Showing posts with label banjar. Show all posts
Showing posts with label banjar. Show all posts

Monday, November 9, 2020

Keistimewaan Rasul SAW Tak Akan Pudar Oleh Waktu, Sang Perindu Selalu Hadir dengan Air Mata Kerinduan

Info warga banua, Martapura - Keistimewaan Rasul SAW Tak Akan Pudar Oleh Waktu, Sang Perindu Selalu Hadir dengan Air Mata Kerinduan

Sayidah Aminah berkata, “Ketika aku mengandung “Kekasihku” Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam, di awal masa kehamilanku, yaitu bulan Rajab.

Suatu malam, ketika aku dalam kenikmatan tidur, tiba tiba masuk seorang laki-laki yang sangat elok parasnya, wangi aromanya, dan tampak sekali pancaran cahayanya.

Dia berkata, “Marhaban bika Ya Muhammad (Selamat datang untukmu Wahai Muhammad)”.

Aku bertanya, “Siapa engkau?”

Ia menjawab “Aku Adam, ayah sekalian manusia”

“Apa yang engkau inginkan?”

“Aku ingin membawa kabar gembira. Bahagialah engkau wahai Aminah, engkau sedang mengandung “Sayyidil Basyar” (Pemimpin Manusia)”

Pada bulan kedua datang seorang laki-laki, seraya berkata, “Assalamu’alaika Ya Rasulallah (Salam untukmu wahai utusan Allah)”.

Aku bertanya, “Siapa engkau?”

Ia menjawab, “Aku Tsits”

“Apa yang engkau inginkan”

“Aku ingin menggembirakanmu, bergembiralah wahai Aminah, engkau sedang mengandung “Shohibut Ta’wil wal Hadits” (Pemilik Ta’wil dan Hadits)”

Pada bulan ketiga datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya Nabiyallah (Salam untukmu wahai Nabi Allah)”.

Aku bertanya, “Siapa engkau?”

Ia menjawab, “Aku Idris”

“Apa yang engkau inginkan”

“Gembiralah engkau Ya Aminah, engkau sedang mengandung “Nabiyir Ro-iis” (Nabi Pemimpin)”.

Pada bulan keempat datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya Habiballah (Salam untukmu wahai Kekasih Allah)”.

Aku bertanya, “Siapa engkau?”

Ia menjawab, “Aku Nuh”

“Apa yang engkau inginkan”

“Bahagialah wahai Aminah, engkau sedang mengandung “Shohibun Nashri wal Futuh” (Pemilik Pertolongan dan Kemenangan)”.

Pada bulan kelima datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya shafwatallah (Salam untukmu wahai Sahabat Karib Allah)”.

Aku bertanya, “Siapa engkau?”

Ia menjawab, “Aku Hud”

“Apa yang engkau inginkan”
“Bergembiralah wahai ibu Aminah, engkau sedang mengandung “Shohibusy Syafa’ah fil yawmil Masyhud” (Pemilik Syafaat di Hari persaksian/ Hari kiamat)”.

Pada bulan keenam datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya Rohmatallah (Salam untukmu wahai kasih sayang Allah)”.

Aku bertanya, “Siapa engkau?”

Ia menjawab, “Aku Ibrohim AlKholil”

“Apa yang engkau inginkan”

“Bahagialah engkau Ya Aminah, engkau sedang mengandung “Nabiyil Jalil” (Nabi yang Agung)”.

Pada bulan ketujuh datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya manikhtaarohullah” (Salam untukmu wahai orang yang telah dipilih Allah)”.

Aku bertanya, “Siapa engkau?”

Ia menjawab, “Aku Isma’il Adz-Dzabih (Yang disembelih)”

“Apa yang engkau inginkan”

“Gembiralah Ya Aminah, engkau sedang mengandung “Nabiyil Malih” (Nabi yang Elok)”.

Pada bulan kedelapan datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya Khirotallah” (Salam untukmu wahai pilihan Allah)”.

Aku bertanya, “Siapa engkau?”

Ia menjawab, “Aku Musa putra Imran”

“Apa yang engkau inginkan”

“Kabar gembira Ya Aminah, engkau sedang mengandung “Man Yunzalu ‘alaihil Qur’an” (Orang yang akan diturunkan padanya Al-Qur’an)”.

Pada bulan kesembilan, yakni bulan Robi’ul Awwal, datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya Rosulallah” (Salam untukmu wahai utusan Allah)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”

Ia menjawab, “Aku Isa putra Maryam”

“Apa yang engkau inginkan”

“Gembiralah engkau Ya Aminah, engkau sedang mengandung “Nabiyil Mukarrom wa rosulil mu’adhom” (Nabi yang dimuliakan dan Rasul yang diagungkan)”.

Di lansir dari Syaikh Nawawi Banten, Maulid Ibriz, hlm 17-19.

Detik-detik Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Telah disebutkan bahwa sesungguhnya pada bulan ke sembilan kehamilan Sayyidah Aminah (Robi'ul-Awwal) saat hari-hari kelahiran Nabi Muhammad saw sudah semakin dekat, Alloh swt semakin melimpahkan bermacam anugerah-Nya kepada Sayyidah Aminah mulai tanggal 1 hingga malam tanggal 12 Robiul-Awwal malam kelahiran Al-Musthofa Muhammad saw.

Pada Malam Pertama (ke 1) :

Alloh swt melimpahkan segala kedamaian dan ketentraman yang luar biasa sehingga Sayyidah Aminah merasakan ketenangan dan kesejukan jiwa yang belum pernah dirasakan sebelumnya.

Pada malam ke 2 :

Datang seruan berita gembira kepada ibunda Nabi Muhammad saw yang menyatakan dirinya akan mendapati anugerah yang luar biasa dari Alloh swt.

Pada malam ke 3 :

Datang seruan memanggil :
“Wahai Aminah … sudah dekat saat engkau melahirkan Nabi yang agung dan mulia, Muhammad Rosululloh saw yang senantiasa memuji dan bersyukur kepada Alloh swt.”

Pada malam ke 4 :

Sayyidah Aminah mendengar seruan beraneka ragam tasbih para malaikat secara nyata dan jelas.

Pada malam ke 5 :

Sayyidah Aminah mimpi bertemu dengan Nabi Alloh Ibrohim as.

Pada malam ke 6 :

Sayyidah Aminah melihat cahaya Nabi Muhammad saw memenuhi alam semesta.

Pada malam ke 7 :

Sayyidah Aminah melihat para malaikat silih berganti saling berdatangan mengunjungi kediamannya membawa kabar gembira sehingga kebahagiaan dan kedamaian semakin memuncak.

Pada malam ke 8 :

Sayyidah Aminah mendengar seruan memanggil dimana-mana, suara tersebut terdengar dengan jelas mengumandangkan :
“Berbahagialah wahai seluruh penghuni alam semesta, telah dekat kelahiran Nabi agung, Kekasih Alloh swt Pencipta Alam Semesta.”

Pada malam ke 9 :

Alloh swt semakin mencurahkan rohmat kasih sayang kepada Sayyidah Aminah sehingga tidak ada sedikitpun rasa sakit, sedih, susah, dalam jiwa Sayyidah Aminah.

Pada malam ke 10 :

Sayyidah Aminah melihat tanah Tho’if dan Mina ikut bergembira menyambut akan kelahiran Nabi Muhammad saw.

Pada malam ke 11 :

Sayyidah Aminah melihat seluruh penghuni langit dan bumi ikut bersuka cita menyongsong kelahiran Sayyidina Muhammad saw.

Malam detik-detik kelahiran Nabi Muhammad saw, tepat tanggal 12 Robi’ul-Awwal di sepertiga malam. Di malam ke 12 ini langit dalam keadaan cerah tanpa ada mendung sedikitpun. Saat itu Sayyid Abdul Mutholib (kakek Nabi Muhammad saw) sedang bermunajat kepada Alloh swt di sekitar Ka’bah. Sedangkan Sayyidah Aminah sendiri di rumah tanpa ada seorang pun yang menemaninya.

Tiba-tiba Sayyidah Aminah melihat tiang rumahnya terbelah dan perlahan-lahan muncul 4 wanita yang sangat masing² sangat jelita, anggun dan cantik, diliputi dengan cahaya kemilau yang memancar serta semerbak harum memenuhi seluruh ruangan.

Wanita pertama datang berkata :
”Sungguh berbahagialah engkau wahai Aminah, sebentar lagi engkau akan melahirkan Nabi yang agung, junjungan semesta alam. Beliaulah Nabi Muhammad saw. Kenalilah aku, bahwa aku adalah istri Nabi Alloh Adam as, ibunda seluruh ummat manusia, aku diperintahakan Alloh untuk menemanimu.”

Kemudian datanglah wanita kedua yang menyampaiakan kabar gembira :
“Aku adalah istri Nabi Alloh Ibrohim as yang diperintahkan Alloh swt untuk menemanimu.”

Begitu pula menghampiri wanita yang ketiga :
”Aku adalah Asiyah binti Muzahim yang diperintahkan Alloh untuk menemanimu.”

Datanglah wanita ke empat :
”Aku adalah Maryam, ibunda Isa as datang untuk menyambut kehadiran putramu Muhammad Rosululloh.”

Sehingga semakin memuncak rasa kedamaian dan kebahagiaan ibunda Nabi Muhammad saw yang tidak bisa terlukiskan dengan kata-kata.

Keajaiban berikutnya Sayyidah Aminah melihat sekelompok demi sekelompok manusia bercahaya berdatangan silih berganti memasuki ruangannya dan mereka memanjatkan puji-pujian kepada Alloh swt dengan berbagai macam bahasa yang berbeda.

Detik berikutnya Sayyidah Aminah melihat atap rumahnya terbuka dan terlihat oleh beliau bermacam-macam bintang di angkasa beterbangan yang sangat indah berkilau cahayanya.

Detik berikutnya Alloh swt memerintahkan kepada Malaikat Ridhwan agar mengomandokan seluruh bidadari sorga agar berdandan cantik dan rapi, memakai kain sutra dan segala macam bentuk perhiasan dengan bermahkotan emas, intan permata yang bergemerlapan, dan menebarkan wangi-wangian sorga yang harum semerbak ke segala penjuru, lalu beribu ribu bidadari² itu dibawa ke alam dunia oleh Malaikat Ridhwan, terlihat wajah bidadari² itu gembira.

Lalu Alloh swt memanggil :
“Yaa Jibril, serukanlah kepada seluruh arwah para Nabi, para Rosul, para wali agar berkumpul, berbaris rapi, bahwa sesungguhnya Kekasih-Ku cahaya di atas cahaya, agar disambut dengan baik dan suruhlah mereka mnyambut kedatangan Nabi Muhammad saw.

Yaa Jibril, perintahkanlah kepada Malaikat Malik agar menutup pintu-pintu neraka dan perintahakan kepada Malaikat Ridhwan untuk membuka pintu-pintu sorga dan bersoleklah engkau dengan sebaik-baiknya keindahan demi menyambut kekasih-Ku Nabi Muhammad saw.

Yaa Jibril, bawalah beribu ribu malaikat yang ada di langit, turunlah ke bumi, ketahuilah Kekasih-Ku Muhammad saw telah siap untuk dilahirkan dan sekarang tiba saatnya Nabi Akhiruzzaman.”

Dan turunlah semua malaikat, maka penuhlah isi bumi ini dengan beribu ribu malaikat. Sayyidah Aminah melihat malaikat itupun berdatangan membawa kayu-kayu gahru yang wangi dan memenuhi seluruh jagat raya. Pada saat itu pula mereka semua berdzikir, bertasbih, bertahmid, dan pada saat itu pula datanglah burung putih yang berkilau cahayanya mendekati Sayyidah Aminah dan mengusapkan sayapnya pada Sayyidah Aminah, maka pada saat itu pula lahirlah Nabi Muhammad Rosululloh saw dan tidaklah Sayyidah Aminah melihat kecuali cahaya, tak lama kemudian terlihatlah jari-jari Nabi Muhammad saw bersujud kepada Alloh seraya mengucapkan :
“Allohu Akbar, Allkhu Akbar, Wal-Hamdulillahi katsiro, wasubhanallohi bukrotan wa ashila...”

Kegembiraan memancar dari setiap sudut alam raya, gemuruh sholawat memenuhi semesta dengan bahasa yang berbeda beda dan dengan cara yang bermacam macam pula

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
Tidaklah Kami MENGUTUS Engkau (Muhammad) Melainkan Sebagai Rahmat Bagi Seluruh Alam (Al-Anbiya)

Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad wa alaa sayyidina Muhammad

“Yaa Nabi Salam Alaika
 Yaa Rosul Salam Alaika
Yaa Habib Salam Alaika
 Sholawatulloh Alaika ”

Semoga Shalawt dan salam senantiasa tercurahkan untuk Nabi Muhammad SAW berserta kluarga & para shabat yang menngikutinya dan kita umatnya hinga Akhir zaman semoga kita memperoleh safaatnya kelak.

Ya Allah yrabb
Semoga engkau bangkitkan kami dalam barisan yang sama bersama Rasul kami Ya Habibi Yaa Rasulullah

Aamin Ya Robbal Alamiin

(Diriwayatkan dari Imam Syihabuddin Ahmad bin Hajar Al-Haitami Asy-syafi’i. Dalam kitabnya “Anni’matul-Kubro ’alal-alam).

Jasad Tetap Utuh Meski diKubur Bertahun-tahun

Info warga banua, MARTAPURA - Maulana Habib Luthfi Bin Yahya ; Soal Jasad Utuh Meski Sudah Dikubur Selama bertahun-tahun

Fenomena jasad muslim tetap utuh meski dikubur bertahun-tahun tanpa membusuk, ada penjelasannya. Seperti pernah dialami Syekh Nawawi Al-Bantani, saat pemerintah Arab Saudi akan memindahkan kuburan beliau, ternyata jasadnya masih utuh. 

Walau telah dikubur selama bertahun-tahun, jasad tetap utuh tanpa tergores ataupun membusuk di dalam tanah.

Alasan mengapa jasad bisa utuh walau telah dikubur selama bertahun-tahun disampaikan Maulana Habib Luthfi.

Maulana Habib Luthfi menjelaskan Sunnah Nabi Muhammad SAW tentang Keutamaan sholawat Kepada Nabi SAW.

Dijelaskan oleh beliau, banyak orang yang tidak dapat menghapal Alqur'an tetapi diketahui jasadnya tidak rusak walau telah dikubur selama bertahun-tahun.

"Tidak hafal Qur'an itu banyak, tetapi di dalam kubur (jasadnya) masih utuh. ternyata apa? orang itu min ahli sholawat 'alan Nabi shalallahualaihi wa salam," jelas Habib Luhfi

Hal tersebut dipaparkan Habib Luthfi sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW yakni; ''Barang siapa yang mengucapkan sholawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bersholawat kepadanya 10 kali, dan barang siapa yang bersholawat kepadaku 10 kali, maka Allah akan bersholawat kepadanya 100 kali."

"Nabi juga bersabda , ''Siapa membaca sholawat kepadaku sebanyak satu kali, Allah Ta'alla akan memberikan 10 (rahmat). Siapa membacca sholawat padaku sepuluh kali, Allah Ta'alla memberikan 100 (rahmat). Siapa membaca sholawat padaku 100 kali, Allah Ta'alla akan memberi rahmat 1.000. Siapa membaca sholawat padaku 1.000 kali, haram jasadnya masuk Neraka," ungkap Habib Luthfi.

"Nah alam kubur ini belum apa-apa dibandingkan dengan Neraka, jadi jika di dalam kuburnya masih utuh ya tidak mustahil orang itu min ahli sholawat kepada kanjeng Nabi shalallahualaihi wa salam," tegas beliau.

Kisah menginspirasi juga disampaikan oleh Habib Luthfi, seperti cerita seorang wanita tua penyapu masjid.

Nenek yang tak pernah diketahui asal-usulnya sering terlihat menyapu masjid setiap pagi.

Hingga suatu ketika, para jamaah masjid merasa kasihan terhadap nenek tersebut dan sepakat untuk menyapu bersih pekarangan masjid sebelum nenek itu tiba.

Singkat cerita, nenek itu, seperti biasanya, tiba di masjid dan menemukan pekarangan telah bersih.

Mengejutkan, ia bukan bahagia.

Sebaliknya, ia menangis tersedu-sedu, tangisannya menyayat hati dan membuat para jamaah bertanya kepada sang nenek yang terus bungkam.

Hingga ajal menjemput, rahasia nenek yang menangis ketika melihat pekarangan masjid bersih pun terkuak.

Alasannya sang nenek sedih ketika mendapati pekarangan masjid telah bersih dari daun-daun. Sebab, setiap ia memunguti helai demi helai daun, di saat itu pula ia bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

"Ada banyak contoh seperti layaknya nenek itu di sekitar kita. Individu-individu yang tak mengerti dan paham mengenai dalil-dalil shahih Al quran dan Hadis mengenai cinta terhadap Nabi SAW. Namun, mereka mewujudkan kecintaannya dengan cara mereka sendiri, bagi nenek tua pada kisah di atas, bersholawat kepada Nabi adalah bentuk terbaik mewujudkan cinta kepada Nabi SAW," Pungkas Habib Luthfi.

Allahumma Sholli alaa Sayyidina Muhammad Wa'ala aali Sayyidina Muhammad

Forkopimba Gelar Maulid Nabi, Hadirkan KH. Hasanuddin Badruddin


Info warga banua, MARTAPURA– Forum Komunikasi Pimpinan Banom (Forkopimba) Nahdlatul Ulama akan menggelar acara Maulid Nabi Muhammad SAW menghadirkan KH. Hasanuddin Badruddin sebagai penceramah di Gedung NU, Minggu 8 November 2020 malam Senin. 

Ketua Forkopimba M. syafiie Rifqi melalui Ketua Pelaksana kegiatan Toniansyah menyebutkan penceramah agama menghadirkan Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Martapura. 

"Penceramah KH. Hasanuddin Badrauddin Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Martapura," ujar Ketua Panitia yang juga menjabat sebagai ketua PC PMII Martapura itu. 

Adapun ujar Dia, tujuan dilaksanakan kegiatan maulid Nabi adalah tentunya untuk mensyiarkan maulid Nabi (12 Rabiul awwal ) juga untuk memperkuat sinergi antar Banom di bawah naungan NU. 

“Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka tetap menjalankan tardisi-tradisi NU, juga agar antar Banom NU sama-sama saling sepemahaman, saling bersinergi dan saling bekerjasama memperkuat Ahlussunnah waljamaah. ,” demikian dikatakan Ketua Panitia Pelaksana kegiatan Toniansyah. 

Selanjutnya ujar Ketua panitia pelaksana yang akrab dipanggil Toni ini menyebutkan tema kegiatan maulid Nabi Muhammad SAW. 

"Kami mengangkat tema "Tingkatkan persatuan dan persaudaraan umat melalui momentum maulid Nabi SAW," ujarnya.

Acara ini bekerjasama dengan semua Banom NU kabupaten Banjar yaitu PC. Muslimat NU, PC. GP. Anshor, PC. Fatayat NU, PC. PMII Martapura, PC. IPNU, dan PC. IPPNU kabupaten Banjar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. 

“Acara menerapkan protokol kesehatan dengan sangat ketat," pungkasnya.

Sejarah Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama dan Berdirinya web Banua.co LTN PCNU Banjar

Sejarah Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama dan Berdirinya web Banua.co LTN PCNU Banjar

Info warga banua, MARTAPURA - Sejarah Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama dan Berdirinya web Banua.co LTN PCNU Banjar

 Bagi para ulama NU, ta’lif dan nasyr yang sekarang dikenal dengan LTN bukan barang baru. Keseharian mereka berkaitan langsung dengan konten yang diprodukis dari ta’lif dan nasyr itu, yaitu kitab kuning. Bahkan, tak sedikit para kiai yang melakukan ta’lif dan nasyr tersebut, yaitu mengarang sebuah kitab dan mencetaknya. Namun, secara kelembagaan, ta’lif dan nasyr baru dibentuk pada masa awal kepemimpinan ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Menurut Ensiklopedia NU, keberadaan LTNNU merupakan rekomendasi muktamar NU ke-27 di Situbondo pada 1984. Tujuan awal keberadan lembaga ini adalah untuk melakukan sosialisasi keputusan-ketutusan muktamar, terutama menyangkut khittah 1926. Menurut Kepala Perpustakaan NU Syatiri Ahmad, muktamar tersebut merekomendasikan lembaga itu karena para kiai kesulitan menemukan hasil-hasil muktamar sebelumnya. Mereka khawatir buah karya musyawarah para kiai yang dilakukan puluhan tahun tersebut punah. 

Selain itu, rekomendasi lembaga tersebut adalah untuk sosialisasi keputusan yang waktu itu sangat penting, perubahan status NU dari partai politik kembali ke ormas keagamaan. Sebagaimana diketahui pada muktamar tersebut, NU menyatakan secara resmi menjadi ormas keagamaan sebagaimana awal didirikan. Sebab, sejak tahun 1952, yaitu pada Muktamar Palembang memutuskan menjadi partai politik. Status tersebut mulai berakhir pada tahun 1987. Kemudian total secara organisasi tahun 1984.

Keputusan lain yang perlu disosialisasikan waktu itu adalah NU menyatakan menerima Pancasila sebagai asas tunggal. Karya dan Pengurus LTNNU Lembaga ini pernah menerjemahkan kitab Nihayatuz Zain karya Syekh Nawawi Banten, menerbitkan buku-buku keputusan resmi PBNU seperti hasil muktamar dan musyawarah nasional alim ulama dan konferensi besar NU serta menerbitkan sejumlah buku biografi tokoh-tokoh NU.  

Di antara tokoh yang pernah diterbitkan adalah Berzikir Menyiasaru Angin, sebuah biografi tentang perjalanan hidup tokoh NU dari Sumatera Utara KH Zainul Arifin.  

Lembaga ini juga pernah melakukan penelitian sejarah masuknya NU di Lombok, Sulawesi Selatan, Sumatera, dan lain-lain.

Lembaga ini juga pernah menerbitkan Warta NU sebagai media komunikasi dan sosialisasi kebijkan PBNU kepada masyarakat. Kemudian berhenti dan sekarang dilanjutkan dengan menerbitkan majalah Risalah Nahdlatul Ulama yang terbit tiap bulan.  

Memasuki era digital, LTNNU pada 2003 meluncurkan situs resmi yang dikelola dari gedung PBNU yaitu NU Online. Situs tersebut tetap bertahan dan berkembang hingga sekarang. Bahkan menjadi situs nomor satu dalam layanan keislaman Ahlussunah wal Jamaah. Kanal di situs tersebut, tidak hanya memberitakan kegiatan-kegiatan resmi NU, tapi juga pesantren, kiai, santri, dan para pengurus NU. 

Di samping itu juga memuat buah pikiran dari pembaca serta mengapresiasi seni dan budaya melalui kanal cerpen dan puisi. Namun, situs tersebut lebih memperkuat konten keislaman yang dikemas dengan gaya populer dan ringan.

Beberapa orang yang pernah menjadi Ketua LTNNU adalah H Ichwan Syam (1984-1994), Choirul Anam (1994-1999), Abdul Mun’im DZ (1999-2010), Sulton Fathoni (2010-2015), Juri Ardiantoro (2015-2016). Karena Juri terpilih menjadi ketua PBNU, ia digantikan Hari Usmayadi (2016-sekarang).

Penerbitan Sejak NU berdiri Meski secara lembaga baru dibentuk pada tahun 1984, aktivitas penerbitan telah berlangsung sejak awal NU berdiri. Pada tahun 1930-an, NU mendirikan sebuah majalah yaitu Swara Nahdlatoel Oelama (SNO). Majalah tersebut terbit dengan menggunakan huruf Arab pegon dan berbahasa Jawa. Isinya lebih banyak mengupas masalah-masalah keagamaan yang berkembang saat itu. Misalnya membahas ulang keputusan-keputusan muktamar NU yang telah berlangsung serta menjawab pertanyaan yang diajukan pembaca. 

Kemudian ketika NU mulai berkembang ke luar Jawa, majalah tersebut berubah menjadi Berita Nahdlatoel Oelama. Kali ini, kecuali hadits dan ayat Al-Qur’an, serta qaul-qaul ulama, majalah itu menggunakan huruf Latin dan dengan bahasa Melayu. Pada waktu bersamaan, NU juga memiliki majalah lain yaitu Oetoesan Nahdlatoel Oelama. Penerbitan makin berkembang ketika NU memiliki lembaga yang menangani khusus satu bidang, misalnya pendidikan yaitu Ma’arif. Pada awal dibentuk, lembaga tersebut dipimpin KH Wahid Hasyim. Ia menerbitkan sebuah majalah bernama Soeloeh Nahdlatoel Oelama (1941). Ketika cabang-cabang NU makin berkembang di berbagai daerah, di antara mereka ada pula yang mengupayakan majalah seperti PCNU Surabaya yang memiliki Kemoedi NU dan Tasikmalaya yang memiliki Al-Mawaidz. 

Tak ketinggalan, badan otonom NU waktu itu, Ansor Nahdltoel Oelama juga menerbitkan majalahnya yaitu Soeara Ansor NU. Salah satu aktivitas yang terkait dengan ta’lif wan nasyr bisa dilihat dalam catatan KH Saifuddin Zuhri dalam Berangkat dari Pesantren “Karena tertarik pada jurnalistik ala Berita NU aku berusaha untuk bisa menulis di dalamnya. Beberapa kali tulisanku tak bisa dimuat, tetapi akhirnya salah satu karanganku dimuat setelah mendapat petunjuk-petunjuk seperlunya dari KH Mahfudz Shiddiq selaku pemimpin umu/pemimpin redaksi Berita NU. Tulisanku yang pertama, Islam dan Persatuan. (Abdullah Alawi)          

Sedangkan berdirinya Banua.co web LTN Banjar merupakan web pertama di Kalimantan Selatan yang memberitakan informasi tentang ke NU -an dan amaliyah aswaja di Kalimantan Selatan. 

Web yang dikelola oleh LTN Banjar bersama tim ini di beri nama banua.co dengan tagline "Merawat iman, melestarikan keberagaman" ini dibuat oleh Bulkini selaku Ketua LTN Banjar. Dengan maksud dan tujuan agar seluruh kegiatan PCNU dan Banom, Lembaga, MWC dan Ranting diberitakan di banua.co ini. Tidak hanya kegiatan lungkup kabupaten tetapi juga NU secara keseluruhan, baik di Kalimantan ataupun luar Kalimantan. 

Di lansir dari NU online
Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/106354/sejarah-lembaga-talif-wan-nasyr-nahdlatul-ulama

Tuesday, October 27, 2020

Konsolidasi PCNU Kab. Banjar, Tanggapan MWC NU Kecamatan Telaga Bauntung

Konsolidasi PCNU Kab. Banjar ke MWC NU Kec. Telaga Bauntung. Selasa/ 20 Oktober 2020

Ketua Raisy suriah MWC NU Telaga Bauntung Ustadz H. Usman Bangga dengan adanya Konsolidasi PCNU Kab. Banjar ke Kec. Telaga Bauntung yang bertempat di TK Alquran. 

"Kami atas nama warga NU, masyarakat NU mengucapkan terimakasih, bangga dan bahagia karena adanya konsolidasi dari PCNU Kab. Banjar ke MWC NU ini" Ujarnya. 

Selanjutnya beliau menyampaikan harapan agar pihak PCNU Kab. Banjar lebih mngeratkan tali silaturrahmi, sehingga kita dapat menjalankan apa-apa yang diamanahkan. 

"Kami sangat memerlukan saran dan bimbingan baik dari keorganisasian ataupun keagamaan karena desa kami termasuk desa tertinggal" Harapnya. 

Pada kesempatan ini MWC NU menyampaikan dukungan terbentuknya Banom-banom NU di Kecamatan Telaga Bauntung. 

"Kami sangat mendukung terbentuknya Bano-banom NU di Telaga Bauntung ini, semoga masyarakat kami dapat melaksanakan apa-apa yang diamanahkan" Ujarnya. 

Demikian pula dengan Fathul Jannah sebagai warga NU, masyarakat Kec. Telaga Bauntung menyambut gembira dengan kedatangan rombongan PCNU Kab. Banjar. 

" Ulun ketuju dengan kedatangan buhan NU, mudahan sukses seberataan, berkembang lebih baik lagi karena kami masih pengenalan ( saya senang dengan kedatangan rombongan PCNU, semoga sukses semuanya, berkembang lebih baik lagi karena kami masih pengenalan). 

Penulis : Rohmiah

Saturday, October 10, 2020

Konsolidasi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Banjar bersama Banom ke Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama kecamatan Beruntung Baru.

Konsolidasi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Banjar bersama Banom ke Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama kecamatan Beruntung Baru, 
Sabtu (10/10/2020). 

Hadir dalam acara ini Ketua NU kab. Banjar Ustadz Nuryadi Baseri, S. Ag, Pak Rusniansyah Marlim, Sekretaris PCNU M. Zaini Makky, Bendahara PCNU Kab. Banjar Ustadz Muhammad HR, pak J. Jailani, Abdul Jabbar, Ketua Muslimat Kab. Banjar, Ketua GP. Anshor Kab. Banjar, Pengurus Fatayat NU Kab. Banjar, Ketua PC IPPNU Kab. Banjar, Ketua PC IPNU Kab. Banjar, dan tamu undangan lainnya.

Pada kesempatan ini Ketua NU Kab. Banjar menyampaikan beberapa hal di antaranya:
1.Konsolidasi untuk saling mengenal sesama PCNU, MWC, maupun ranting NU. 
2. Saling tukar informasi dalam penyelenggaraan organisasi. Menemukan solusi terbaik apabila ada hambatan -hambatan.
3. Membentuk banom banom Nu di kecamatan dan ranting ranting se-kecamatan beruntung baru. 
4. Membangun kemitraan dengan pemerintah atau stecholder terkait dalam berbagi bidang seperti ekonomi, hukum, sosial dan budaya. 
5. Menyerahkan secara simbolis Kartanu dan papan nama organisasi dan SK kepengurusan MWC NU, dan ranting se-kecamatan Simpang Empat
6.  Dalam pilkada ini secara garis besar, NU netral, tidak berpolitik, artinya boleh berpolitik secara pribadi.
Ketua PCNU dalam amanatnya memohon doa Semoga konsolidasi bisa membawa kebaikan dan memperkokoh menjalankan faham Ahlus sunnah wal jama'ah. 

Pada arahan yang disampaikan oleh mustasyar NU mengharapkan agar warga nahdliyyin dalam menyikapi permasalahan saat ini kita mengikuti NU, dan apabila ada yang tidak sependapat di tanyakan dulu, mencari informasi dari NU. Apabila ada berita maka hendaklah konfirmasi dulu dengan NU.

Setelah arahan dari Ketua PCNU Kab. Banjar ada Penguatan ke NU-an yang disampaikan oleh Bendahara PCNU Kab. Banjar. 

Sedangkan Banom-Banom NU lainnya  juga mengembangkan organisasi masing-masing dengan membentuk Pimpinan Anak Cabang di kecamatan Beruntung Baru seperti PAC Muslimat NU, PAC. Fatayat Nu, dan PAC IPNU dan PAC IPPNU di kecamatan Beruntung Baru. 

Sunday, October 4, 2020

Konsolidasi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Banjar bersama Banom ke Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama kecamatan Simpang Empat.

Konsolidasi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Banjar bersama Banom ke Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama kecamatan Simpang Empat. Minggu (3/10/2020). 

Hadir dalam acara ini Ketua NU kab. Banjar Ustadz Nuryadi Baseri, S. Ag, Bendahara PCNU Kab. Banjar Ustadz Muhammad HR, Pak Rusniansyah Marlim, pak J. Jailani, Abdul Jabbar, Ketua Muslimat Kab. Banjar, Pengurus Fatayat NU Kab. Banjar, Ketua PC IPPNU Kab. Banjar, Ketua PC IPNU Kab. Banjar, dan tamu undangan lainnya.

Pada kesempatan ini Ketua NU Kab. Banjar menyerahkan secara simbolis KARTANU, papan nama organisasi dan SK kepengurusan MWC NU kecamatan Simpang Empat, Semoga bisa mengemban amanah dengan baik dan bisa membawa NU semakin kokoh menjalankan faham Ahlus sunnah wal jama'ah nya, dan Semoga kebersamaan kita hari ini semakin mengokohkan peran dan perjuangan kita untuk membesarkan organisasi ini dan menegakkan Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Tak lupa pula disisipkan bahwa organisasi NU tidak berpolitik, jadi kalau mau berpolitik dipersilahkan atas nama pribadi. 

Setelah arahan dari Ketua PCNU Kab. Banjar ada Penguatan ke NU-an yang disampaikan oleh Bendahara PCNU Kab. Banjar. 

Sedangkan Banom-Banom NU lainnya  juga mengembangkan organisasi masing-masing dengan membentuk Pimpinan Anak Cabang di kecamatan Simpang Empat seperti PAC. Fatayat Nu, PAC IPPNU dan Ranting Muslimat NU di kecamatan Simpang Empat. 

Saturday, September 12, 2020

Pelantikan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC. IPPNU ) Kabupaten Banjar Bertempat di Gedung Islamic Center, Sabtu (12/09/2020)

Pelantikan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC.IPPNU)  Kabupaten Banjar
Bertempat di Gedung Islamic Center, Sabtu (12/09/2020) pagi.

Hadir dalam acara ini Wakil Bupati Banjar H. Saidi Mansyur, Ketua NU kab. Banjar, Ketua Muslimat Kab. Banjar, Ketua PW IPPNU Kalimantan Selatan, Ketua PW IPNU Kalimantan Selatan, Ketua PW Muslimat Provinsi Kalimantan Selatan, Ketua PC. Muslimat Kab. Banjar, Pengurus Fatayat NU Kab. Banjar, Ketua PC IPPNU Kab. Banjar, Ketua PC IPNU Kab. Banjar, para pengurus PC, PAC, PKPT, PK IPPNU dan tamu undangan lainnya.

Wakil Bupati Banjar H. Saidi Mansyur dalam sambutannya mengucapkan selamat atas dilantiknya kepengurusan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama.

"Semoga bisa mengemban amanah dengan baik dan bisa membawa NU semakin kokoh menjalankan faham Ahlus sunnah wal jama'ah nya, dan Semoga kebersamaan kita hari ini semakin mengokohkan peran dan perjuangan kita untuk membesarkan organisasi ini dan menegakkan Amar Ma'ruf Nahi Munkar".harap Saidi.

Wakil Bupati Banjar berharap IPPNU menjadi pelopor dan garda terdepan dalam menciptakan generasi yang berakhlak mulia, cerdas, unggul dan kreatif.

" IPPNU harus menjadi pelopor dan garda terdepan dalam menciptakan generasi yang berakhlak mulia, cerdas, unggul dan kreatif. Generasi yang harus menguasai teknologi dan bisa mengarahkan teknologi tersebut untuk kemaslahatan  umat, mampu meredam berita tidak benar (hoax), dan menjadikan media sosial untuk berdakwah". tambahnya.

Sementara itu, Ketua PW IPPNU Kalimantan Selatan mardhatillah berharap PC IPPNU Kabupaten Banjar menjadi semakin maju dan bisa bekerjasama dengan pihak terkait.

"Dimasa pandemi ini IPPNU wajib membantu Pemerintah dalam mensosialisasikan pencegahan untuk memutus mata rantai Covid-19, semoga IPPNU dapat menjadi pioner pelajar-pelajar di Kabupaten Banjar". harap Ketua PW IPPNU Kal Sel.

Ketua PC IPPNU Kabupaten Banjar Periode 2019-2021 yang dilantik tersebut adalah Khuzaimah yang dilantik langsung oleh Ketua PW IPPNU Kalimantan Selatan Mardhatillah.

Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan pelantikan PAC IPPNU Kecamatan Martapura Kota, PK Darussalam Martapura dan PKPT IPPNU IAI Darussalam Martapura.

Wednesday, April 22, 2020

Satu Hari Menuju Ramadhan, Mari Mengaji Bab Puasa

Sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan, untuk itu kita mengingat kembali, mengkaji BAB PUASA.

*Syarat Wajib Puasa* :
1. Islam
2. Baligh
3. Berakal
4. Sihat
5. Bermukim (Tidak Musafir)
6. Suci (Dari Haid Dan Nifas)

*Syarat Sah Puasa* :
1. Islam
2. Berakal & Mumayyiz
3. Suci (Dari Haid Dan Nifas)
4. Nyata masuknya bulan Ramadhan

*Rukun-Rukun Puasa*:
1. Orang Yang Puasa
2. Berniat
3. Menahan Diri Daripada Perkara Yang Membatalkan Puasa

*Perkara Yang Membatalkan Puasa* :
1. Makan Dan Minum Dengan Sengaja
2. Memasukkan Dengan Sengaja Benda Ke Dalam Rongga Yang Terbuka
3. Muntah Dengan Sengaja
4. Keluar Haid & Nifas
5. Gila
6. Murtad
7. Keluar Mani Dengan Sengaja
8. Bersetubuh Pada Siang Hari

*Perkara Sunat Ketika Puasa* :
1. Segera Berbuka Puasa
2. Berbuka Dengan Kurma/Juadah Manis
3. Baca Doa
4. Melambatkan Bersahur
5. Banyakkan Baca Al-Quran, Berzikir, Berselawat Dan Membuat Amal Kebajikan
6. Sentiasa Bersedekah
7. Jauhkan Diri Daripada Bercakap Perkara Yang Sia-Sia Dan Perbuatan Yang Tidak Membawa Manfaat
8. Mandi Junub Lebih awal Sebelum Masuk Waktu Subuh

*Makruh Ketika Puasa* :
1. Bersuntik
2. Berbekam
3. Berkumur-Kumur
4. Memasukkan Air Ke Dalam Rongga Hidung Secara Berlebihan
5. Mandi Yang Berlebihan
6. Rasa Makanan Di Hujung Lidah

*Golongan Yang Wajib Qada' Puasa* :
1. Orang Sakit Yang Ada Harapan Untuk Sembuh
2. Orang Yang Musafir (Bukan Kerana Maksiat)
3. Orang Yang Kedatangan Haid Dan Nifas
4. Orang Yang Meninggalkan Niat Puasa
5. Orang Yang Sengaja Melakukan Perkara2 Yang Membatalkan Puasa
6. Orang Yang Pitam/Mabuk
7. Orang Yang Sangat Lapar Dan Dahaga

*Mereka Yang Di Kenakan Membayar Fidyah Puasa*:
1. Mereka Yang Tidak Dapat Mngqada'kan Puasa Sehingga Masuk Ramadhan Kali Kedua - (Fidyahnya : 1 Cupak Beras Untuk Setiap Hari Yang Di Tinggalkan Di Samping Mengqada' Puasa) Bagi Setahun Tertinggal..
Kalau Tidak Di Qada' Sehingga Melampaui 2 Tahun Maka Di Kenakan 2 Cupak Tetapi Puasa Tetap Juga 1 Hari (Tiada Tambahan)
2. Orang Sakit Yang Tidak Ada Harapan Untuk Sembuh
3. Orang Yang Terlalu Tua Dan Tidak Berdaya Untuk Berpuasa
4. Orang Yang Ada Qada' Puasa Tetapi Meninggal Dunia Sebelum Sempat Berbuat Demikian (Fidyahnya : Di Buat Oleh Kerabat Si Mati/Di Ambil Daripada Harta Pusakanya)
5. Perempuan Yang Mengandung/Yang Menyusukan Anaknya Perlu Mengqada' Puasa Dan Membayar Fidyah 1 Cupak Beras Bagi Setiap Hari Yang Di Tinggalkan Sekiranya Dia Meninggalkan Puasa Kerana Bimbangkan Anaknya Tetapi Sekiranya Dia Takut Memudaratkan Pada Dirinya Dia Hanya Wajib Mengqada' Puasanya

*Kaffarat Bersetubuh Pada Bulan Ramadhan* :
Orang Yang Bersetubuh Pada Siang Hari Bulan Ramadhan, Maka Kedua2 Suami Isteri Tersebut Perlu Mengqada' Puasa Berkenaan Dan Suami Wajib Membayar Kifarat (Denda) Seperti :-
1. Memerdekakan Seorang Hamba Mukmin L/P
(Sekiranya Tidak Mampu)
2. Berpuasa 2 Bulan Berturut-Turut Tanpa Terputus (Kalau Tidak Berdaya)
3. Memberi Makan Kepada 60 Orang Fakir Miskin
Walau Bagaimana Pun, Jika Persetubuhan Itu Di Lakukan Kerana Terlupa, Jahil Tentang Haramnya/Di Paksa Ke Atasnya Tidaklah Wajib Kifarat

*Tingkatan Puasa*:
1. Puasa Umum - Sekadar Menahan Makan, Minum Dan Keinginan Berjimak
2. Puasa Khusus - Memelihara Mata, Telinga, Lidah, Tangan Dan Kaki Daripada Melakukan Dosa Selain Menahan Diri Daripada Perkara Di Atas
3. Puasa Khusus Al-Khusus - Merangkumi puasa Di Atas Dan Di Sempurnakan Pula Dengan Puasa Hati Daripada Semua Keinginan Zahir Dan Batin

*Mereka Yang Di Benarkan Meninggalkan Puasa* :
1. Orang Yang Hilang Daya Upaya Seperti Sakit Yang Apabila Berpuasa Akan Menambahkan Keuzuran
2. Orang Musafir
3. Org Yang Terlalu Tua Dan Amat Lemah
4. Orang Yang Tersangat Lapar Dan Dahaga
5. Perempuan Hamil/Menyusukan Anaknya Yang Apabila Berpuasa Boleh Memudaratkan Diri/Anak Yang Di Susui Itu

*Berbuka puasa dgn buah kurma + minum air hangat.*

*JANGAN minum minuman bergas + es*

Yaa Allah sampaikan umur kami untuk bertemu Ramadhan...

Tuesday, April 21, 2020

Bagaimana Fakta Puasa Bagi Kesehatan?

Fakta Puasa Untuk kesehatan

Puasa adalah rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh kaum muslimin dan muslimat. 

Puasa bagi orang Islam adalah menahan diri dari makan dan minum, segala perbuatan yang bisa membatalakan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, dengan syarat tertentu, untuk meningkatkan ketakwaan seorang muslim. Ada pun puasa sangat bermanfaat bagi kesehatan.

Dibawah ini diuraikan beberapa fakta puasa untuk kesehatan.

1. Kesehatan termasuk suatu hikmah dari puasa,  jadi kalau kita puasa maka sehat,  tapi jngan salah niat, puasa karena hendak sehat, ini tidak benar. Yang benar puasa karena menjunjung perintah Allah semata. Sedangkan sehat adalah bonus yang diberikan Allah kepada kita sebagai kasih sayang Allah SWT.

2.  WHO>> organisasi internasional yang khusus menangani bidang kesehatan,  menyatakan bahwa puasa dapat meningkatkan kesehatan fisik, membuang racun di dalam tubuh,  mencegah kolesterol,  menyembuhkan magh,  darah tinggi.

3. Puasa Ramadhan dapat mengendalikan nafsu seks.

4. Meningkatkan kontrol gula darah beberapa penelitian telah menemukan bahwa puasa dapat meningkatkan kotrol gula darah, yang bisa sangat berguna bagi mereka yang beresiko diabetes. Sementara itu, ulasan lain menemukan bahwa puasa intermiten dan puasa alternatif sama efektifnya dengan membatasi asupan kalori dalam mengurangi resistensi insulin.

5. Puasa intermiten selama satu bulan secra signifikan menurunkan tingkat gejala inflamasi Peradangan.

(Kuncinya niat yg kuat dan tidak stres / tetap bahagia).

Intinya semua kesehatan yang kita dapat dari puasa adalah 2 yang tersebut diatas. Mengapa harus niat yang kuat? Sebab apa kita bahagia bulan puasa ? 

Dengan niat yang kuat saat kita akan melaksanakan ibadah puasa, karena kita yakin bahwa kita akan mendapat rahmat,  ampunan dan bebas dari api neraka. ( sebulan penuh). Puasa karena iman dan muhasabah>> maka mendapat ampunan,  jadi jangan ditinggalkan tarawih karena pengganti dari qiamullail.

Sangat aneh umat Islam yang tidak senang datang bulan ramadhan, Suatu hadist menyebutkan bahwa dilipatkan gandakan pahala,  hanya Allah yang mengetahui hitungan pahala dari amal kebaikan yang kita laksanakan dibulan Ramadhan yang Allah berikan. Ada pula satu malam dari bulan ramadhan yang pahala nya 83 tahun/ seribu bulan, yaitu malam lailatul qadar.

Orang dahulu 6 bulan sebelum datang bulan ramdhan berdoa supaya di temukan dengan bulan romadhan yang akan datang Marhaban ya ramadhan. Istilah marhaban adalah kesiapan dan kebersihan tidak ada kotoran. Dan apabila Ramadhan akan berlalu meninggalkan maka mereka menangis dan berdoa selama 6 bulan supaya amal  ibadah diterima oleh Allah SWT.

Jadi kalau kita puasa dengan niat yang benar maka insya allah sehat dan meningkatkan imun / daya tahan tubuh, menyembuhkan gangguan kejiwaan serta kuat dalam menjalan puasa tersebut.

Tidak kalah penting pula pada saat puasa makan sahur dan berbuka puasa dengan yang halal, tidak berlebihan. Karena puasa yang baik itu akan menurunkan berat badan 2- 3 Kg di akhir bulan ramadhan.

Ditulis kembali oleh Rohmiah dirangkum dari berbagai sumber  sebagai referensi.



Monday, April 20, 2020

Apa saja giat NU Banjar Peduli Covid-19

Giat NU BANJAR Peduli Covid-19

Oleh Rohmiah

NAHDLATUL ULAMA KABUPATEN BANJAR melaksanakan giat peduli covid-19 dengan membentuk satgas peduli covid-19.

Adapuan kegiatan yang dilaksanakan adalah mengadakan penyemprotan disinfektan yang dilaksanakan ke berbagai fasilitas umum sekitar kantor NU dan meajid serta musholla sampai ketempat kediaman guru-guru agama dan Majlis Wakil Cabang (MWC) di kecamatan.seperti yang telah di lansir dalam situs resmi banua.

Tidak hanya itu giat Nu peduli covid juga membagikan masker Nu dan membagikan sembako kewarga yang terkena dampak covid-19 serta kepada warga Nu sampai ke MWC di tingkat kecamatan.

Lebih lengakap silahkan kunjungi situs resminya berikut ini:

https://banua.co/2020/04/14/setelah-semprot-disinfektan-dan-sebar-masker-nu-banjar-peduli-bagi-bagi-sembako

Atau kunjungi youtub saya di https://youtu.be/HMSrWo8GmyQ

Sunday, April 19, 2020

Bolehkan Tidak Melaksanakan Shalat Jumat dan Jamaah Disebabkan Virus Corona?

Ulasan ini adalah mengepost kembali Tulisan Dosen Dr Zein Bin Muhammad Al-Aydarus Hadramaut.

Karena banyaknya  perselisihan pendapat dari kita yang awam ini, sehingga perlu kita menyimak dan memperhatikan pendapat yang mudah -mudahan bisa menjadikan kita bisa menerima alasan kenapa tidak sholat Jumat dan tidak sholat berjamaah ketika covid-19 melanda suatu daerah.

Dengan harapan semoga kita terhindar dari covid-19 dan segera berlalu, supaya kita bisa melaksanakan ibadah puasa Ramadlan seperti biasanya.


*TIDAK MELAKSANAKAN SHALAT JUMAT DAN JEMAAH DISEBABKAN VIRUS CORONA*

Penulis : _Dr Zein bin muhammad Al-aydarus, dosen ilmu hadist di universitas hadramaut._

Diterjemahkan oleh: _Abbas Rahbini Mawardi_

Bagaimana Hukum tidak melaksanakan shalat jumat dan jama'ah di masjid disebabkan oleh virus corona, terlebih di hadramaut ada ajakan untuk tidak melaksanakan nya meskipun diketahui tidak terpapar virus corona? 

Jawab :

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang.

Kami meminta kepada Allah belas kasihan dan pertolongan semoga Allah menjaga kaum muslimin dari segala wabah dan penyakit baik penyakit dzahir maupun penyakit batin. 

Para pakar Ulama Fiqh telah menjelaskan, bahwa diantara salah satu udzur Shalat Jumat dan shalat jama'ah adalah karena faktor adanya penyakit yang menimpa kepada orang islam.

Ulama Mutaqaddimin memperjelas, yaitu penyakit menular, seperti tha'un, lepra, kusta, dan sejenisnya. Para ahli medis kedokteran masa kini telahpun mengatakan, bahwa corona adalah jenis dari penyakit menular. 

Lebih lanjut Ulama' fiqh menjelaskan bahwa, adanya kekhawatiran tertimpa mudharat kepada dirinya atau kepada orang lain maka itu sudah dianggap Udzur yang masuk pada bagian dari Udzur-udzur shalat jumat dan shalat jama'ah.

Berkata Al-allamah zakaria Al-anshari As-syafi'i -rahimahullah-

adanya kekhawatiran terhadap yang dijaganya, baik itu nyawa atau harta atau hak nya, atau pihak-pihak yang wajib dilindunginya.

_[Fathul wahhab syarah minhajut-thullab 109/1]._

_hal senada juga dijelaskan dalam kitab [syarah Al-mahalli 'ala al-minhaj 258/1]_

_Al-allamah ibn hajar Al-haitami -rahimahullah- pernah ditanya ._

_Al-qadhi iyadh telah menukil dari beberapa ulama' bahwa Penderita penyakit lepra dan kusta dicegah hadir ke masjid dan shalat jumat, dan juga dicegah berbaur atau berkumpul dengan orang lain, apakah pencegahan tersebut berhukum wajib? Atau sunnah??_ 

_Dan apakah penderita penyakit tersebut dikatagorikan sebagai udzur yang menggugurkan kewajiban haji dan umrah, sebab Umrah dan haji itu memerlukan masuk kedalam masjid dan juga mesti berbaur dengan orang lain._

 _Atau apakah dibedakan antara shalat jumat dengan ibadah haji dan umrah, mengingat ibadah haji dan umrah tidak perlu dilakukan berkali-kali, berbeda dengan shalat jumat. Dan apakah haji tathawwu' dianggap seperti haji fardhu atau tidak?._ 

_Maka Al-imam Ibn hajar Radhiyallahu menjawab:_

_Berkata Al-qadhi, berkata sebagian Ulama' . Semestinya apabila salah seorang sudah diketahui menderita penyakit ain, maka dia diasingkan , supaya terhindar dan terjaga darinya, dan semestinya bagi pihak penguasa mencegah agar tak berbaur atau tak berkumpul dengan orang lain, perintahkan untuk berkurung dirumahnya dan cukupi kebutuhan nya jika dia orang tak punya.  Sebab mudharatnya itu lebih berbahaya daripada penderita penyakit kusta. Yang mana penderita kusta ini dicegah oleh sayyidina Umar ibn khattab radhiyallahi anhu dan juga oleh Ulama' setelahnya agar tidak berkumpul atau tak berbaur dengan orang lain,_ 

_Berkata Al-imam Nawawi dalam kitab Syarah Muslim, pendapat ini adalah pendapat yang sohih dan lebih spesifik, dan tak dikatahui pendapat dari Ulama' lain yang menentangnya_ 

_Maka dengan ini diketahui bahwa faktor dicegahnya penderita penyakit lepra atau kusta itu karena dikhawatiri mudharatnya kepada orang lain. Dalam kondisi seperti ini mencegah nya mempunyai kekuatan hukum wajib._

_Dan terhadap pemilik penyakit pandangan ain lebih diwajibkan lagi untuk dicegah agar tak berbaur dengan orang lain menurut pendapat yang muktamad, sebagaimana diketahui dari pendapat Ulama'._ 

_Inti poin dari pencegahan itu adalah agar terhindar dari berbaur dengan orang banyak. Pencegahan itu bukan terhadap masuk masjid, baik itu menghadiri shalat Jumat atau shalat berjemaah, (melainkan lebih kepada agar tak berbaur dan berkumpul dengan orang lain) selagi tidak berbaur atau berkumpul dengan orang banyak maka itu boleh-boleh saja._

_Dengan demikian maka hal-hal diatas tidak dianggap sebagai udzur dari melakukan Ibadah haji atau ibadah umrah, baik itu yang sunnah maupun yang wajib bahkan yang kifayah sekalipun, sebab ibadah haji dan umrah masih bisa memungkinkan untuk dilakukan dengan tidak berbaur dengan orang lain. Dan adapun hal itu tidak memungkinkan (tak bisa menghindari dari berbaur dengan orang lain)_ 

_Maka dijawab, Sesungguhnya kewajiban melaksanakan ibadah an-nusuk (haji dan umrah) lebih dimu'akkadkan daripada kewajiban shalat Jumat, oleh itu maka tidak mengharuskan untuk dikatagorikan sebagai Udzur, maka tak perlu ditanggapi keterangan yang disandarkan kepada kitab Syarah Al-'ubab, bahwa angin yang buruk dianggap sebagai udzur meskipun tidak mengakibatkan berbaur dengan orang lain, wallahu A'lam bis sowab_ 

_(Al-fatawa Kubra Al-fiqhiyyah 212/1)_

Telah disebutkan didalam kitab at-tuhfah oleh Ibn Hajar. Bahwa penderita penyakit Lepra dan kusta dicegah berbaur dengan orang lain, dan diberi nafkah untuk mencukupi kebutuhan nya dari harta simpanan Baitul maal. 

Adapun penyakit yang mudah disembuhkan maka tidak dikatagorikan sebagai Udzur, maka ada kewajiban untuk menghadiri shalat jumat, dan sunnah berusaha untuk penyembuhan.

dengan ini diketahui bahwa syarat gugurnya kewajiban shalat jumat dan berjama'ah adalah apabila tidak ada unsur kesengajaan untuk menggugurkan kewajiban, sebagaimana yang telah dijelaskan didepan, Meskipun sulit untuk disembuhkan, -apabila disengaja agar tidak menghadiri shalat jumat, maka itu tidak dianggapnya sebagai Udzur- 

[Tuhfatul Minhaj bi syarhi Al-minhaj 276/6].

Keterangan serupa juga ada di kitab Nihayatul muhtaj 'ila syarhi Al-minhaj, dari Al-allamah Ar-ramli, (160/2)

Berkata Al-allamah Zakaria Al-anshori -rahimahullah-

tidak memberi komentar dalam kasus lepra dan kusta, namun Al-imam Az-zarkasyi berkata, pendapat yang lebih kuat lepra dan kusta adalah udzur, karena mudharatnya melebihi daripada makan bawang putih. 

Beliau berkata, Al-imam Qadhi iyadh telah menukil dari para Ulama' bahwa penderita penyakit lepra dan kusta dilarang datang ke masjid, juga shalat jum'at dan juga dilarang berbaur dengan orang banyak.

[Asnaa Al-mathalib 215/1]

Sebagaimana shalat berjemaah maka shalat jum'at juga termasuk,

Berkata Al-imam Nawawi -rahimahullah- :

tidak wajib shalat jumat bagi orang yang pada dirinya terdapat udzur-udzur yang meringankan untuk tidak melaksanakan shalat berjama'ah . Berkata Al-imam Ibn hajar, sebagai penjabaran dari apa yang telah dikatakan oleh Imam Nawawi, udzur-udzur jama'ah tersebut adalah apabila datang pada hari jumat, tidak seperti angin kencang yang datang diwaktu malam. (Tidak datang saat waktu shalat jum'at)

Kemudian beberapa Ulama mempermasalahkan, lapar sebagai Udzur, sampai-sampai meninggalkan shalat jum'at, bagaimana status hukum fardhu ain disamakan dengan status hukum sunnah, atau fardhu kifayah? Berkata Al-imam As-subki, Namun sumber mereka adalah perkataan Ibn Abbas -radhiyallahu anhuma- "Jum'at seperti shalat jama'ah" maka dijawab:

sebagaimana yang saya isyaratkan tadi, yaitu mengelakkan qias shalat jum'at kepada Shalat jama'ah, akan tetapi telah sohih secara nash bahwa diantara udzur-udzur Jum'at adalah sakit, maka setiap sesuatu yang serupa yang penderitaan nya sama atau penderitaan nya melebihi, maka itu juga dianggap sebagai katagori udzur jama'ah, maka dengan ini menjadi jelas apa yang mereka katakan adalah benar, dan menjadi terang bahwa perkataan Ibn Abbas -radhiyallahu anhuma- adalah sebagai panguat dari apa yang mereka uraikan bukan sebagai dalil dari apa yang mereka sebutkan. 

(Tuhfatul muhtaj, bisyarhi Al-minhaj 99/2) juga lihat pada kitab (nihayatul muhtaj, 'ila syarhi Al-minhaj 286/2)

*KESIMPULAN*

_Bahwa pakar Ulama' fiqh telah menjabarkan secara jelas bahwa , Penyakit jika sudah nyata menimpa pada sebuah negara atau menimpa seseorang, serta sudah disahkan oleh tenaga medis atau dokter, maka seseorang tersebut, atau penduduk sebuah negara tersebut dicegah untuk melaksanakan shalat berjemaah dimasjid, baik itu shalat jama'ah jum'at maupun shalat jama'ah lain nya, untuk menyelamatkan nyawa orang-orang islam, oleh karena itu maka mereka melaksanakan shalat berjama'ah dirumah masing-masing, sebab menyelamatkan nyawa adalah tujuan paling penting dari agama,_ 

 Allah berfirman :

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

_dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan_.

Juga Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

_Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu._

Adapun menutup masjid-masjid, dan mecegah orang untuk melaksanakan shalat jama'ah dan shalat jumat , tanpa adanya ketertimpa'an penyakit menular seperti covid-19 corona virus, dan tanpa ada pengesahan dari pihak kesehatan di negera ini, terlebih di negeri yaman-hadramaut- maka tidak boleh secara syara' melarang kaum muslimin untuk melaksanakan shalat di masjid-masjid Allah. Sebab


الحكم يدور مع العلة وجوداً وعدماً

_Hukum itu berputar bersama Ilatnya, ada dan tidak adanya illat itu._

Selagi penyakit itu tidak menimpa kepada salah seorang dari kita, maka tidak ada alasan udzur yang diringankan oleh syariat untuk meninggalkan shalat jama'ah atau shalat jum'at. Dan tidak boleh membangun pencegahan didasari oleh perkira'an atau persangka'an semata. Karena

إن درء المفاسد أولى من جلب المصالح إذا تحققت المفسدة من الاجتماع

_Mencegah kerusakan lebih diutamakan daripada menarik kemaslahatan, jika kerusakan itu sudah nyata-nyata ada dalam kumpulan masyarakat_. 

perkir'an atau ragu-ragu atas adanya kerusakan, maka tidak boleh dijadikan sebuah sandaran atau patokan, sementara kemaslahatan shalat berjamaah dan shalat jum'at itu sudah nyata-nyata adanya.

Saya khawatir, orang yang mencegah atau mengosongkan tempat ibadah dari shalat jama'ah dan shalat jum'at tanpa adanya unsur yang memenuhi syarat pencegahan seperti diatas, akan masuk pada golongan orang dzalim dan menghalang-galangi menegakkan shalat dan dzikir di rumah-rumah Allah, Allag subhanahu wa ta'la berfirman,


وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ مَنَعَ مَسَاجِدَ اللَّهِ أَنْ يُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ وَسَعَىٰ فِي خَرَابِهَا ۚ أُولَٰئِكَ مَا كَانَ لَهُمْ أَنْ يَدْخُلُوهَا إِلَّا خَائِفِينَ ۚ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ [سورة البقرة : 114]

_Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalanghalangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat (Al-baqarah :114)_

Dan terhadap para jama'ah shalat harus berhati-hati dan waspada dalam segala hal dari saluran infeksi, terutama pasien yang sistem kekebalan tubuhnya lemah, seperti pasien asma dan diabetes dan sejenisnya, yang rentan terkena dampak bahaya nya, bagi mereka dianggap ada Udzur dalam meninggalkan shalat Berjama'ah dan Shalat Jum'at, 
Dengan perlunya mengambil tindakan pencegahan yang ketat di gerai-gerai negari, memeriksa mereka yang datang ke negeri itu, dan menempatkan mereka dalam isolasi yang tepat sampai menjadi jelas bahwa mereka tidak memiliki penyakit ini.

Penulis : _dr zein bin muhammad Al-aydarus, dosen di universitas Hadramaut,  imam khatib di masjid jami' Ar-raudlah makla._ 

27 rajab 1441 H
22/03/2020 M

Masih pantaskah kita berselisih ditengah pandemi covid-19...?

MASIH PANTASKAH KITA BERSELISIH?


Mengulas tentang covid-19 yang sekarang melanda dunia termasuk negeri tercinta Indonesia ini, semoga cepat berlalu.

Ada sebuah tulisan yang menarik sekali untuk kita cermati dan kita fahami, karena ditengah pandemi masih banyak diantara kita yang berselisih faham, menghujat yang seharus nya tidak terjadi. Karena sesungguhnya covid-19 datang dari Allah dan Allah pula yang berkuasa mengangkat penyakit itu dari muka bumi. 

Namun usaha terus lah dijalankan sebagai penganut agama Islam yang menganut faham hlussunnah wal jamaah harus bersyariat sebagai ikhtiar kita menghadapi pandemi ini supaya tidak jatuh korban lagi dan pandemi segera berakhir.

Tulisan dibawah ini adalah ulasan yang disampaikan oleh saudara kita Muhammad Valdy Nur fattah, semoga  menjadi referensi dan membuka wawasan kita dalam memghadapi  pandemi covid-19.

*MASIH PANTASKAH KITA BERSELISIH?*

Di saat seperti ini, bukan saatnya lagi kita berselisih, apakah harus tetap di rumah atau tetap ke masjid untuk shalat berjama'ah. Bukan, bukan itu pertanyaan besar yang harus kita tanyakan!

Seharusnya yang kita tanyakan, "Masih pantaskah kita berpecah belah di tengah meluasnya wabah?!"

Seharusnya yang kita tanyakan, "Masih harus kah kita bercerai berai di tengah banyaknya air mata yang terburai?!"

Wahai saudaraku, tak sadarkah kalian, bukan kalian saja yang bersedih hati! Kita semua merasakan kesedihan yang sama dalam masalah yang berbeda-beda.

~. *KAMI YANG TETAP KE MASJID*

Taukah kalian, bagi kami yang tetap melangkahkan kaki kami ke masjid, bukan semata-mata ingin melakukan ibadah dan mengikuti sunnah. Namun kami mencoba bermunajat bersama-sama demi diangkatnya musibah. Maka dari itulah, sebagian kami melakukan qunut nazilah saat shalat berjama'ah.

Bagi kami yang tetap ke masjid, kami bersedih karena rumah Kekasih kami perlahan menjadi sepi, padahal tempat-tempat hiburan di tengah kota seperti tempat Karaoke dan Bioskop, sebagiannya masih ramai dipadati. Padahal, tempat ibadah tentu lebih baik dan utama untuk dikunjungi. Kata teladan kami, Rasulullah ﷺ,

مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ

"Di antara tanda baiknya Islam seseorang, adalah meninggalkan hal-hal yang tak bermanfaat baginya." (HR. Tirmidzi no. 2239 dan Ibnu Majah no. 3966)

Sudahlah, hentikan memaki kami dengan hal-hal yang tak kalian mengerti. Karena cinta kami pada masjid, sudah sangat terpatri di hati.

Tak bolehkah kami mengikuti shahabat Nabi, Abu Ubaidah Al jarrah رضي اللّٰه تعالى عنه yang tetap bertahan hingga akhirnya mati syahid di tengah wabah yang ganas menjangkit?!

Karena, meski pun ada resiko kematian yang akan mengintai kami, namun tak bolehkah kami berharap mati syahid sebagaimana shahabat Rasulullah di atas?! Bukankah Rasulullah ﷺ bersabda,

مَا مِنْ عَبْدٍ يَكُونُ فِي بَلَدٍ يَكُونُ فِيهِ وَيَمْكُثُ فِيهِ لَا يَخْرُجُ مِنْ الْبَلَدِ صَابِرًا مُحْتَسِبًا يَعْلَمُ أَنَّهُ لَا يُصِيبُهُ إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ إِلَّا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ شَهِيدٍ

“Dan tidaklah seorang hamba di suatu negeri yang terkena penyakit tha'un dan ia tinggal di sana, ia tidak mengungsi dari negeri itu dengan sabar dan mengharap pahala di sisi ALLAH, ia sadar bahwa tak akan menimpanya selain yang telah digariskan-NYA baginya, selain baginya pahala seperti pahala syahid." (HR. Bukhari no. 6129 dan Ahmad no. 24056)

Saya sangat berharap, bahwa kalian yang memilih tetap melaksanakan shalat berjama'ah dan shalat Jum'at di masjid, apabila ALLAH ﷻ menakdirkan bagi kalian wafat karena virus ini, mudah-mudahan kalian bisa mendapatkan predikat mati syahid.

~. *KAMI YANG MEMILIH SHALAT DI RUMAH*

Namun, taukah juga kalian, bukan pula berarti, bagi kami yang memilih untuk tetap di rumah selama masa inkubasi, artinya kami takut mati. Bukan berarti kami yang tetap di rumah selama masa inkubasi, artinya kami tak punya rasa sedih.

Kami yang memilih untuk tinggal di rumah, turut bersedih karena harus berpisah sementara dengan rumah Sang Kekasih sejati. Kami yang memilih tetap di rumah, turut bersedih karena harus menahan diri untuk tidak bertemu dengan sahabat-sahabat kami yang shalih.

Kami yang memilih tetap di rumah, mengupayakan agar virus ini tidak semakin mewabah. Karena kami peduli dengan kesehatan kalian semua, bukan semata ingin menyelamatkan diri sendiri. Begini lah yang dilakukan shahabat Amr bin Ash رضي اللّٰه تعالى عنه dan rakyat Syams ketika di masa kekhalifahan Umar bin Khaththab رضي اللّٰه تعالى عنه terjadi wabah tha’un yang menewaskan sekitar 20 ribu jiwa, hampir separuh dari jumlah penduduk Syams kala itu.

Kami yang memilih tetap di rumah, juga tetap bermunajat kepada ALLAH ﷻ agar segera menyudahi wabah ini, demi kebaikan kita bersama.

Jangan lah ada di dalam hati kalian rasa benci terhadap kami. Apalagi menuduh kami sebagai orang munafik dan antek PKI. Jelas ini adalah tuduhan yang amat keji. Apalagi mendoakan kami mati karena terjangkit virus ini. Alangkah lebih baiknya bagi kalian untuk senantiasa mendoakan kebaikan bagi semua. Karena doa kalian kepada saudara kalian, adalah doa kalian kepada diri kalian sendiri.

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ وَلَكَ بِمِثْلٍ

“Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) yang berjauhan, melainkan malaikat akan mendoakannya pula, 'Dan bagimu kebaikan yang sama.” (HR. Muslim no. 4912)

Tak bisa kah kalian berpikir positif bahwa kami hanya mengikuti ahli ilmu di antara kami, yang telah mengeluarkan fatwa tentang hal ini?! Sungguh Maha Benar ALLAH ﷻ yang telah berfirman,

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

"Maka bertanyalah pada ahli dzikir (ahli ilmu), jika kalian tidak mengetahui." (QS. Al Anbiya: 7)

Atau kalian tak punya rasa husnuzhan pada ulama dan menuduh mereka lebih takut pada Corona daripada kepada ALLAH ﷻ?! Padahal ALLAH sendiri telah berfirman,

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ

"Sesungguhnya yang paling takut kepada ALLAH di antara hamba-NYA adalah para ulama." (QS. Fathir: 28)

Jangan lah keangkuhan dan ketidaktahuan kita, membuat lisan kita mudah mencela. Jangan pula semangat kita dalam melawan ketakutan, membuat kita malah mudah memandang orang yang berbeda dengan pandangan yang rendah.

Kami yang berdiam di rumah, bukannya tidak mengetahui, bahwa,

صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلَاةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

"Shalat berjama'ah itu lebih utama 27 derajat dari Shalat sendirian." (HR. Bukhari no. 609 dan Muslim no. 1038)

Namun Rasulullah ﷺ juga memerintahkan kita untuk berikhtiar menjauhi wabah sebisa mungkin. Makanya beliau bersabda,

و فِرَّ مِنَ المجذومِ كما تَفِرُّ مِنَ الأسدِ

"Dan larilah kalian dari kusta sebagaimana kalian lari dari singa!" (HR. Bukhari no. 5707)

Tawakkal itu bukan berarti kita bisa pasrah tanpa ada usaha. Dahulu di zaman Nabi ﷺ, ada seorang shahabat yang hendak meninggalkan untanya begitu saja tanpa diikat, dengan alasan untuk ber-tawakkal kepada ALLAH ﷻ. Namun Nabi ﷺ malah bersabda,

اعْقِلْهَا وَتَوَكَّلْ

"Ikatlah lalu ber-tawakkal lah! " (HR. At Tirmidzi no. 2441)

Tak bolehkah kami melakukan daya upaya demi menghindari bahaya yang lebih besar? Bukankah dalam kaidah fiqh disebutkan,

درأ المفاسد مقدم على جلب المصالح

"Menolak mafsadat lebih didahulukan dari mengambil manfaat."

Seandainya banyak di antara kami yang malah mati, bukankah masjid pun akan semakin sepi nanti?!

Kami tak lebih hanya mengikuti himbauan dari para pemimpin kami. Himbauan pemimpin kami yang mengikuti himbauan dari para ahlul 'ilmi. Bukan kah kata Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyah رحمه اللّٰه تعالى,

فكما أن طاعة العلماء تبع لطاعة الرسول، فطاعة الأمراء تبع لطاعة العلماء، ولما كان قيام الإسلام بطائفتي العلماء والأمراء

"Sebagaimana menaati ulama mengikuti ketaatan pada Rasulullah, maka taat kepada umara' (pemerintah) mengikuti ketaatan kepada ulama. Dikarenakan penegakan Islam dilakukan oleh dua golongan yakni ulama dan umara'.” (I'lamul Muwaqqi'in 'an Rabbul 'aalamin: 2/16)

Maka sudahilah merendahkan dan meremehkan upaya kami. Jangan ada lagi yang menuduh kami menjauhi ALLAH ﷻ meski untuk sementara waktu, tidak lagi hadir di rumah-rumah-NYA yang mulia.

Jangan pula menuduh ulama kami bersepakat dalam kebathilan, karena apa yang mereka lakukan adalah ijtihad. Apabila ijitihad-nya benar, maka mereka akan mendapatkan dua pahala. Apabila mereka ijtihad-nya salah, mereka tetap mendapatkan satu pahala. Akan tetapi, apa yang akan kalian dapatkan dari cemoohan dan celaan kalian terhadap fatwa mereka, selain dosa?!

Saya sangat berharap, bagi kaum Muslimin yang memilih tidak ke masjid dalam beberapa waktu ke depan karena udzur ini, semoga ALLAH ﷻ senantiasa menjaga kalian dan kalian tetap bisa mendapatkan pahala yang sama sebagaimana dulunya kalian tetap ke masjid. Hal ini sesuai dengan apa yang Rasul-NYA sabdakan,

إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا

"Jika seorang hamba sakit atau bepergian (lalu beramal) ditulis baginya (pahala) seperti ketika dia beramal sebagai muqim dan dalam keadaan sehat." (HR. Bukhari no. 2774 dan Ahmad no. 18848)

~. *MEREKA YANG MASIH BEKERJA DI LUAR*

Ada di antara manusia yang masih berjuang demi kehidupan keluarganya dengan mempertaruhkan nyawanya sendiri. Yakni mereka yang masih mencari nafkah tanpa lagi peduli, bahwa virus Corona ini senantiasa mengintai di sekitar mereka.

Mereka tetap keluar mencari nafkah demi piring-piring nasi keluarganya yang harus mereka isi.

Tidakkah kalian berempati pada nasib mereka, yang apabila mereka tetap di rumah, bisa saja mereka selamat dari virus Corona, tapi apa mereka sanggup menahan perut-perut mereka yang terus meronta karena tak mendapat asupan makanan?!

Apalagi, sebagian dari mereka, menjual apa yang sehari-hari dibutuhkan masyarakat lainnya yang tetap di rumah. Mereka rela masih berjual-beli di kerumunan pasar, agar tetap ada suplai kebutuhan pokok kalian yang memilih tetap di rumah. Atas izin ALLAH ﷻ, keberadaan mereka di luar sana, bisa menjadi sebab kalian yang di rumah masih bisa memasak dan menikmati makanan untuk keberlangsungan hidup kalian.

Masih pantaskah kita berdebat tentang kondisi kita sendiri, sementara banyak di antara saudara kita yang bahkan konidisinya tak memungkinkan untuk hanya berdiam diri di dalam rumah?!

Belum lagi nasib petugas serta relawan kesehatan dan kemanusiaan. Mereka rela harus tetap berada di luar demi mengatasi wabah yang mendunia ini.

Mereka rela meluangkan banyak waktunya untuk menangani kebutuhan medis sebagian saudara kita yang terkena wabah.

Mereka rela berpisah sementara dari keluarga yang mereka sayangi, demi kita semua!

Mereka harus berani menghadapi resiko besar tertular virus dalam rangka menangani wabah mematikan ini.

Masih kah kita tega berdebat akan apa yang menjadi pilihan kita, sementara mereka yang menjadi garda terdepan dalam melawan virus ini, hampir-hampir kehilangan pilihan pribadinya?!

Mereka sedang berjuang untuk kita. Tak bisakah kita menahan lisan kita untuk tidak lagi saling menggunjing pilihan masing-masing dan turut fokus mendukung perjuangan mereka di luar sana?!

Mereka lebih layak takut daripada kita. Mereka lebih layak mendapatkan dukungan daripada kita. Mereka lebih layak dilindungi, didoakan dan dibantu. Mereka boleh jadi lebih mulia kedudukannya daripada kita. Namun mereka tak pernah memperdebatkan apa yang hari ini menjadikan hati kita berpecah serta menjadikan barisan kita melemah.

Saya berharap ALLAH ﷻ melapangkan rizqi mereka, memudahkan urusan-urusan mereka dan mengganjar mereka dengan pahala yang berlipat ganda.

*KABAR GEMBIRA UNTUK KAUM MUSLIMIN*

Hendaknya, ujian kali ini bisa menjadikan kita bersatu dalam berperan positif mencegah dan mengatasi penyebaran virus yang ada.

Dan jadikan moment ini sebagai moment untuk ber-muhasabah. Hisablah dosa-dosa kita sendiri. Jangan-jangan karena dosa dan maksiat kita sendiri lah, ujian ini melanda. ALLAH ﷻ berfirman,

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan ALLAH memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syuraa: 30)

Perbanyaklah memohon ampunan kepada ALLAH ﷻ. Siapa tahu, dari istighfar dan taubat kita ini, ALLAH memberikan jalan keluar dari setiap masalah yang dihadapi, sebagaimana firman-NYA,

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Dan ALLAH sekali-kali tidak akan mengadzab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) ALLAH akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.” (QS. Al-Anfal: 33)

Tak perlu takut berlebihan dan jangan juga meremehkan. Karena segala sesuatu tentu sudah diatur oleh-NYA. Ber-husnuzhan lah kepada ALLAH ﷻ, karena kata Nabi ﷺ,

مَا أَنْزَلَ اللَّهُ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً

"Tidaklah ALLAH menurunkan suatu penyakit, kecuali DIA pula yang menurunkan obatnya." (HR. Bukhari no. 5246, Abu Daud no. 3357 dan Ibnu Majah no. 3429)

Bersabarlah wahai saudara-saudaraku yang kucintai. Karena sesungguhnya setiap keadaan adalah baik bagi kaum Muslimin. Sesuai sabda Rasulullah صلى اللّٰه عليه و سلم,

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

"Perkara orang mukmin itu mengagumkan, sesungguhnya semua keadaannya baik dan itu tidak dimiliki seorang pun selain orang mukmin. Bila tertimpa kesenangan, ia bersyukur dan syukur itu baik baginya dan bila tertimpa musibah, ia bersabar dan sabar itu baik baginya." (HR. Muslim)

Dan sesuai janji ALLAH ﷻ dalam firman-NYA,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ

"Waha orang-orang beriman, mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat, sesungguhnya ALLAH bersama orang-orang yang bersabar." (QS. Al Baqarah: 153)

Mari kita satukan kembali hati kita yang berserakan. Jauhkan diri dari rasa dengki dan benci. Kita sama-sama berupaya dengan segala sarana yang ALLAH telah jadikan sebab, sembari terus bertawakkal kepada-NYA. Kita melangkah bersama untuk mendukung setiap gerakan positif yang dilakukan saudara-saudara kita, demi kebaikan yang akan kita tuai bersama.

بارك اللّٰه فيكم جميعًا

_(Saudara kalian, Muhammad Valdy Nur Fattah)_

Tradisi warga Banua

Ditulis oleh
Rohmiah

Warga Banua khusus nya Martapura

Tradisi warga Banua pada saat datang bulan Maulid atau bulan Rabiul awwal, mereka berbondong-bondong dan gotong royong melaksanakan peringatan maulid Nabi, meraka beurunan atau menghimpun dana swadaya masyarakat untuk melaksanakan acara tersebut.

Kemudian jika sudah sampai hari yang ditentukan warga banua akan menghias tempat acara dengan arguci yang tak lain adalah kain yang disusun arguci sebagai penghias dinding mesjid/ musholla/ aula sekolah.

Di setiap kampung selalu bergantian acara tersebut dilaksanakan dengan mengundang seorang guru/ Alim ulama yang akan membacakan hadis dan pencerahan mengenai peristiwa lahir nya junjungan kita Nabi Muhammad SAW.

Adapun dibawah ini adalah susunan acara yang sering dibacakan oleh Pembawa acara.

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
Bismillahirrahmanirrohim
Alhamdulillahirobbil alamin, wabihi nastain ala umuriddunya waddin lahaula wala quwata illa billahilaliyyilazim
Wassolatuwassalamuala sayyidilmursalin waala alihi wasohbihi ajmain amma ba'du

Yang saya hormati dan saya muliakan ibu penceramah yang datang dari Martapura
Yang says hormati guru-guru agama, tokoh-tokoh masyarakat dan undangan yang berbahagia

Alhamdulillah selalu kita ucapkan karena dengan karuniaNya sehingga kita bisa berkumpul bersilaturahmi dalam rangka memperingati maulid nya Nabi besar Muhammad saw,

Sholawat dan salam tercurah keharibaan junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat, dan orang orang yang mengikuti jejak langkah beliau dari dulu sekarang ila yaumil kiamah.

Baik lah akan saya bacakan susunan acara kita pada hari ini.
Acara 1, pembukaan,
Acara ke 2kalam ilahi,
Acara  ke 3 ceramah agama seputar maulid nya Nabi besar Muhammad SAW
Acara ke 4 tahlil dan doa serta penutup

Baiklah untuk membuka acara pada hari ini  saya mintakan dengan segala hormat kepada ibu Penceramah, disilakan
Terimakasih, semoga acara kita berjalan dengan lancar

Memasuki acara yang ke 2 , kalam ilahi, untuk ini kami mintakan kepada ibu Bayyinah untuk melantunkan ayat ayat suci Alquran.
Semoga  yang membacakan ayat alquran tadi dan kita yang mendengarkan mendapat limpahan pahala yang berlipat ganda ,,aamiin...

Acara selanjutnya yaitu ceraamah agama sekitar maulid nya nabi besar Muhammad SAW....kepada Ibu disilakan,
Semoga kita dapat mengambil hikmah dan intisari dari ceramah beliau serta dpat mengamalkan dalam kehidupan sehari hari..aamiin

Acara dilanjutkan dengan tahlil dan doa kepada Ibu kami mintakan kembali untuk memimpin tahlil dan doa...

Dengan berakhirnya doa tadi maka berakhir pula lah acara kita pada hari ini, semoga kita dapat mengambil hikmah, intisari dan dapat mengamalkan dalam kehidupan sehari hari,
Akhirnya saya atas nama panitia mengucapkan ampun dan maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan, terimakasih atas segala perhatian  partisipasinya.

Wallahulmuwafiq ila aqwamitthoriq
Wassalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh..

Saturday, April 18, 2020

NU BANJAR PEDULI COVID 19 MENGHIMPUN DANA UNTUK DI SALURKAN KEPADA MASYARATAKAT YANG TERKENA DAMPAK COVOD 19

Gerakan sedekah tolak bala

Ayo berpartisipasi melawan covid-19 •
Donasi NU Banjar Peduli Covid-19 ---------------------------------------
Mari Saling Peduli #CegahCovid19 melalui:

Bank Kalsel Syariah
an. NU CARE LAZISNU BANJAR
934 03 11 00348 1

Konfirmasi donasi:  0813 4941 4942
.
.
Layanan NU Peduli Cegah Covid-19
Posko utama: Gedung NU Banjar
Hotline: 0821 3133 8030
.
.
.
Kunjungi: banua.co

Follow: @lazisnu.banjar

#NUPeduli #NUCare #NUShare #LAZISNU #Peduli #Berbagi #Zakat #Sedekah #Donasi #KoinNU #EnergyOfZakat #EnergyOfSedekahJumat #EnergyOfInfak #MerdekakanMustahik #KOINMuktamarNU #KOINMuktamar #Muktamar #KemandirianNahdliyyin #KemandirianJamiyyah #SpiritKemandirian #RamadhanGembira #NUPeduliCovid19 #NUPeduliCorona
#DiRumahAja #NUPeduliCovid19 #LAZISNUBANJAR #martapura #kalsel #banjar #NUBanjarPeduli

https://www.instagram.com/p/B-eZQ84H0Lr/?igshid=1wc0uof7sf3jm

Salam sehat untuk seluruh Indonesia

Tuesday, June 6, 2017

Karya ke dua "Andai aku burung"

Andai aku burung karya bintu Abdullah http://ippnu-kab-banjar.blogspot.com/2017/05/andai-aku-burung-karya-bintu-abdullah.html

Sunday, June 4, 2017

Takdir Tuhan karya bintu 'Abdullah

Takdir Tuhan
Sepi kurasa walau berada di keramaian
Sunyi senyap menyelimuti hati
Suasana gaduh tak berpengaruh bagi ku
Yang jauh yang selalu terkenang
Sengaja menepi karena merasa diri hanyalah setitik debu
Mengharap asa yang tak kunjung datang
Tersenyum... Seakan tak terjadi apa apa
Ikut serta kesana kemari walau hati entah kemana
Lelah menjadi pemain,  sekalipun hanya pemain cadangan
Menjadi penonton yang baik yang jadi pilihan
Oooh...jadi begitu?
Akhirnya ber oooh.....dan kata oooh  sebagai penutup
Semakin kesini semakin faham
Hadapi kenyataan setajam pedang
Hadapi kebenaran sepahit empedu
Hadapi dengan hati yang lapang
Keberanian menghadapi nya adalah karunia
Asa yang sempat hilang menuju arah yang sebenarnya
Keyakinan dan kepercayaan
Campur tangan tuhan pasti berjaya

Friday, May 19, 2017

Andai aku burung karya bintu Abdullah

Andai aku burung

Andai aku burung, Aku akan terbang
Sesaat lagi aku akan pulang
Membawa secercah harapan
Untuk mengayuh bahtera masa depan

Andai aku burung,  akan ku raih bintang
Ku serahkan padamu, tuk di genggam
Sebagai bukti janji ku bukan hanya hayalan
Namun sebuah kenyataan

Tapi apalah daya
Aku hanyalah wanita biasa
Sayap ku tak punya
Apalagi terbang tinggi di angkasa

Aku hanya berdoa
Semoga mimpi menjadi nyata
Dengan doa dan usaha
Sebagai tawakkal pada sang pencipta

Istikharoh selalu ku lakukan
Meminta petunjuk dan bimbingan
Sabar dan sabar sebagai jawaban
aku hanyalah menunggu takdir Tuhan

Dengan bekal istikharoh itu
Aku pun berbenah untuk perbaikan diriku
Semoga Allah selalu melindungiku
Dari segala hal yang menyesatkanku

Senandung Alfatihah

Dengan menyebut nama Mu ya Allah
Yang maha pengasih penyayang
Segala puji bagi Mu ya Allah
Tuhan semesta alam
Engkau yang maha pengasih dan penyayang
Yang menguasai hari hari pembalasan
Hanyalah kepadamu kami menyembah
Dan pada mu kami mohon pertolongan
Tujukakalah kami ke jalan yang lurus
Jalan orang orang yang kau beri nikmat
Bukan jalan mereka yang kau murkai
Dan bukan pula jalan mereka yang sesat
Aamiin.... Ya Robbal Aalamiin...

Senandung alquran

Ya Allah sayangi kami dengan quran
Bagi kami quran imam dan cahaya
Petunjuk dan rohmah
Ya Allah tegurlah kami
Bila melalaikannya dan ajarkan
Mukjizat alquran
Yang menjadi sumber rezeqi
Sepanjang malam dan sepanjang siang hari
Jadikan alquran perisai ya allah tuhan kami