Showing posts with label warganu. Show all posts
Showing posts with label warganu. Show all posts

Monday, November 9, 2020

Habib Rizieq Pulang, Begini Pesan Kiai Said untuk Warga NU (9 November 2020)


Info warga banua, Jakarta - 
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Said Aqil Siroj menyampaikan pesan pentingnya bertawasul kepada para Ahlul Bait bagi masyarakat. 

Pada saat Istighotsah di Gedung PBNU yang di selenggarakan Lembaga Dakwah PBNU pada 30 Oktober 2019 lalu kiai Said mengajak kita semua mencintai dan menghormati para habaib keturunan Rasulullah SAW. 

“Kita harus hormat pada habaib, Allah memerintahkan Nabi Muhammad, ‘Muhamamad katakan saya tidak mau bayaran, nggak ingin imbalan, satu yang saya minta, cintailah keturunan ku’. Maka kita wajib menghormati habaib. Semua habib nggak pandang bulu kita harus hormat, Habib Jindan, Habib Lutfi, Habib Syech,” tutur Kiai Said 

Imbauan yang disampaikan oleh Kiai Said tersebut sebagaimana dikemukakan oleh salah seorang Habib yang merupakan dzuriyah Rasulullah SAW bernama, Allamah Sayyid Abdullah bin Alawi Al-Haddad (1634-1720 M) dalam kitabnya berjudul Al-Fushul al-‘Ilmiyah wal Ushul al-Hikamiyyah (Dar Al-Hawi, Cet. II, 1998, hal. 89)

لأهل بيت رسول الله صلى الله عليه وسلم شرف، ولرسول الله صلى اللهعليه وسلم بهم مزيد عناية وقد أكثر على أمته من الوصيّة بهم والحث على حبّهم ومودتهم. وبذالك أمرالله تعالى في كتابه في قوله تعالى: “قل لا أسألكم عليه أجرا إلا المودة في القربى” .(الشورى، ٢٣) ـ

Artinya: “Ahlul Bait memiliki kemuliaan tersendiri, dan Rasulullah telah menunjukkan perhatiannya yang besar kepada mereka. Beliau berulang-ulang berwasiat dan mengimbau agar umatnya mencintai dan menyayangi mereka. Dengan itu pula Allah subhanahu wataála telah memerintahkan di dalam Al-Qur’an dengan firman-Nya: “Katakanlah wahai Muhammad, tiada aku minta suatu balasan melainkan kecintan kalian pada kerabatku.” (QS 42:23).

Menurut Kiai Said, ada dua alasan yang mengharuskan masyarakat untuk menghormati Ahlul Bait. Pertama, yaitu karena hal tersebut merupakan salah satu perintah atau aturan dari hadist di atas. Kedua, yaitu karena menghormati Ahlul Bait merupakan salah satu sarana untuk menjaga ukhuwah Islam.

Jemaah yang hadir lalu menyebut nama Habib Rizieq. “Habib Rizieq, iya. Alasan yang paling utama adalah karena perintah Alquran tadi dan kedua sesama ukhuwah islamiah,” ujarnya.

Dia mengatakan para kiai dan santri NU sangat menghormati Habib.Bahkan, saat ditemui usai acara, Kiai Said mengatakan sikap menghormati para habib merupakan perintah Allah dalam al-Quran. 

“Ya kita hormatilah. Tidak boleh kita kriminalisasikan, nggak boleh kita hina, harus kita hormati,” sambungnya soal bentuk penghormatan kepada para habib itu.

Ijazah Hizb Nashr
Kiai Said juga menceritakan mengenai ijazah Hizib Nashr. Menurut beliau, ijazah tersebut berisi mengenai arti penting menjaga silaturahim dengan para Ahlul Bait.

“Jadi, ijazah Hizib Nashr ini, artinya kita membangun silaturahim, artinya antara kita yang masih awam ini, yang masih terikat terbatas dengan kepentingan materi kepentingan fisik, maka kita hubungkan dengan para Auliya yang sudah lepas dari sekat-sekat fisik, sudah berada di alam universal,” jelasnya.

Kiai Said menjelaskan bahwa kita harus menjaga silaturahim dengan para Auliya, meskipun beliau-beliau sudah wafat. Hal ini dikarenakan ruh-ruh beliau sudah berada di alam universal, sehingga manusia yang ruhnya masih terhalang fisik harus selalu berhubungan dengan beliau.

“Insyaallah bergabung dengan ruhnya (para Auliya) menjadi ruhiyah yang dinaungi oleh Nur Muhammad. Mudah-mudahan kita semua bergabung dengan beliau-beliau,” jelas Kiai Said.

Di akhir, Kiai Said juga menyampaikan bahwa menjaga silaturahim kepada para Auliya yang sudah wafat dapat dilakukan dengan ziarah kubur dan mengirimkan al-Fatihah. 

"Sedangkan bagi para Auliya yang masih hidup dapat dilakukan dengan mencium tangan dan hormat kepada beliau," Tutup ketua PBNU kiai Said. 

Dilansir dari dakwah PBNU
*Fadhilla Berliannisa (Mahasiswi Univ Diponegoro)

Saturday, November 7, 2020

Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) Menyelenggarakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Ini amanat Wakil presiden

Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) Menyelenggarakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Ini amanat Wakil presiden

Warganu-kab-banjar, JAKARTA - Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) senggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di masjid Istiqlal dan secara Virtual . Kamis (29/10/2020)

Acara dengan tema “Maulid Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa” itu dihadiri oleh Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin yang dalam amanatnya menyampaikan bahwa kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW merupakan karunia besar dari Allah SWT pada umat manusia dan pantas jadi suri tauladan kita. 

"Sudah sewajarnya apabila umat Islam bergembira dengan kelahirannnya untuk meneladani perjalanan hidupnnya," ujar kiai Ma'ruf.

Peringatan Nabi Muhammad SAW dapat dijadikan momentum refleksi atau muhasabah dalam membangun rumah tangga, masyarakat, bangsa dan negara. Nabi Muhammad SAW adalah satu-satunya manusia yang pantas kita jadikan teladan dan rule model dalam semua hal. Sesuai dengan firman Allah SWT dalam al-Quran surat Al-ahzab ayat 21.

KH. Ma’ruf Amin juga menceritakan tentang Nabi Muhammad muda.

“Jauh sebelum beliau mengemban amanat risalah dan nubuwah beliau sangat dipercaya dan memiliki prilaku terpuji sehingga siapapun yang berinteraksi dengan beliau akan langsung menaruh kepercayaan kepada beliau. Semua sifat seorang pengemban risalah dan nubuwah telah melekat pada diri beliau sebelum diangkat menjadi rasul dan nabi.” jelas ketua Non aktif itu.

Diriwayatkan dalam kitab-kitab tarikh bahwa terdapat pendeta Nasrani bernama Bukhaira yang meramalkan bahwa beliau akan menjadi nabi terakhir pada saat itu usia beliau masih 12 tahun, jauh dari masa kenabian. Ramalan pendeta tersebut berdasarkan kecocokan antara sifat dan tanda yang ada pada diri nabi Muhammad SAW sesuai dengan informasi yang ada dalam kitab suci Injil. Selain itu beliau sudah dikenal memiliki kecerdasan yang luar biasa ‘fathonah’ hal itu direkam dalam kitab tarikh salah satunya saat terjadi perselisihan hebat para pemimpin Quraisy terkait siapa yang paling berhak memasang kembali hajarul aswad ditempatnya pasca dialkukan renovasi. Mereka sepakat untuk menunjuk sayyidana Muhammad SAW muda mencari solusinya. 

"Maka dengan bijak beliau meminta para pemimpin Quraisy bersama-sama memindahkannya dengan cara masing-masing memegang sisi kain yang ditengahnya ada hajar aswad. Dengan demikian para pemimpin Quraisy merasa sama-sama dimuliakan dan mempunyai peran yang setara dengan pembangunan kembali ka’bah,” terang kiai Ma'ruf. 

Selanjutnya wakil presiden juga mengajak kita semua untuk meneladani sifat dan karakter Rasul Sayyidina Muhammad SAW.

“Sikap dan kepribadian yang dicontohkan nabi Muhammad SAW tersebut saat ini tidak mudah untuk diterapkan diera saat ini seakan sulit menaruh kepercayaan kepada pihak lain bahkan kepada pemimpinnya sediri. Oleh karena itu pada kesempatan Maulid rasul ini mari kita sebagai umat sayyida Muhammad SAW mencontoh dan meneladani sifat dan karakter beliau sehingga dengan kehadiran kita bukan menjadi suul bagi orang lain,” tuturnya.

“Diantara teladan yang bisa kita tiru adalah bagaimana beliau melakukan perubahan masyarakat ketika itu, beliau dikenal sebagai pemimpin yang berhasil melakukan perubahan dan perbaikan dari masayarakat jahiliyah meuju masyarakat yang unggul atau kahiro ummah yang dilakukan hanya dalam waktu 23 tahun," tambahnya.

Perlu diketahui dalam melakukan perubahan itu beliau melakukan hal-hal berikut:
1. Perbaikan akhlak dan mental.Beliau benar-benar menyiapkan akhlak dan mental para sahabat agar siap membela dan mendukung setiap kebijakan yang ditetapkan oleh beliau termasuk dalam melakukan perubahan dan perbaikan masyaraka, dengan akhlak terpuji dan mental yang kuat terjadi perubahan pundamental menuju masyarakat yang khairo ummah. 
2. Mempersatukan suku-suku yang bermusuhan Rasul datang dengan membawa ajaran bahwa perbedaan suku seharusnya tidak menjadi penyebab terjdinya permusuhan dan peperangan tapi seharusnya menjadi kekuatan untuk saling mengenal dan bekerja sama. Rasulullah telah berhasil mempersaudarakan kaum muhajirin dan kaum anshor. Apa yang dibutuhkan oleh sahabat yang berhijrah dari mekah kaum muhajirin disediakan odan dipenuhi oleh para sahabat yang ada di Madinah. Hali ini lah yang nantinya menjadi faktor penting terciptanya gelombang perububahan yang digelorakan oleh Rasul SAW.
 3. Mempersatukan umat muslim Muhajirin maupun Anshor dengan umat agama lain Sebagaimana diketahui pada saat itu Madinah bukan hanya dihuni oleh umat muslim tetapi ada penduduk Madinah yang memeluk agama lain terutama Yahudi dan Nasrani. Rasulullah mengikat dengan Piagam Madinah, yang isinya adalah kesamaan hak dan kewajiban antar penduduk Madinah yang berbeda agama dan suku dengan memepertahankan Madinah dari serangan Musuh, saling menghormati kayakinan masing-masing dalam membangun keadilan. 
4. Penegakan Hukum secara adil Siapa saja mempunyai kedudukan yang sama didepan hukum baik dia rakyat biasa, pejabat, bangsawan, orang biasa, orang kaya atau bahkan sanak saudara. Setiap kejahatan yang dilakukan oleh siapa saja pasti diproses hukum sesuai dengan kadar kesalahannya, Rasulullah telah menjalankan secara konsisten kesetaraan dihadapan hukum ‘equal before the law’ yang saat ini kita kenal dengan salah satu prinsip hukum. Penegakan hukum secara adil merupakan pilar utama terwujudnya masyarakat yang unggul khairo ummah sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. 
 5. Merombak Sistem ekonomi ribawiBeliau dikenaldan dipercaya sebagai manager bisnis yang handal. Sistem ekonomi yang dibangun oleh Rasul bukanlah yang mengejar pada pendapatan ataupun keuntungan semata namun juga harus diimbangi dengan pemerataan pendapatan yang saat ini kita kenal dengan ‘equal distribution of incom’ agar kekayaan tidak terpusat pada orang-orang tertentu saja. 

"Lima hal tersebut yang antara lain menjadi pilar penting keberhasilan beliau dalam membentuk masyarakat dan bangsa baru yang berpusat di Madinah yang disebut sebagai bangsa terbaik khairo ummah. Apa yang dialkukan rasul meruapkan teladan yang patut kita contoh dan ikuti. Semoga bangsa kita bangkit dan menjadi bangsa yang terbaik dimasa yang akan datang ” tutup beliau.