitu mengelakkan qias shalat jum'at kepada Shalat jama'ah, akan tetapi telah sohih secara nash bahwa diantara udzur-udzur Jum'at adalah sakit, maka setiap sesuatu yang serupa yang penderitaan nya sama atau penderitaan nya melebihi, maka itu juga dianggap sebagai katagori udzur jama'ah, maka dengan ini menjadi jelas apa yang mereka katakan adalah benar, dan menjadi terang bahwa perkataan Ibn Abbas -radhiyallahu anhuma- adalah sebagai panguat dari apa yang mereka uraikan bukan sebagai dalil dari apa yang mereka sebutkan. 

(Tuhfatul muhtaj, bisyarhi Al-minhaj 99/2) juga lihat pada kitab (nihayatul muhtaj, 'ila syarhi Al-minhaj 286/2)

*KESIMPULAN*

_Bahwa pakar Ulama' fiqh telah menjabarkan secara jelas bahwa , Penyakit jika sudah nyata menimpa pada sebuah negara atau menimpa seseorang, serta sudah disahkan oleh tenaga medis atau dokter, maka seseorang tersebut, atau penduduk sebuah negara tersebut dicegah untuk melaksanakan shalat berjemaah dimasjid, baik itu shalat jama'ah jum'at maupun shalat jama'ah lain nya, untuk menyelamatkan nyawa orang-orang islam, oleh karena itu maka mereka melaksanakan shalat berjama'ah dirumah masing-masing, sebab menyelamatkan nyawa adalah tujuan paling penting dari agama,_ 

 Allah berfirman :

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

_dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan_.

Juga Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

_Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu._

Adapun menutup masjid-masjid, dan mecegah orang untuk melaksanakan shalat jama'ah dan shalat jumat , tanpa adanya ketertimpa'an penyakit menular seperti covid-19 corona virus, dan tanpa ada pengesahan dari pihak kesehatan di negera ini, terlebih di negeri yaman-hadramaut- maka tidak boleh secara syara' melarang kaum muslimin untuk melaksanakan shalat di masjid-masjid Allah. Sebab


الحكم يدور مع العلة وجوداً وعدماً

_Hukum itu berputar bersama Ilatnya, ada dan tidak adanya illat itu._

Selagi penyakit itu tidak menimpa kepada salah seorang dari kita, maka tidak ada alasan udzur yang diringankan oleh syariat untuk meninggalkan shalat jama'ah atau shalat jum'at. Dan tidak boleh membangun pencegahan didasari oleh perkira'an atau persangka'an semata. Karena

إن درء المفاسد أولى من جلب المصالح إذا تحققت المفسدة من الاجتماع

_Mencegah kerusakan lebih diutamakan daripada menarik kemaslahatan, jika kerusakan itu sudah nyata-nyata ada dalam kumpulan masyarakat_. 

perkir'an atau ragu-ragu atas adanya kerusakan, maka tidak boleh dijadikan sebuah sandaran atau patokan, sementara kemaslahatan shalat berjamaah dan shalat jum'at itu sudah nyata-nyata adanya.

Saya khawatir, orang yang mencegah atau mengosongkan tempat ibadah dari shalat jama'ah dan shalat jum'at tanpa adanya unsur yang memenuhi syarat pencegahan seperti diatas, akan masuk pada golongan orang dzalim dan menghalang-galangi menegakkan shalat dan dzikir di rumah-rumah Allah, Allag subhanahu wa ta'la berfirman,


وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ مَنَعَ مَسَاجِدَ اللَّهِ أَنْ يُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ وَسَعَىٰ فِي خَرَابِهَا ۚ أُولَٰئِكَ مَا كَانَ لَهُمْ أَنْ يَدْخُلُوهَا إِلَّا خَائِفِينَ ۚ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ [سورة البقرة : 114]

_Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalanghalangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat (Al-baqarah :114)_

Dan terhadap para jama'ah shalat harus berhati-hati dan waspada dalam segala hal dari saluran infeksi, terutama pasien yang sistem kekebalan tubuhnya lemah, seperti pasien asma dan diabetes dan sejenisnya, yang rentan terkena dampak bahaya nya, bagi mereka dianggap ada Udzur dalam meninggalkan shalat Berjama'ah dan Shalat Jum'at, 
Dengan perlunya mengambil tindakan pencegahan yang ketat di gerai-gerai negari, memeriksa mereka yang datang ke negeri itu, dan menempatkan mereka dalam isolasi yang tepat sampai menjadi jelas bahwa mereka tidak memiliki penyakit ini.

Penulis : _dr zein bin muhammad Al-aydarus, dosen di universitas Hadramaut,  imam khatib di masjid jami' Ar-raudlah makla._ 

27 rajab 1441 H
22/03/2020 M

Masih pantaskah kita berselisih ditengah pandemi covid-19...?

MASIH PANTASKAH KITA BERSELISIH?


Mengulas tentang covid-19 yang sekarang melanda dunia termasuk negeri tercinta Indonesia ini, semoga cepat berlalu.

Ada sebuah tulisan yang menarik sekali untuk kita cermati dan kita fahami, karena ditengah pandemi masih banyak diantara kita yang berselisih faham, menghujat yang seharus nya tidak terjadi. Karena sesungguhnya covid-19 datang dari Allah dan Allah pula yang berkuasa mengangkat penyakit itu dari muka bumi. 

Namun usaha terus lah dijalankan sebagai penganut agama Islam yang menganut faham hlussunnah wal jamaah harus bersyariat sebagai ikhtiar kita menghadapi pandemi ini supaya tidak jatuh korban lagi dan pandemi segera berakhir.

Tulisan dibawah ini adalah ulasan yang disampaikan oleh saudara kita Muhammad Valdy Nur fattah, semoga  menjadi referensi dan membuka wawasan kita dalam memghadapi  pandemi covid-19.

*MASIH PANTASKAH KITA BERSELISIH?*

Di saat seperti ini, bukan saatnya lagi kita berselisih, apakah harus tetap di rumah atau tetap ke masjid untuk shalat berjama'ah. Bukan, bukan itu pertanyaan besar yang harus kita tanyakan!

Seharusnya yang kita tanyakan, "Masih pantaskah kita berpecah belah di tengah meluasnya wabah?!"

Seharusnya yang kita tanyakan, "Masih harus kah kita bercerai berai di tengah banyaknya air mata yang terburai?!"

Wahai saudaraku, tak sadarkah kalian, bukan kalian saja yang bersedih hati! Kita semua merasakan kesedihan yang sama dalam masalah yang berbeda-beda.

~. *KAMI YANG TETAP KE MASJID*

Taukah kalian, bagi kami yang tetap melangkahkan kaki kami ke masjid, bukan semata-mata ingin melakukan ibadah dan mengikuti sunnah. Namun kami mencoba bermunajat bersama-sama demi diangkatnya musibah. Maka dari itulah, sebagian kami melakukan qunut nazilah saat shalat berjama'ah.

Bagi kami yang tetap ke masjid, kami bersedih karena rumah Kekasih kami perlahan menjadi sepi, padahal tempat-tempat hiburan di tengah kota seperti tempat Karaoke dan Bioskop, sebagiannya masih ramai dipadati. Padahal, tempat ibadah tentu lebih baik dan utama untuk dikunjungi. Kata teladan kami, Rasulullah ﷺ,

مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ

"Di antara tanda baiknya Islam seseorang, adalah meninggalkan hal-hal yang tak bermanfaat baginya." (HR. Tirmidzi no. 2239 dan Ibnu Majah no. 3966)

Sudahlah, hentikan memaki kami dengan hal-hal yang tak kalian mengerti. Karena cinta kami pada masjid, sudah sangat terpatri di hati.

Tak bolehkah kami mengikuti shahabat Nabi, Abu Ubaidah Al jarrah رضي اللّٰه تعالى عنه yang tetap bertahan hingga akhirnya mati syahid di tengah wabah yang ganas menjangkit?!

Karena, meski pun ada resiko kematian yang akan mengintai kami, namun tak bolehkah kami berharap mati syahid sebagaimana shahabat Rasulullah di atas?! Bukankah Rasulullah ﷺ bersabda,

مَا مِنْ عَبْدٍ يَكُونُ فِي بَلَدٍ يَكُونُ فِيهِ وَيَمْكُثُ فِيهِ لَا يَخْرُجُ مِنْ الْبَلَدِ صَابِرًا مُحْتَسِبًا يَعْلَمُ أَنَّهُ لَا يُصِيبُهُ إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ إِلَّا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ شَهِيدٍ

“Dan tidaklah seorang hamba di suatu negeri yang terkena penyakit tha'un dan ia tinggal di sana, ia tidak mengungsi dari negeri itu dengan sabar dan mengharap pahala di sisi ALLAH, ia sadar bahwa tak akan menimpanya selain yang telah digariskan-NYA baginya, selain baginya pahala seperti pahala syahid." (HR. Bukhari no. 6129 dan Ahmad no. 24056)

Saya sangat berharap, bahwa kalian yang memilih tetap melaksanakan shalat berjama'ah dan shalat Jum'at di masjid, apabila ALLAH ﷻ menakdirkan bagi kalian wafat karena virus ini, mudah-mudahan kalian bisa mendapatkan predikat mati syahid.

~. *KAMI YANG MEMILIH SHALAT DI RUMAH*

Namun, taukah juga kalian, bukan pula berarti, bagi kami yang memilih untuk tetap di rumah selama masa inkubasi, artinya kami takut mati. Bukan berarti kami yang tetap di rumah selama masa inkubasi, artinya kami tak punya rasa sedih.

Kami yang memilih untuk tinggal di rumah, turut bersedih karena harus berpisah sementara dengan rumah Sang Kekasih sejati. Kami yang memilih tetap di rumah, turut bersedih karena harus menahan diri untuk tidak bertemu dengan sahabat-sahabat kami yang shalih.

Kami yang memilih tetap di rumah, mengupayakan agar virus ini tidak semakin mewabah. Karena kami peduli dengan kesehatan kalian semua, bukan semata ingin menyelamatkan diri sendiri. Begini lah yang dilakukan shahabat Amr bin Ash رضي اللّٰه تعالى عنه dan rakyat Syams ketika di masa kekhalifahan Umar bin Khaththab رضي اللّٰه تعالى عنه terjadi wabah tha’un yang menewaskan sekitar 20 ribu jiwa, hampir separuh dari jumlah penduduk Syams kala itu.

Kami yang memilih tetap di rumah, juga tetap bermunajat kepada ALLAH ﷻ agar segera menyudahi wabah ini, demi kebaikan kita bersama.

Jangan lah ada di dalam hati kalian rasa benci terhadap kami. Apalagi menuduh kami sebagai orang munafik dan antek PKI. Jelas ini adalah tuduhan yang amat keji. Apalagi mendoakan kami mati karena terjangkit virus ini. Alangkah lebih baiknya bagi kalian untuk senantiasa mendoakan kebaikan bagi semua. Karena doa kalian kepada saudara kalian, adalah doa kalian kepada diri kalian sendiri.

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ وَلَكَ بِمِثْلٍ

“Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) yang berjauhan, melainkan malaikat akan mendoakannya pula, 'Dan bagimu kebaikan yang sama.” (HR. Muslim no. 4912)

Tak bisa kah kalian berpikir positif bahwa kami hanya mengikuti ahli ilmu di antara kami, yang telah mengeluarkan fatwa tentang hal ini?! Sungguh Maha Benar ALLAH ﷻ yang telah berfirman,

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

"Maka bertanyalah pada ahli dzikir (ahli ilmu), jika kalian tidak mengetahui." (QS. Al Anbiya: 7)

Atau kalian tak punya rasa husnuzhan pada ulama dan menuduh mereka lebih takut pada Corona daripada kepada ALLAH ﷻ?! Padahal ALLAH sendiri telah berfirman,

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ

"Sesungguhnya yang paling takut kepada ALLAH di antara hamba-NYA adalah para ulama." (QS. Fathir: 28)

Jangan lah keangkuhan dan ketidaktahuan kita, membuat lisan kita mudah mencela. Jangan pula semangat kita dalam melawan ketakutan, membuat kita malah mudah memandang orang yang berbeda dengan pandangan yang rendah.

Kami yang berdiam di rumah, bukannya tidak mengetahui, bahwa,

صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلَاةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

"Shalat berjama'ah itu lebih utama 27 derajat dari Shalat sendirian." (HR. Bukhari no. 609 dan Muslim no. 1038)

Namun Rasulullah ﷺ juga memerintahkan kita untuk berikhtiar menjauhi wabah sebisa mungkin. Makanya beliau bersabda,

و فِرَّ مِنَ المجذومِ كما تَفِرُّ مِنَ الأسدِ

"Dan larilah kalian dari kusta sebagaimana kalian lari dari singa!" (HR. Bukhari no. 5707)

Tawakkal itu bukan berarti kita bisa pasrah tanpa ada usaha. Dahulu di zaman Nabi ﷺ, ada seorang shahabat yang hendak meninggalkan untanya begitu saja tanpa diikat, dengan alasan untuk ber-tawakkal kepada ALLAH ﷻ. Namun Nabi ﷺ malah bersabda,

اعْقِلْهَا وَتَوَكَّلْ

"Ikatlah lalu ber-tawakkal lah! " (HR. At Tirmidzi no. 2441)

Tak bolehkah kami melakukan daya upaya demi menghindari bahaya yang lebih besar? Bukankah dalam kaidah fiqh disebutkan,

درأ المفاسد مقدم على جلب المصالح

"Menolak mafsadat lebih didahulukan dari mengambil manfaat."

Seandainya banyak di antara kami yang malah mati, bukankah masjid pun akan semakin sepi nanti?!

Kami tak lebih hanya mengikuti himbauan dari para pemimpin kami. Himbauan pemimpin kami yang mengikuti himbauan dari para ahlul 'ilmi. Bukan kah kata Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyah رحمه اللّٰه تعالى,

فكما أن طاعة العلماء تبع لطاعة الرسول، فطاعة الأمراء تبع لطاعة العلماء، ولما كان قيام الإسلام بطائفتي العلماء والأمراء

"Sebagaimana menaati ulama mengikuti ketaatan pada Rasulullah, maka taat kepada umara' (pemerintah) mengikuti ketaatan kepada ulama. Dikarenakan penegakan Islam dilakukan oleh dua golongan yakni ulama dan umara'.” (I'lamul Muwaqqi'in 'an Rabbul 'aalamin: 2/16)

Maka sudahilah merendahkan dan meremehkan upaya kami. Jangan ada lagi yang menuduh kami menjauhi ALLAH ﷻ meski untuk sementara waktu, tidak lagi hadir di rumah-rumah-NYA yang mulia.

Jangan pula menuduh ulama kami bersepakat dalam kebathilan, karena apa yang mereka lakukan adalah ijtihad. Apabila ijitihad-nya benar, maka mereka akan mendapatkan dua pahala. Apabila mereka ijtihad-nya salah, mereka tetap mendapatkan satu pahala. Akan tetapi, apa yang akan kalian dapatkan dari cemoohan dan celaan kalian terhadap fatwa mereka, selain dosa?!

Saya sangat berharap, bagi kaum Muslimin yang memilih tidak ke masjid dalam beberapa waktu ke depan karena udzur ini, semoga ALLAH ﷻ senantiasa menjaga kalian dan kalian tetap bisa mendapatkan pahala yang sama sebagaimana dulunya kalian tetap ke masjid. Hal ini sesuai dengan apa yang Rasul-NYA sabdakan,

إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا

"Jika seorang hamba sakit atau bepergian (lalu beramal) ditulis baginya (pahala) seperti ketika dia beramal sebagai muqim dan dalam keadaan sehat." (HR. Bukhari no. 2774 dan Ahmad no. 18848)

~. *MEREKA YANG MASIH BEKERJA DI LUAR*

Ada di antara manusia yang masih berjuang demi kehidupan keluarganya dengan mempertaruhkan nyawanya sendiri. Yakni mereka yang masih mencari nafkah tanpa lagi peduli, bahwa virus Corona ini senantiasa mengintai di sekitar mereka.

Mereka tetap keluar mencari nafkah demi piring-piring nasi keluarganya yang harus mereka isi.

Tidakkah kalian berempati pada nasib mereka, yang apabila mereka tetap di rumah, bisa saja mereka selamat dari virus Corona, tapi apa mereka sanggup menahan perut-perut mereka yang terus meronta karena tak mendapat asupan makanan?!

Apalagi, sebagian dari mereka, menjual apa yang sehari-hari dibutuhkan masyarakat lainnya yang tetap di rumah. Mereka rela masih berjual-beli di kerumunan pasar, agar tetap ada suplai kebutuhan pokok kalian yang memilih tetap di rumah. Atas izin ALLAH ﷻ, keberadaan mereka di luar sana, bisa menjadi sebab kalian yang di rumah masih bisa memasak dan menikmati makanan untuk keberlangsungan hidup kalian.

Masih pantaskah kita berdebat tentang kondisi kita sendiri, sementara banyak di antara saudara kita yang bahkan konidisinya tak memungkinkan untuk hanya berdiam diri di dalam rumah?!

Belum lagi nasib petugas serta relawan kesehatan dan kemanusiaan. Mereka rela harus tetap berada di luar demi mengatasi wabah yang mendunia ini.

Mereka rela meluangkan banyak waktunya untuk menangani kebutuhan medis sebagian saudara kita yang terkena wabah.

Mereka rela berpisah sementara dari keluarga yang mereka sayangi, demi kita semua!

Mereka harus berani menghadapi resiko besar tertular virus dalam rangka menangani wabah mematikan ini.

Masih kah kita tega berdebat akan apa yang menjadi pilihan kita, sementara mereka yang menjadi garda terdepan dalam melawan virus ini, hampir-hampir kehilangan pilihan pribadinya?!

Mereka sedang berjuang untuk kita. Tak bisakah kita menahan lisan kita untuk tidak lagi saling menggunjing pilihan masing-masing dan turut fokus mendukung perjuangan mereka di luar sana?!

Mereka lebih layak takut daripada kita. Mereka lebih layak mendapatkan dukungan daripada kita. Mereka lebih layak dilindungi, didoakan dan dibantu. Mereka boleh jadi lebih mulia kedudukannya daripada kita. Namun mereka tak pernah memperdebatkan apa yang hari ini menjadikan hati kita berpecah serta menjadikan barisan kita melemah.

Saya berharap ALLAH ﷻ melapangkan rizqi mereka, memudahkan urusan-urusan mereka dan mengganjar mereka dengan pahala yang berlipat ganda.

*KABAR GEMBIRA UNTUK KAUM MUSLIMIN*

Hendaknya, ujian kali ini bisa menjadikan kita bersatu dalam berperan positif mencegah dan mengatasi penyebaran virus yang ada.

Dan jadikan moment ini sebagai moment untuk ber-muhasabah. Hisablah dosa-dosa kita sendiri. Jangan-jangan karena dosa dan maksiat kita sendiri lah, ujian ini melanda. ALLAH ﷻ berfirman,

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan ALLAH memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syuraa: 30)

Perbanyaklah memohon ampunan kepada ALLAH ﷻ. Siapa tahu, dari istighfar dan taubat kita ini, ALLAH memberikan jalan keluar dari setiap masalah yang dihadapi, sebagaimana firman-NYA,

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Dan ALLAH sekali-kali tidak akan mengadzab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) ALLAH akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.” (QS. Al-Anfal: 33)

Tak perlu takut berlebihan dan jangan juga meremehkan. Karena segala sesuatu tentu sudah diatur oleh-NYA. Ber-husnuzhan lah kepada ALLAH ﷻ, karena kata Nabi ﷺ,

مَا أَنْزَلَ اللَّهُ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً

"Tidaklah ALLAH menurunkan suatu penyakit, kecuali DIA pula yang menurunkan obatnya." (HR. Bukhari no. 5246, Abu Daud no. 3357 dan Ibnu Majah no. 3429)

Bersabarlah wahai saudara-saudaraku yang kucintai. Karena sesungguhnya setiap keadaan adalah baik bagi kaum Muslimin. Sesuai sabda Rasulullah صلى اللّٰه عليه و سلم,

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

"Perkara orang mukmin itu mengagumkan, sesungguhnya semua keadaannya baik dan itu tidak dimiliki seorang pun selain orang mukmin. Bila tertimpa kesenangan, ia bersyukur dan syukur itu baik baginya dan bila tertimpa musibah, ia bersabar dan sabar itu baik baginya." (HR. Muslim)

Dan sesuai janji ALLAH ﷻ dalam firman-NYA,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ

"Waha orang-orang beriman, mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat, sesungguhnya ALLAH bersama orang-orang yang bersabar." (QS. Al Baqarah: 153)

Mari kita satukan kembali hati kita yang berserakan. Jauhkan diri dari rasa dengki dan benci. Kita sama-sama berupaya dengan segala sarana yang ALLAH telah jadikan sebab, sembari terus bertawakkal kepada-NYA. Kita melangkah bersama untuk mendukung setiap gerakan positif yang dilakukan saudara-saudara kita, demi kebaikan yang akan kita tuai bersama.

بارك اللّٰه فيكم جميعًا

_(Saudara kalian, Muhammad Valdy Nur Fattah)_

Tradisi warga Banua

Ditulis oleh
Rohmiah

Warga Banua khusus nya Martapura

Tradisi warga Banua pada saat datang bulan Maulid atau bulan Rabiul awwal, mereka berbondong-bondong dan gotong royong melaksanakan peringatan maulid Nabi, meraka beurunan atau menghimpun dana swadaya masyarakat untuk melaksanakan acara tersebut.

Kemudian jika sudah sampai hari yang ditentukan warga banua akan menghias tempat acara dengan arguci yang tak lain adalah kain yang disusun arguci sebagai penghias dinding mesjid/ musholla/ aula sekolah.

Di setiap kampung selalu bergantian acara tersebut dilaksanakan dengan mengundang seorang guru/ Alim ulama yang akan membacakan hadis dan pencerahan mengenai peristiwa lahir nya junjungan kita Nabi Muhammad SAW.

Adapun dibawah ini adalah susunan acara yang sering dibacakan oleh Pembawa acara.

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
Bismillahirrahmanirrohim
Alhamdulillahirobbil alamin, wabihi nastain ala umuriddunya waddin lahaula wala quwata illa billahilaliyyilazim
Wassolatuwassalamuala sayyidilmursalin waala alihi wasohbihi ajmain amma ba'du

Yang saya hormati dan saya muliakan ibu penceramah yang datang dari Martapura
Yang says hormati guru-guru agama, tokoh-tokoh masyarakat dan undangan yang berbahagia

Alhamdulillah selalu kita ucapkan karena dengan karuniaNya sehingga kita bisa berkumpul bersilaturahmi dalam rangka memperingati maulid nya Nabi besar Muhammad saw,

Sholawat dan salam tercurah keharibaan junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat, dan orang orang yang mengikuti jejak langkah beliau dari dulu sekarang ila yaumil kiamah.

Baik lah akan saya bacakan susunan acara kita pada hari ini.
Acara 1, pembukaan,
Acara ke 2kalam ilahi,
Acara  ke 3 ceramah agama seputar maulid nya Nabi besar Muhammad SAW
Acara ke 4 tahlil dan doa serta penutup

Baiklah untuk membuka acara pada hari ini  saya mintakan dengan segala hormat kepada ibu Penceramah, disilakan
Terimakasih, semoga acara kita berjalan dengan lancar

Memasuki acara yang ke 2 , kalam ilahi, untuk ini kami mintakan kepada ibu Bayyinah untuk melantunkan ayat ayat suci Alquran.
Semoga  yang membacakan ayat alquran tadi dan kita yang mendengarkan mendapat limpahan pahala yang berlipat ganda ,,aamiin...

Acara selanjutnya yaitu ceraamah agama sekitar maulid nya nabi besar Muhammad SAW....kepada Ibu disilakan,
Semoga kita dapat mengambil hikmah dan intisari dari ceramah beliau serta dpat mengamalkan dalam kehidupan sehari hari..aamiin

Acara dilanjutkan dengan tahlil dan doa kepada Ibu kami mintakan kembali untuk memimpin tahlil dan doa...

Dengan berakhirnya doa tadi maka berakhir pula lah acara kita pada hari ini, semoga kita dapat mengambil hikmah, intisari dan dapat mengamalkan dalam kehidupan sehari hari,
Akhirnya saya atas nama panitia mengucapkan ampun dan maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan, terimakasih atas segala perhatian  partisipasinya.

Wallahulmuwafiq ila aqwamitthoriq
Wassalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh..

Saturday, April 18, 2020

NU BANJAR PEDULI COVID 19 MENGHIMPUN DANA UNTUK DI SALURKAN KEPADA MASYARATAKAT YANG TERKENA DAMPAK COVOD 19

Gerakan sedekah tolak bala

Ayo berpartisipasi melawan covid-19 •
Donasi NU Banjar Peduli Covid-19 ---------------------------------------
Mari Saling Peduli #CegahCovid19 melalui:

Bank Kalsel Syariah
an. NU CARE LAZISNU BANJAR
934 03 11 00348 1

Konfirmasi donasi:  0813 4941 4942
.
.
Layanan NU Peduli Cegah Covid-19
Posko utama: Gedung NU Banjar
Hotline: 0821 3133 8030
.
.
.
Kunjungi: banua.co

Follow: @lazisnu.banjar

#NUPeduli #NUCare #NUShare #LAZISNU #Peduli #Berbagi #Zakat #Sedekah #Donasi #KoinNU #EnergyOfZakat #EnergyOfSedekahJumat #EnergyOfInfak #MerdekakanMustahik #KOINMuktamarNU #KOINMuktamar #Muktamar #KemandirianNahdliyyin #KemandirianJamiyyah #SpiritKemandirian #RamadhanGembira #NUPeduliCovid19 #NUPeduliCorona
#DiRumahAja #NUPeduliCovid19 #LAZISNUBANJAR #martapura #kalsel #banjar #NUBanjarPeduli

https://www.instagram.com/p/B-eZQ84H0Lr/?igshid=1wc0uof7sf3jm

Salam sehat untuk seluruh Indonesia

Saturday, June 10, 2017

Majlis tabarrukan

Pada haul yang ke 13 Habib Muhamaad bin alawi almaliki Alhasani di pondok pesantren Yasin Guntung Manggis hari Sabtu tanggal 10 Juni 2017/ 15 Romadhon 1438 H telah dihadiri ribuan masyarakat Kalimantan Selatan.

Pada pelaksanaan haul kali ini dihadiri oleh anggota badan Junjungan Rasulullah nabi yang Mulia Muhammad SAW.  yaitu rambut beliau Nabi junjungan kita yang didatangkan dari Turki.

Jemaah banyak yang datang dari penjuru kalimantan,  guna mengambil berkat dengan harapan mendapat berkah dari beliau.

Acara dimulai ba'da asar dengan terlebih dahulu membaca hizib Imam Nawawi dilanjutkan dengan membaca Manakib Habib mUhammad Bin Alawi Almaliki Alhasani imam ahlussunnah waljama' ah.  Selanjutnya membaca tawasulat. Sesudah itu kita sama sama bertahlil dan buka puasa bersama.

Sesudah buka puasa bersama acara dilanjutkan dengan Sholat magrib,  sholat Isya dan sholat tarawih berjamaah.

Majlis tabarukan mencium dan menjunjung rambut Rosulullah untuk jemaah laki laki di laksanakan sesudah sholat tarawih dan jemaah perempuan dilaksanakan hari ahad tanggal 11 Juni 2017 / 16 Romadhon 1438 H.

Alhamdulillah masyarakat kalimantan selatan bisa tabarukan

Tuesday, June 6, 2017

Karya ke dua "Andai aku burung"

Andai aku burung karya bintu Abdullah http://ippnu-kab-banjar.blogspot.com/2017/05/andai-aku-burung-karya-bintu-abdullah.html

Sunday, June 4, 2017

Takdir Tuhan karya bintu 'Abdullah

Takdir Tuhan
Sepi kurasa walau berada di keramaian
Sunyi senyap menyelimuti hati
Suasana gaduh tak berpengaruh bagi ku
Yang jauh yang selalu terkenang
Sengaja menepi karena merasa diri hanyalah setitik debu
Mengharap asa yang tak kunjung datang
Tersenyum... Seakan tak terjadi apa apa
Ikut serta kesana kemari walau hati entah kemana
Lelah menjadi pemain,  sekalipun hanya pemain cadangan
Menjadi penonton yang baik yang jadi pilihan
Oooh...jadi begitu?
Akhirnya ber oooh.....dan kata oooh  sebagai penutup
Semakin kesini semakin faham
Hadapi kenyataan setajam pedang
Hadapi kebenaran sepahit empedu
Hadapi dengan hati yang lapang
Keberanian menghadapi nya adalah karunia
Asa yang sempat hilang menuju arah yang sebenarnya
Keyakinan dan kepercayaan
Campur tangan tuhan pasti berjaya

Friday, May 19, 2017

Andai aku burung karya bintu Abdullah

Andai aku burung

Andai aku burung, Aku akan terbang
Sesaat lagi aku akan pulang
Membawa secercah harapan
Untuk mengayuh bahtera masa depan

Andai aku burung,  akan ku raih bintang
Ku serahkan padamu, tuk di genggam
Sebagai bukti janji ku bukan hanya hayalan
Namun sebuah kenyataan

Tapi apalah daya
Aku hanyalah wanita biasa
Sayap ku tak punya
Apalagi terbang tinggi di angkasa

Aku hanya berdoa
Semoga mimpi menjadi nyata
Dengan doa dan usaha
Sebagai tawakkal pada sang pencipta

Istikharoh selalu ku lakukan
Meminta petunjuk dan bimbingan
Sabar dan sabar sebagai jawaban
aku hanyalah menunggu takdir Tuhan

Dengan bekal istikharoh itu
Aku pun berbenah untuk perbaikan diriku
Semoga Allah selalu melindungiku
Dari segala hal yang menyesatkanku

Senandung Alfatihah

Dengan menyebut nama Mu ya Allah
Yang maha pengasih penyayang
Segala puji bagi Mu ya Allah
Tuhan semesta alam
Engkau yang maha pengasih dan penyayang
Yang menguasai hari hari pembalasan
Hanyalah kepadamu kami menyembah
Dan pada mu kami mohon pertolongan
Tujukakalah kami ke jalan yang lurus
Jalan orang orang yang kau beri nikmat
Bukan jalan mereka yang kau murkai
Dan bukan pula jalan mereka yang sesat
Aamiin.... Ya Robbal Aalamiin...

Senandung alquran

Ya Allah sayangi kami dengan quran
Bagi kami quran imam dan cahaya
Petunjuk dan rohmah
Ya Allah tegurlah kami
Bila melalaikannya dan ajarkan
Mukjizat alquran
Yang menjadi sumber rezeqi
Sepanjang malam dan sepanjang siang hari
Jadikan alquran perisai ya allah tuhan kami

Aku dan kamu karya bintu Abdullah

Aku dan kamu

Aku sadar bahwa aku
Bukanlah siapa - siapa mu
Aku hanyalah teman untuk mu
Tidak lebih dari best friend mu

Aku masih pada prinsipku
Untuk menjadi orang yang berguna
Kau ataupun orang lain akan ku bantu
Dengan mengharap ridho Allah sahaja

Ada orang yang bertanya siapa mu
Dalam semua tulisanku
Mu yang aku maksud adalah kamu
Iya... Kamu yang dulu mengisi hatiku

Saat ini aku hanya orang biasa
Bagai debu yang berterbangan
Mu yang mengisi hatiku hanyalah teman biasa
Sekarang Aku mulai bisa melupakan

Besok atau lusa
Kita pasti bertemu
Dengan tambatan hati kita
Yang sudah ditentukan oleh Allah yang satu