Menyajikan informasi tentang warga banua, aktivitas dan sosial budaya yang ada didalam masyarakat Kalimantan Selatan.
Monday, November 9, 2020
Keistimewaan Rasul SAW Tak Akan Pudar Oleh Waktu, Sang Perindu Selalu Hadir dengan Air Mata Kerinduan
Jasad Tetap Utuh Meski diKubur Bertahun-tahun
Forkopimba Gelar Maulid Nabi, Hadirkan KH. Hasanuddin Badruddin
Sejarah Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama dan Berdirinya web Banua.co LTN PCNU Banjar
Tuesday, October 27, 2020
Konsolidasi PCNU Kab. Banjar, Tanggapan MWC NU Kecamatan Telaga Bauntung
Saturday, October 10, 2020
Konsolidasi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Banjar bersama Banom ke Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama kecamatan Beruntung Baru.
Sunday, October 4, 2020
Konsolidasi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Banjar bersama Banom ke Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama kecamatan Simpang Empat.
Saturday, September 12, 2020
Pelantikan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC. IPPNU ) Kabupaten Banjar Bertempat di Gedung Islamic Center, Sabtu (12/09/2020)
Wednesday, April 22, 2020
Satu Hari Menuju Ramadhan, Mari Mengaji Bab Puasa
Sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan, untuk itu kita mengingat kembali, mengkaji BAB PUASA.
*Syarat Wajib Puasa* :
1. Islam
2. Baligh
3. Berakal
4. Sihat
5. Bermukim (Tidak Musafir)
6. Suci (Dari Haid Dan Nifas)
*Syarat Sah Puasa* :
1. Islam
2. Berakal & Mumayyiz
3. Suci (Dari Haid Dan Nifas)
4. Nyata masuknya bulan Ramadhan
*Rukun-Rukun Puasa*:
1. Orang Yang Puasa
2. Berniat
3. Menahan Diri Daripada Perkara Yang Membatalkan Puasa
*Perkara Yang Membatalkan Puasa* :
1. Makan Dan Minum Dengan Sengaja
2. Memasukkan Dengan Sengaja Benda Ke Dalam Rongga Yang Terbuka
3. Muntah Dengan Sengaja
4. Keluar Haid & Nifas
5. Gila
6. Murtad
7. Keluar Mani Dengan Sengaja
8. Bersetubuh Pada Siang Hari
*Perkara Sunat Ketika Puasa* :
1. Segera Berbuka Puasa
2. Berbuka Dengan Kurma/Juadah Manis
3. Baca Doa
4. Melambatkan Bersahur
5. Banyakkan Baca Al-Quran, Berzikir, Berselawat Dan Membuat Amal Kebajikan
6. Sentiasa Bersedekah
7. Jauhkan Diri Daripada Bercakap Perkara Yang Sia-Sia Dan Perbuatan Yang Tidak Membawa Manfaat
8. Mandi Junub Lebih awal Sebelum Masuk Waktu Subuh
*Makruh Ketika Puasa* :
1. Bersuntik
2. Berbekam
3. Berkumur-Kumur
4. Memasukkan Air Ke Dalam Rongga Hidung Secara Berlebihan
5. Mandi Yang Berlebihan
6. Rasa Makanan Di Hujung Lidah
*Golongan Yang Wajib Qada' Puasa* :
1. Orang Sakit Yang Ada Harapan Untuk Sembuh
2. Orang Yang Musafir (Bukan Kerana Maksiat)
3. Orang Yang Kedatangan Haid Dan Nifas
4. Orang Yang Meninggalkan Niat Puasa
5. Orang Yang Sengaja Melakukan Perkara2 Yang Membatalkan Puasa
6. Orang Yang Pitam/Mabuk
7. Orang Yang Sangat Lapar Dan Dahaga
*Mereka Yang Di Kenakan Membayar Fidyah Puasa*:
1. Mereka Yang Tidak Dapat Mngqada'kan Puasa Sehingga Masuk Ramadhan Kali Kedua - (Fidyahnya : 1 Cupak Beras Untuk Setiap Hari Yang Di Tinggalkan Di Samping Mengqada' Puasa) Bagi Setahun Tertinggal..
Kalau Tidak Di Qada' Sehingga Melampaui 2 Tahun Maka Di Kenakan 2 Cupak Tetapi Puasa Tetap Juga 1 Hari (Tiada Tambahan)
2. Orang Sakit Yang Tidak Ada Harapan Untuk Sembuh
3. Orang Yang Terlalu Tua Dan Tidak Berdaya Untuk Berpuasa
4. Orang Yang Ada Qada' Puasa Tetapi Meninggal Dunia Sebelum Sempat Berbuat Demikian (Fidyahnya : Di Buat Oleh Kerabat Si Mati/Di Ambil Daripada Harta Pusakanya)
5. Perempuan Yang Mengandung/Yang Menyusukan Anaknya Perlu Mengqada' Puasa Dan Membayar Fidyah 1 Cupak Beras Bagi Setiap Hari Yang Di Tinggalkan Sekiranya Dia Meninggalkan Puasa Kerana Bimbangkan Anaknya Tetapi Sekiranya Dia Takut Memudaratkan Pada Dirinya Dia Hanya Wajib Mengqada' Puasanya
*Kaffarat Bersetubuh Pada Bulan Ramadhan* :
Orang Yang Bersetubuh Pada Siang Hari Bulan Ramadhan, Maka Kedua2 Suami Isteri Tersebut Perlu Mengqada' Puasa Berkenaan Dan Suami Wajib Membayar Kifarat (Denda) Seperti :-
1. Memerdekakan Seorang Hamba Mukmin L/P
(Sekiranya Tidak Mampu)
2. Berpuasa 2 Bulan Berturut-Turut Tanpa Terputus (Kalau Tidak Berdaya)
3. Memberi Makan Kepada 60 Orang Fakir Miskin
Walau Bagaimana Pun, Jika Persetubuhan Itu Di Lakukan Kerana Terlupa, Jahil Tentang Haramnya/Di Paksa Ke Atasnya Tidaklah Wajib Kifarat
*Tingkatan Puasa*:
1. Puasa Umum - Sekadar Menahan Makan, Minum Dan Keinginan Berjimak
2. Puasa Khusus - Memelihara Mata, Telinga, Lidah, Tangan Dan Kaki Daripada Melakukan Dosa Selain Menahan Diri Daripada Perkara Di Atas
3. Puasa Khusus Al-Khusus - Merangkumi puasa Di Atas Dan Di Sempurnakan Pula Dengan Puasa Hati Daripada Semua Keinginan Zahir Dan Batin
*Mereka Yang Di Benarkan Meninggalkan Puasa* :
1. Orang Yang Hilang Daya Upaya Seperti Sakit Yang Apabila Berpuasa Akan Menambahkan Keuzuran
2. Orang Musafir
3. Org Yang Terlalu Tua Dan Amat Lemah
4. Orang Yang Tersangat Lapar Dan Dahaga
5. Perempuan Hamil/Menyusukan Anaknya Yang Apabila Berpuasa Boleh Memudaratkan Diri/Anak Yang Di Susui Itu
*Berbuka puasa dgn buah kurma + minum air hangat.*
*JANGAN minum minuman bergas + es*
Yaa Allah sampaikan umur kami untuk bertemu Ramadhan...
Tuesday, April 21, 2020
Bagaimana Fakta Puasa Bagi Kesehatan?
2. WHO>> organisasi internasional yang khusus menangani bidang kesehatan, menyatakan bahwa puasa dapat meningkatkan kesehatan fisik, membuang racun di dalam tubuh, mencegah kolesterol, menyembuhkan magh, darah tinggi.
4. Meningkatkan kontrol gula darah beberapa penelitian telah menemukan bahwa puasa dapat meningkatkan kotrol gula darah, yang bisa sangat berguna bagi mereka yang beresiko diabetes. Sementara itu, ulasan lain menemukan bahwa puasa intermiten dan puasa alternatif sama efektifnya dengan membatasi asupan kalori dalam mengurangi resistensi insulin.
5. Puasa intermiten selama satu bulan secra signifikan menurunkan tingkat gejala inflamasi Peradangan.
Monday, April 20, 2020
Apa saja giat NU Banjar Peduli Covid-19
Giat NU BANJAR Peduli Covid-19
Oleh Rohmiah
NAHDLATUL ULAMA KABUPATEN BANJAR melaksanakan giat peduli covid-19 dengan membentuk satgas peduli covid-19.
Adapuan kegiatan yang dilaksanakan adalah mengadakan penyemprotan disinfektan yang dilaksanakan ke berbagai fasilitas umum sekitar kantor NU dan meajid serta musholla sampai ketempat kediaman guru-guru agama dan Majlis Wakil Cabang (MWC) di kecamatan.seperti yang telah di lansir dalam situs resmi banua.
Tidak hanya itu giat Nu peduli covid juga membagikan masker Nu dan membagikan sembako kewarga yang terkena dampak covid-19 serta kepada warga Nu sampai ke MWC di tingkat kecamatan.
Lebih lengakap silahkan kunjungi situs resminya berikut ini:
https://banua.co/2020/04/14/setelah-semprot-disinfektan-dan-sebar-masker-nu-banjar-peduli-bagi-bagi-sembako
Atau kunjungi youtub saya di https://youtu.be/HMSrWo8GmyQ
Sunday, April 19, 2020
Bolehkan Tidak Melaksanakan Shalat Jumat dan Jamaah Disebabkan Virus Corona?
*TIDAK MELAKSANAKAN SHALAT JUMAT DAN JEMAAH DISEBABKAN VIRUS CORONA*
Penulis : _Dr Zein bin muhammad Al-aydarus, dosen ilmu hadist di universitas hadramaut._
Diterjemahkan oleh: _Abbas Rahbini Mawardi_
Jawab :
Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang.
Berkata Al-allamah zakaria Al-anshari As-syafi'i -rahimahullah-
_[Fathul wahhab syarah minhajut-thullab 109/1]._
_Al-allamah ibn hajar Al-haitami -rahimahullah- pernah ditanya ._
_Maka Al-imam Ibn hajar Radhiyallahu menjawab:_
_Maka dengan ini diketahui bahwa faktor dicegahnya penderita penyakit lepra atau kusta itu karena dikhawatiri mudharatnya kepada orang lain. Dalam kondisi seperti ini mencegah nya mempunyai kekuatan hukum wajib._
_(Al-fatawa Kubra Al-fiqhiyyah 212/1)_
[Tuhfatul Minhaj bi syarhi Al-minhaj 276/6].
Berkata Al-allamah Zakaria Al-anshori -rahimahullah-
[Asnaa Al-mathalib 215/1]
Sebagaimana shalat berjemaah maka shalat jum'at juga termasuk,
Berkata Al-imam Nawawi -rahimahullah- :
*KESIMPULAN*
Allah berfirman :
وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ
_dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan_.
Juga Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:
وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا
الحكم يدور مع العلة وجوداً وعدماً
_Hukum itu berputar bersama Ilatnya, ada dan tidak adanya illat itu._
إن درء المفاسد أولى من جلب المصالح إذا تحققت المفسدة من الاجتماع
perkir'an atau ragu-ragu atas adanya kerusakan, maka tidak boleh dijadikan sebuah sandaran atau patokan, sementara kemaslahatan shalat berjamaah dan shalat jum'at itu sudah nyata-nyata adanya.
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ مَنَعَ مَسَاجِدَ اللَّهِ أَنْ يُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ وَسَعَىٰ فِي خَرَابِهَا ۚ أُولَٰئِكَ مَا كَانَ لَهُمْ أَنْ يَدْخُلُوهَا إِلَّا خَائِفِينَ ۚ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ [سورة البقرة : 114]
27 rajab 1441 H
22/03/2020 M
Masih pantaskah kita berselisih ditengah pandemi covid-19...?
Tulisan dibawah ini adalah ulasan yang disampaikan oleh saudara kita Muhammad Valdy Nur fattah, semoga menjadi referensi dan membuka wawasan kita dalam memghadapi pandemi covid-19.
*MASIH PANTASKAH KITA BERSELISIH?*
Di saat seperti ini, bukan saatnya lagi kita berselisih, apakah harus tetap di rumah atau tetap ke masjid untuk shalat berjama'ah. Bukan, bukan itu pertanyaan besar yang harus kita tanyakan!
Seharusnya yang kita tanyakan, "Masih pantaskah kita berpecah belah di tengah meluasnya wabah?!"
Seharusnya yang kita tanyakan, "Masih harus kah kita bercerai berai di tengah banyaknya air mata yang terburai?!"
Wahai saudaraku, tak sadarkah kalian, bukan kalian saja yang bersedih hati! Kita semua merasakan kesedihan yang sama dalam masalah yang berbeda-beda.
~. *KAMI YANG TETAP KE MASJID*
Taukah kalian, bagi kami yang tetap melangkahkan kaki kami ke masjid, bukan semata-mata ingin melakukan ibadah dan mengikuti sunnah. Namun kami mencoba bermunajat bersama-sama demi diangkatnya musibah. Maka dari itulah, sebagian kami melakukan qunut nazilah saat shalat berjama'ah.
Bagi kami yang tetap ke masjid, kami bersedih karena rumah Kekasih kami perlahan menjadi sepi, padahal tempat-tempat hiburan di tengah kota seperti tempat Karaoke dan Bioskop, sebagiannya masih ramai dipadati. Padahal, tempat ibadah tentu lebih baik dan utama untuk dikunjungi. Kata teladan kami, Rasulullah ﷺ,
مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ
"Di antara tanda baiknya Islam seseorang, adalah meninggalkan hal-hal yang tak bermanfaat baginya." (HR. Tirmidzi no. 2239 dan Ibnu Majah no. 3966)
Sudahlah, hentikan memaki kami dengan hal-hal yang tak kalian mengerti. Karena cinta kami pada masjid, sudah sangat terpatri di hati.
Tak bolehkah kami mengikuti shahabat Nabi, Abu Ubaidah Al jarrah رضي اللّٰه تعالى عنه yang tetap bertahan hingga akhirnya mati syahid di tengah wabah yang ganas menjangkit?!
Karena, meski pun ada resiko kematian yang akan mengintai kami, namun tak bolehkah kami berharap mati syahid sebagaimana shahabat Rasulullah di atas?! Bukankah Rasulullah ﷺ bersabda,
مَا مِنْ عَبْدٍ يَكُونُ فِي بَلَدٍ يَكُونُ فِيهِ وَيَمْكُثُ فِيهِ لَا يَخْرُجُ مِنْ الْبَلَدِ صَابِرًا مُحْتَسِبًا يَعْلَمُ أَنَّهُ لَا يُصِيبُهُ إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ إِلَّا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ شَهِيدٍ
“Dan tidaklah seorang hamba di suatu negeri yang terkena penyakit tha'un dan ia tinggal di sana, ia tidak mengungsi dari negeri itu dengan sabar dan mengharap pahala di sisi ALLAH, ia sadar bahwa tak akan menimpanya selain yang telah digariskan-NYA baginya, selain baginya pahala seperti pahala syahid." (HR. Bukhari no. 6129 dan Ahmad no. 24056)
Saya sangat berharap, bahwa kalian yang memilih tetap melaksanakan shalat berjama'ah dan shalat Jum'at di masjid, apabila ALLAH ﷻ menakdirkan bagi kalian wafat karena virus ini, mudah-mudahan kalian bisa mendapatkan predikat mati syahid.
~. *KAMI YANG MEMILIH SHALAT DI RUMAH*
Namun, taukah juga kalian, bukan pula berarti, bagi kami yang memilih untuk tetap di rumah selama masa inkubasi, artinya kami takut mati. Bukan berarti kami yang tetap di rumah selama masa inkubasi, artinya kami tak punya rasa sedih.
Kami yang memilih untuk tinggal di rumah, turut bersedih karena harus berpisah sementara dengan rumah Sang Kekasih sejati. Kami yang memilih tetap di rumah, turut bersedih karena harus menahan diri untuk tidak bertemu dengan sahabat-sahabat kami yang shalih.
Kami yang memilih tetap di rumah, mengupayakan agar virus ini tidak semakin mewabah. Karena kami peduli dengan kesehatan kalian semua, bukan semata ingin menyelamatkan diri sendiri. Begini lah yang dilakukan shahabat Amr bin Ash رضي اللّٰه تعالى عنه dan rakyat Syams ketika di masa kekhalifahan Umar bin Khaththab رضي اللّٰه تعالى عنه terjadi wabah tha’un yang menewaskan sekitar 20 ribu jiwa, hampir separuh dari jumlah penduduk Syams kala itu.
Kami yang memilih tetap di rumah, juga tetap bermunajat kepada ALLAH ﷻ agar segera menyudahi wabah ini, demi kebaikan kita bersama.
Jangan lah ada di dalam hati kalian rasa benci terhadap kami. Apalagi menuduh kami sebagai orang munafik dan antek PKI. Jelas ini adalah tuduhan yang amat keji. Apalagi mendoakan kami mati karena terjangkit virus ini. Alangkah lebih baiknya bagi kalian untuk senantiasa mendoakan kebaikan bagi semua. Karena doa kalian kepada saudara kalian, adalah doa kalian kepada diri kalian sendiri.
مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ وَلَكَ بِمِثْلٍ
“Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) yang berjauhan, melainkan malaikat akan mendoakannya pula, 'Dan bagimu kebaikan yang sama.” (HR. Muslim no. 4912)
Tak bisa kah kalian berpikir positif bahwa kami hanya mengikuti ahli ilmu di antara kami, yang telah mengeluarkan fatwa tentang hal ini?! Sungguh Maha Benar ALLAH ﷻ yang telah berfirman,
فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
"Maka bertanyalah pada ahli dzikir (ahli ilmu), jika kalian tidak mengetahui." (QS. Al Anbiya: 7)
Atau kalian tak punya rasa husnuzhan pada ulama dan menuduh mereka lebih takut pada Corona daripada kepada ALLAH ﷻ?! Padahal ALLAH sendiri telah berfirman,
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ
"Sesungguhnya yang paling takut kepada ALLAH di antara hamba-NYA adalah para ulama." (QS. Fathir: 28)
Jangan lah keangkuhan dan ketidaktahuan kita, membuat lisan kita mudah mencela. Jangan pula semangat kita dalam melawan ketakutan, membuat kita malah mudah memandang orang yang berbeda dengan pandangan yang rendah.
Kami yang berdiam di rumah, bukannya tidak mengetahui, bahwa,
صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلَاةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً
"Shalat berjama'ah itu lebih utama 27 derajat dari Shalat sendirian." (HR. Bukhari no. 609 dan Muslim no. 1038)
Namun Rasulullah ﷺ juga memerintahkan kita untuk berikhtiar menjauhi wabah sebisa mungkin. Makanya beliau bersabda,
و فِرَّ مِنَ المجذومِ كما تَفِرُّ مِنَ الأسدِ
"Dan larilah kalian dari kusta sebagaimana kalian lari dari singa!" (HR. Bukhari no. 5707)
Tawakkal itu bukan berarti kita bisa pasrah tanpa ada usaha. Dahulu di zaman Nabi ﷺ, ada seorang shahabat yang hendak meninggalkan untanya begitu saja tanpa diikat, dengan alasan untuk ber-tawakkal kepada ALLAH ﷻ. Namun Nabi ﷺ malah bersabda,
اعْقِلْهَا وَتَوَكَّلْ
"Ikatlah lalu ber-tawakkal lah! " (HR. At Tirmidzi no. 2441)
Tak bolehkah kami melakukan daya upaya demi menghindari bahaya yang lebih besar? Bukankah dalam kaidah fiqh disebutkan,
درأ المفاسد مقدم على جلب المصالح
"Menolak mafsadat lebih didahulukan dari mengambil manfaat."
Seandainya banyak di antara kami yang malah mati, bukankah masjid pun akan semakin sepi nanti?!
Kami tak lebih hanya mengikuti himbauan dari para pemimpin kami. Himbauan pemimpin kami yang mengikuti himbauan dari para ahlul 'ilmi. Bukan kah kata Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyah رحمه اللّٰه تعالى,
فكما أن طاعة العلماء تبع لطاعة الرسول، فطاعة الأمراء تبع لطاعة العلماء، ولما كان قيام الإسلام بطائفتي العلماء والأمراء
"Sebagaimana menaati ulama mengikuti ketaatan pada Rasulullah, maka taat kepada umara' (pemerintah) mengikuti ketaatan kepada ulama. Dikarenakan penegakan Islam dilakukan oleh dua golongan yakni ulama dan umara'.” (I'lamul Muwaqqi'in 'an Rabbul 'aalamin: 2/16)
Maka sudahilah merendahkan dan meremehkan upaya kami. Jangan ada lagi yang menuduh kami menjauhi ALLAH ﷻ meski untuk sementara waktu, tidak lagi hadir di rumah-rumah-NYA yang mulia.
Jangan pula menuduh ulama kami bersepakat dalam kebathilan, karena apa yang mereka lakukan adalah ijtihad. Apabila ijitihad-nya benar, maka mereka akan mendapatkan dua pahala. Apabila mereka ijtihad-nya salah, mereka tetap mendapatkan satu pahala. Akan tetapi, apa yang akan kalian dapatkan dari cemoohan dan celaan kalian terhadap fatwa mereka, selain dosa?!
Saya sangat berharap, bagi kaum Muslimin yang memilih tidak ke masjid dalam beberapa waktu ke depan karena udzur ini, semoga ALLAH ﷻ senantiasa menjaga kalian dan kalian tetap bisa mendapatkan pahala yang sama sebagaimana dulunya kalian tetap ke masjid. Hal ini sesuai dengan apa yang Rasul-NYA sabdakan,
إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا
"Jika seorang hamba sakit atau bepergian (lalu beramal) ditulis baginya (pahala) seperti ketika dia beramal sebagai muqim dan dalam keadaan sehat." (HR. Bukhari no. 2774 dan Ahmad no. 18848)
~. *MEREKA YANG MASIH BEKERJA DI LUAR*
Ada di antara manusia yang masih berjuang demi kehidupan keluarganya dengan mempertaruhkan nyawanya sendiri. Yakni mereka yang masih mencari nafkah tanpa lagi peduli, bahwa virus Corona ini senantiasa mengintai di sekitar mereka.
Mereka tetap keluar mencari nafkah demi piring-piring nasi keluarganya yang harus mereka isi.
Tidakkah kalian berempati pada nasib mereka, yang apabila mereka tetap di rumah, bisa saja mereka selamat dari virus Corona, tapi apa mereka sanggup menahan perut-perut mereka yang terus meronta karena tak mendapat asupan makanan?!
Apalagi, sebagian dari mereka, menjual apa yang sehari-hari dibutuhkan masyarakat lainnya yang tetap di rumah. Mereka rela masih berjual-beli di kerumunan pasar, agar tetap ada suplai kebutuhan pokok kalian yang memilih tetap di rumah. Atas izin ALLAH ﷻ, keberadaan mereka di luar sana, bisa menjadi sebab kalian yang di rumah masih bisa memasak dan menikmati makanan untuk keberlangsungan hidup kalian.
Masih pantaskah kita berdebat tentang kondisi kita sendiri, sementara banyak di antara saudara kita yang bahkan konidisinya tak memungkinkan untuk hanya berdiam diri di dalam rumah?!
Belum lagi nasib petugas serta relawan kesehatan dan kemanusiaan. Mereka rela harus tetap berada di luar demi mengatasi wabah yang mendunia ini.
Mereka rela meluangkan banyak waktunya untuk menangani kebutuhan medis sebagian saudara kita yang terkena wabah.
Mereka rela berpisah sementara dari keluarga yang mereka sayangi, demi kita semua!
Mereka harus berani menghadapi resiko besar tertular virus dalam rangka menangani wabah mematikan ini.
Masih kah kita tega berdebat akan apa yang menjadi pilihan kita, sementara mereka yang menjadi garda terdepan dalam melawan virus ini, hampir-hampir kehilangan pilihan pribadinya?!
Mereka sedang berjuang untuk kita. Tak bisakah kita menahan lisan kita untuk tidak lagi saling menggunjing pilihan masing-masing dan turut fokus mendukung perjuangan mereka di luar sana?!
Mereka lebih layak takut daripada kita. Mereka lebih layak mendapatkan dukungan daripada kita. Mereka lebih layak dilindungi, didoakan dan dibantu. Mereka boleh jadi lebih mulia kedudukannya daripada kita. Namun mereka tak pernah memperdebatkan apa yang hari ini menjadikan hati kita berpecah serta menjadikan barisan kita melemah.
Saya berharap ALLAH ﷻ melapangkan rizqi mereka, memudahkan urusan-urusan mereka dan mengganjar mereka dengan pahala yang berlipat ganda.
*KABAR GEMBIRA UNTUK KAUM MUSLIMIN*
Hendaknya, ujian kali ini bisa menjadikan kita bersatu dalam berperan positif mencegah dan mengatasi penyebaran virus yang ada.
Dan jadikan moment ini sebagai moment untuk ber-muhasabah. Hisablah dosa-dosa kita sendiri. Jangan-jangan karena dosa dan maksiat kita sendiri lah, ujian ini melanda. ALLAH ﷻ berfirman,
وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan ALLAH memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syuraa: 30)
Perbanyaklah memohon ampunan kepada ALLAH ﷻ. Siapa tahu, dari istighfar dan taubat kita ini, ALLAH memberikan jalan keluar dari setiap masalah yang dihadapi, sebagaimana firman-NYA,
وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
“Dan ALLAH sekali-kali tidak akan mengadzab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) ALLAH akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.” (QS. Al-Anfal: 33)
Tak perlu takut berlebihan dan jangan juga meremehkan. Karena segala sesuatu tentu sudah diatur oleh-NYA. Ber-husnuzhan lah kepada ALLAH ﷻ, karena kata Nabi ﷺ,
مَا أَنْزَلَ اللَّهُ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً
"Tidaklah ALLAH menurunkan suatu penyakit, kecuali DIA pula yang menurunkan obatnya." (HR. Bukhari no. 5246, Abu Daud no. 3357 dan Ibnu Majah no. 3429)
Bersabarlah wahai saudara-saudaraku yang kucintai. Karena sesungguhnya setiap keadaan adalah baik bagi kaum Muslimin. Sesuai sabda Rasulullah صلى اللّٰه عليه و سلم,
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
"Perkara orang mukmin itu mengagumkan, sesungguhnya semua keadaannya baik dan itu tidak dimiliki seorang pun selain orang mukmin. Bila tertimpa kesenangan, ia bersyukur dan syukur itu baik baginya dan bila tertimpa musibah, ia bersabar dan sabar itu baik baginya." (HR. Muslim)
Dan sesuai janji ALLAH ﷻ dalam firman-NYA,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ
"Waha orang-orang beriman, mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat, sesungguhnya ALLAH bersama orang-orang yang bersabar." (QS. Al Baqarah: 153)
Mari kita satukan kembali hati kita yang berserakan. Jauhkan diri dari rasa dengki dan benci. Kita sama-sama berupaya dengan segala sarana yang ALLAH telah jadikan sebab, sembari terus bertawakkal kepada-NYA. Kita melangkah bersama untuk mendukung setiap gerakan positif yang dilakukan saudara-saudara kita, demi kebaikan yang akan kita tuai bersama.
بارك اللّٰه فيكم جميعًا
_(Saudara kalian, Muhammad Valdy Nur Fattah)_
Tradisi warga Banua
Ditulis oleh
Rohmiah
Warga Banua khusus nya Martapura
Tradisi warga Banua pada saat datang bulan Maulid atau bulan Rabiul awwal, mereka berbondong-bondong dan gotong royong melaksanakan peringatan maulid Nabi, meraka beurunan atau menghimpun dana swadaya masyarakat untuk melaksanakan acara tersebut.
Kemudian jika sudah sampai hari yang ditentukan warga banua akan menghias tempat acara dengan arguci yang tak lain adalah kain yang disusun arguci sebagai penghias dinding mesjid/ musholla/ aula sekolah.
Di setiap kampung selalu bergantian acara tersebut dilaksanakan dengan mengundang seorang guru/ Alim ulama yang akan membacakan hadis dan pencerahan mengenai peristiwa lahir nya junjungan kita Nabi Muhammad SAW.
Adapun dibawah ini adalah susunan acara yang sering dibacakan oleh Pembawa acara.
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
Bismillahirrahmanirrohim
Alhamdulillahirobbil alamin, wabihi nastain ala umuriddunya waddin lahaula wala quwata illa billahilaliyyilazim
Wassolatuwassalamuala sayyidilmursalin waala alihi wasohbihi ajmain amma ba'du
Yang saya hormati dan saya muliakan ibu penceramah yang datang dari Martapura
Yang says hormati guru-guru agama, tokoh-tokoh masyarakat dan undangan yang berbahagia
Alhamdulillah selalu kita ucapkan karena dengan karuniaNya sehingga kita bisa berkumpul bersilaturahmi dalam rangka memperingati maulid nya Nabi besar Muhammad saw,
Sholawat dan salam tercurah keharibaan junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat, dan orang orang yang mengikuti jejak langkah beliau dari dulu sekarang ila yaumil kiamah.
Baik lah akan saya bacakan susunan acara kita pada hari ini.
Acara 1, pembukaan,
Acara ke 2kalam ilahi,
Acara ke 3 ceramah agama seputar maulid nya Nabi besar Muhammad SAW
Acara ke 4 tahlil dan doa serta penutup
Baiklah untuk membuka acara pada hari ini saya mintakan dengan segala hormat kepada ibu Penceramah, disilakan
Terimakasih, semoga acara kita berjalan dengan lancar
Memasuki acara yang ke 2 , kalam ilahi, untuk ini kami mintakan kepada ibu Bayyinah untuk melantunkan ayat ayat suci Alquran.
Semoga yang membacakan ayat alquran tadi dan kita yang mendengarkan mendapat limpahan pahala yang berlipat ganda ,,aamiin...
Acara selanjutnya yaitu ceraamah agama sekitar maulid nya nabi besar Muhammad SAW....kepada Ibu disilakan,
Semoga kita dapat mengambil hikmah dan intisari dari ceramah beliau serta dpat mengamalkan dalam kehidupan sehari hari..aamiin
Acara dilanjutkan dengan tahlil dan doa kepada Ibu kami mintakan kembali untuk memimpin tahlil dan doa...
Dengan berakhirnya doa tadi maka berakhir pula lah acara kita pada hari ini, semoga kita dapat mengambil hikmah, intisari dan dapat mengamalkan dalam kehidupan sehari hari,
Akhirnya saya atas nama panitia mengucapkan ampun dan maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan, terimakasih atas segala perhatian partisipasinya.
Wallahulmuwafiq ila aqwamitthoriq
Wassalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh..
Saturday, April 18, 2020
NU BANJAR PEDULI COVID 19 MENGHIMPUN DANA UNTUK DI SALURKAN KEPADA MASYARATAKAT YANG TERKENA DAMPAK COVOD 19
Gerakan sedekah tolak bala
Ayo berpartisipasi melawan covid-19 •
Donasi NU Banjar Peduli Covid-19 ---------------------------------------
Mari Saling Peduli #CegahCovid19 melalui:
Bank Kalsel Syariah
an. NU CARE LAZISNU BANJAR
934 03 11 00348 1
Konfirmasi donasi: 0813 4941 4942
.
.
Layanan NU Peduli Cegah Covid-19
Posko utama: Gedung NU Banjar
Hotline: 0821 3133 8030
.
.
.
Kunjungi: banua.co
Follow: @lazisnu.banjar
#NUPeduli #NUCare #NUShare #LAZISNU #Peduli #Berbagi #Zakat #Sedekah #Donasi #KoinNU #EnergyOfZakat #EnergyOfSedekahJumat #EnergyOfInfak #MerdekakanMustahik #KOINMuktamarNU #KOINMuktamar #Muktamar #KemandirianNahdliyyin #KemandirianJamiyyah #SpiritKemandirian #RamadhanGembira #NUPeduliCovid19 #NUPeduliCorona
#DiRumahAja #NUPeduliCovid19 #LAZISNUBANJAR #martapura #kalsel #banjar #NUBanjarPeduli
https://www.instagram.com/p/B-eZQ84H0Lr/?igshid=1wc0uof7sf3jm
Salam sehat untuk seluruh Indonesia
Tuesday, June 6, 2017
Karya ke dua "Andai aku burung"
Sunday, June 4, 2017
Takdir Tuhan karya bintu 'Abdullah
Sunyi senyap menyelimuti hati
Suasana gaduh tak berpengaruh bagi ku
Yang jauh yang selalu terkenang
Mengharap asa yang tak kunjung datang
Tersenyum... Seakan tak terjadi apa apa
Ikut serta kesana kemari walau hati entah kemana
Menjadi penonton yang baik yang jadi pilihan
Oooh...jadi begitu?
Akhirnya ber oooh.....dan kata oooh sebagai penutup
Hadapi kenyataan setajam pedang
Hadapi kebenaran sepahit empedu
Hadapi dengan hati yang lapang
Asa yang sempat hilang menuju arah yang sebenarnya
Keyakinan dan kepercayaan
Campur tangan tuhan pasti berjaya
Friday, May 19, 2017
Andai aku burung karya bintu Abdullah
Andai aku burung
Andai aku burung, Aku akan terbang
Sesaat lagi aku akan pulang
Membawa secercah harapan
Untuk mengayuh bahtera masa depan
Andai aku burung, akan ku raih bintang
Ku serahkan padamu, tuk di genggam
Sebagai bukti janji ku bukan hanya hayalan
Namun sebuah kenyataan
Tapi apalah daya
Aku hanyalah wanita biasa
Sayap ku tak punya
Apalagi terbang tinggi di angkasa
Aku hanya berdoa
Semoga mimpi menjadi nyata
Dengan doa dan usaha
Sebagai tawakkal pada sang pencipta
Istikharoh selalu ku lakukan
Meminta petunjuk dan bimbingan
Sabar dan sabar sebagai jawaban
aku hanyalah menunggu takdir Tuhan
Dengan bekal istikharoh itu
Aku pun berbenah untuk perbaikan diriku
Semoga Allah selalu melindungiku
Dari segala hal yang menyesatkanku
Senandung Alfatihah
Yang maha pengasih penyayang
Segala puji bagi Mu ya Allah
Tuhan semesta alam
Yang menguasai hari hari pembalasan
Hanyalah kepadamu kami menyembah
Dan pada mu kami mohon pertolongan
Jalan orang orang yang kau beri nikmat
Bukan jalan mereka yang kau murkai
Dan bukan pula jalan mereka yang sesat
Senandung alquran
Ya Allah sayangi kami dengan quran
Bagi kami quran imam dan cahaya
Petunjuk dan rohmah
Ya Allah tegurlah kami
Bila melalaikannya dan ajarkan
Mukjizat alquran
Yang menjadi sumber rezeqi
Sepanjang malam dan sepanjang siang hari
Jadikan alquran perisai ya allah tuhan kami