Showing posts with label infowargabanua. Show all posts
Showing posts with label infowargabanua. Show all posts

Monday, November 9, 2020

Jasad Tetap Utuh Meski diKubur Bertahun-tahun

Info warga banua, MARTAPURA - Maulana Habib Luthfi Bin Yahya ; Soal Jasad Utuh Meski Sudah Dikubur Selama bertahun-tahun

Fenomena jasad muslim tetap utuh meski dikubur bertahun-tahun tanpa membusuk, ada penjelasannya. Seperti pernah dialami Syekh Nawawi Al-Bantani, saat pemerintah Arab Saudi akan memindahkan kuburan beliau, ternyata jasadnya masih utuh. 

Walau telah dikubur selama bertahun-tahun, jasad tetap utuh tanpa tergores ataupun membusuk di dalam tanah.

Alasan mengapa jasad bisa utuh walau telah dikubur selama bertahun-tahun disampaikan Maulana Habib Luthfi.

Maulana Habib Luthfi menjelaskan Sunnah Nabi Muhammad SAW tentang Keutamaan sholawat Kepada Nabi SAW.

Dijelaskan oleh beliau, banyak orang yang tidak dapat menghapal Alqur'an tetapi diketahui jasadnya tidak rusak walau telah dikubur selama bertahun-tahun.

"Tidak hafal Qur'an itu banyak, tetapi di dalam kubur (jasadnya) masih utuh. ternyata apa? orang itu min ahli sholawat 'alan Nabi shalallahualaihi wa salam," jelas Habib Luhfi

Hal tersebut dipaparkan Habib Luthfi sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW yakni; ''Barang siapa yang mengucapkan sholawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bersholawat kepadanya 10 kali, dan barang siapa yang bersholawat kepadaku 10 kali, maka Allah akan bersholawat kepadanya 100 kali."

"Nabi juga bersabda , ''Siapa membaca sholawat kepadaku sebanyak satu kali, Allah Ta'alla akan memberikan 10 (rahmat). Siapa membacca sholawat padaku sepuluh kali, Allah Ta'alla memberikan 100 (rahmat). Siapa membaca sholawat padaku 100 kali, Allah Ta'alla akan memberi rahmat 1.000. Siapa membaca sholawat padaku 1.000 kali, haram jasadnya masuk Neraka," ungkap Habib Luthfi.

"Nah alam kubur ini belum apa-apa dibandingkan dengan Neraka, jadi jika di dalam kuburnya masih utuh ya tidak mustahil orang itu min ahli sholawat kepada kanjeng Nabi shalallahualaihi wa salam," tegas beliau.

Kisah menginspirasi juga disampaikan oleh Habib Luthfi, seperti cerita seorang wanita tua penyapu masjid.

Nenek yang tak pernah diketahui asal-usulnya sering terlihat menyapu masjid setiap pagi.

Hingga suatu ketika, para jamaah masjid merasa kasihan terhadap nenek tersebut dan sepakat untuk menyapu bersih pekarangan masjid sebelum nenek itu tiba.

Singkat cerita, nenek itu, seperti biasanya, tiba di masjid dan menemukan pekarangan telah bersih.

Mengejutkan, ia bukan bahagia.

Sebaliknya, ia menangis tersedu-sedu, tangisannya menyayat hati dan membuat para jamaah bertanya kepada sang nenek yang terus bungkam.

Hingga ajal menjemput, rahasia nenek yang menangis ketika melihat pekarangan masjid bersih pun terkuak.

Alasannya sang nenek sedih ketika mendapati pekarangan masjid telah bersih dari daun-daun. Sebab, setiap ia memunguti helai demi helai daun, di saat itu pula ia bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

"Ada banyak contoh seperti layaknya nenek itu di sekitar kita. Individu-individu yang tak mengerti dan paham mengenai dalil-dalil shahih Al quran dan Hadis mengenai cinta terhadap Nabi SAW. Namun, mereka mewujudkan kecintaannya dengan cara mereka sendiri, bagi nenek tua pada kisah di atas, bersholawat kepada Nabi adalah bentuk terbaik mewujudkan cinta kepada Nabi SAW," Pungkas Habib Luthfi.

Allahumma Sholli alaa Sayyidina Muhammad Wa'ala aali Sayyidina Muhammad

Forkopimba Gelar Maulid Nabi, Hadirkan KH. Hasanuddin Badruddin


Info warga banua, MARTAPURA– Forum Komunikasi Pimpinan Banom (Forkopimba) Nahdlatul Ulama akan menggelar acara Maulid Nabi Muhammad SAW menghadirkan KH. Hasanuddin Badruddin sebagai penceramah di Gedung NU, Minggu 8 November 2020 malam Senin. 

Ketua Forkopimba M. syafiie Rifqi melalui Ketua Pelaksana kegiatan Toniansyah menyebutkan penceramah agama menghadirkan Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Martapura. 

"Penceramah KH. Hasanuddin Badrauddin Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Martapura," ujar Ketua Panitia yang juga menjabat sebagai ketua PC PMII Martapura itu. 

Adapun ujar Dia, tujuan dilaksanakan kegiatan maulid Nabi adalah tentunya untuk mensyiarkan maulid Nabi (12 Rabiul awwal ) juga untuk memperkuat sinergi antar Banom di bawah naungan NU. 

“Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka tetap menjalankan tardisi-tradisi NU, juga agar antar Banom NU sama-sama saling sepemahaman, saling bersinergi dan saling bekerjasama memperkuat Ahlussunnah waljamaah. ,” demikian dikatakan Ketua Panitia Pelaksana kegiatan Toniansyah. 

Selanjutnya ujar Ketua panitia pelaksana yang akrab dipanggil Toni ini menyebutkan tema kegiatan maulid Nabi Muhammad SAW. 

"Kami mengangkat tema "Tingkatkan persatuan dan persaudaraan umat melalui momentum maulid Nabi SAW," ujarnya.

Acara ini bekerjasama dengan semua Banom NU kabupaten Banjar yaitu PC. Muslimat NU, PC. GP. Anshor, PC. Fatayat NU, PC. PMII Martapura, PC. IPNU, dan PC. IPPNU kabupaten Banjar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. 

“Acara menerapkan protokol kesehatan dengan sangat ketat," pungkasnya.

Habib Rizieq Pulang, Begini Pesan Kiai Said untuk Warga NU (9 November 2020)


Info warga banua, Jakarta - 
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Said Aqil Siroj menyampaikan pesan pentingnya bertawasul kepada para Ahlul Bait bagi masyarakat. 

Pada saat Istighotsah di Gedung PBNU yang di selenggarakan Lembaga Dakwah PBNU pada 30 Oktober 2019 lalu kiai Said mengajak kita semua mencintai dan menghormati para habaib keturunan Rasulullah SAW. 

“Kita harus hormat pada habaib, Allah memerintahkan Nabi Muhammad, ‘Muhamamad katakan saya tidak mau bayaran, nggak ingin imbalan, satu yang saya minta, cintailah keturunan ku’. Maka kita wajib menghormati habaib. Semua habib nggak pandang bulu kita harus hormat, Habib Jindan, Habib Lutfi, Habib Syech,” tutur Kiai Said 

Imbauan yang disampaikan oleh Kiai Said tersebut sebagaimana dikemukakan oleh salah seorang Habib yang merupakan dzuriyah Rasulullah SAW bernama, Allamah Sayyid Abdullah bin Alawi Al-Haddad (1634-1720 M) dalam kitabnya berjudul Al-Fushul al-‘Ilmiyah wal Ushul al-Hikamiyyah (Dar Al-Hawi, Cet. II, 1998, hal. 89)

لأهل بيت رسول الله صلى الله عليه وسلم شرف، ولرسول الله صلى اللهعليه وسلم بهم مزيد عناية وقد أكثر على أمته من الوصيّة بهم والحث على حبّهم ومودتهم. وبذالك أمرالله تعالى في كتابه في قوله تعالى: “قل لا أسألكم عليه أجرا إلا المودة في القربى” .(الشورى، ٢٣) ـ

Artinya: “Ahlul Bait memiliki kemuliaan tersendiri, dan Rasulullah telah menunjukkan perhatiannya yang besar kepada mereka. Beliau berulang-ulang berwasiat dan mengimbau agar umatnya mencintai dan menyayangi mereka. Dengan itu pula Allah subhanahu wataála telah memerintahkan di dalam Al-Qur’an dengan firman-Nya: “Katakanlah wahai Muhammad, tiada aku minta suatu balasan melainkan kecintan kalian pada kerabatku.” (QS 42:23).

Menurut Kiai Said, ada dua alasan yang mengharuskan masyarakat untuk menghormati Ahlul Bait. Pertama, yaitu karena hal tersebut merupakan salah satu perintah atau aturan dari hadist di atas. Kedua, yaitu karena menghormati Ahlul Bait merupakan salah satu sarana untuk menjaga ukhuwah Islam.

Jemaah yang hadir lalu menyebut nama Habib Rizieq. “Habib Rizieq, iya. Alasan yang paling utama adalah karena perintah Alquran tadi dan kedua sesama ukhuwah islamiah,” ujarnya.

Dia mengatakan para kiai dan santri NU sangat menghormati Habib.Bahkan, saat ditemui usai acara, Kiai Said mengatakan sikap menghormati para habib merupakan perintah Allah dalam al-Quran. 

“Ya kita hormatilah. Tidak boleh kita kriminalisasikan, nggak boleh kita hina, harus kita hormati,” sambungnya soal bentuk penghormatan kepada para habib itu.

Ijazah Hizb Nashr
Kiai Said juga menceritakan mengenai ijazah Hizib Nashr. Menurut beliau, ijazah tersebut berisi mengenai arti penting menjaga silaturahim dengan para Ahlul Bait.

“Jadi, ijazah Hizib Nashr ini, artinya kita membangun silaturahim, artinya antara kita yang masih awam ini, yang masih terikat terbatas dengan kepentingan materi kepentingan fisik, maka kita hubungkan dengan para Auliya yang sudah lepas dari sekat-sekat fisik, sudah berada di alam universal,” jelasnya.

Kiai Said menjelaskan bahwa kita harus menjaga silaturahim dengan para Auliya, meskipun beliau-beliau sudah wafat. Hal ini dikarenakan ruh-ruh beliau sudah berada di alam universal, sehingga manusia yang ruhnya masih terhalang fisik harus selalu berhubungan dengan beliau.

“Insyaallah bergabung dengan ruhnya (para Auliya) menjadi ruhiyah yang dinaungi oleh Nur Muhammad. Mudah-mudahan kita semua bergabung dengan beliau-beliau,” jelas Kiai Said.

Di akhir, Kiai Said juga menyampaikan bahwa menjaga silaturahim kepada para Auliya yang sudah wafat dapat dilakukan dengan ziarah kubur dan mengirimkan al-Fatihah. 

"Sedangkan bagi para Auliya yang masih hidup dapat dilakukan dengan mencium tangan dan hormat kepada beliau," Tutup ketua PBNU kiai Said. 

Dilansir dari dakwah PBNU
*Fadhilla Berliannisa (Mahasiswi Univ Diponegoro)

Sejarah Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama dan Berdirinya web Banua.co LTN PCNU Banjar

Sejarah Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama dan Berdirinya web Banua.co LTN PCNU Banjar

Info warga banua, MARTAPURA - Sejarah Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama dan Berdirinya web Banua.co LTN PCNU Banjar

 Bagi para ulama NU, ta’lif dan nasyr yang sekarang dikenal dengan LTN bukan barang baru. Keseharian mereka berkaitan langsung dengan konten yang diprodukis dari ta’lif dan nasyr itu, yaitu kitab kuning. Bahkan, tak sedikit para kiai yang melakukan ta’lif dan nasyr tersebut, yaitu mengarang sebuah kitab dan mencetaknya. Namun, secara kelembagaan, ta’lif dan nasyr baru dibentuk pada masa awal kepemimpinan ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Menurut Ensiklopedia NU, keberadaan LTNNU merupakan rekomendasi muktamar NU ke-27 di Situbondo pada 1984. Tujuan awal keberadan lembaga ini adalah untuk melakukan sosialisasi keputusan-ketutusan muktamar, terutama menyangkut khittah 1926. Menurut Kepala Perpustakaan NU Syatiri Ahmad, muktamar tersebut merekomendasikan lembaga itu karena para kiai kesulitan menemukan hasil-hasil muktamar sebelumnya. Mereka khawatir buah karya musyawarah para kiai yang dilakukan puluhan tahun tersebut punah. 

Selain itu, rekomendasi lembaga tersebut adalah untuk sosialisasi keputusan yang waktu itu sangat penting, perubahan status NU dari partai politik kembali ke ormas keagamaan. Sebagaimana diketahui pada muktamar tersebut, NU menyatakan secara resmi menjadi ormas keagamaan sebagaimana awal didirikan. Sebab, sejak tahun 1952, yaitu pada Muktamar Palembang memutuskan menjadi partai politik. Status tersebut mulai berakhir pada tahun 1987. Kemudian total secara organisasi tahun 1984.

Keputusan lain yang perlu disosialisasikan waktu itu adalah NU menyatakan menerima Pancasila sebagai asas tunggal. Karya dan Pengurus LTNNU Lembaga ini pernah menerjemahkan kitab Nihayatuz Zain karya Syekh Nawawi Banten, menerbitkan buku-buku keputusan resmi PBNU seperti hasil muktamar dan musyawarah nasional alim ulama dan konferensi besar NU serta menerbitkan sejumlah buku biografi tokoh-tokoh NU.  

Di antara tokoh yang pernah diterbitkan adalah Berzikir Menyiasaru Angin, sebuah biografi tentang perjalanan hidup tokoh NU dari Sumatera Utara KH Zainul Arifin.  

Lembaga ini juga pernah melakukan penelitian sejarah masuknya NU di Lombok, Sulawesi Selatan, Sumatera, dan lain-lain.

Lembaga ini juga pernah menerbitkan Warta NU sebagai media komunikasi dan sosialisasi kebijkan PBNU kepada masyarakat. Kemudian berhenti dan sekarang dilanjutkan dengan menerbitkan majalah Risalah Nahdlatul Ulama yang terbit tiap bulan.  

Memasuki era digital, LTNNU pada 2003 meluncurkan situs resmi yang dikelola dari gedung PBNU yaitu NU Online. Situs tersebut tetap bertahan dan berkembang hingga sekarang. Bahkan menjadi situs nomor satu dalam layanan keislaman Ahlussunah wal Jamaah. Kanal di situs tersebut, tidak hanya memberitakan kegiatan-kegiatan resmi NU, tapi juga pesantren, kiai, santri, dan para pengurus NU. 

Di samping itu juga memuat buah pikiran dari pembaca serta mengapresiasi seni dan budaya melalui kanal cerpen dan puisi. Namun, situs tersebut lebih memperkuat konten keislaman yang dikemas dengan gaya populer dan ringan.

Beberapa orang yang pernah menjadi Ketua LTNNU adalah H Ichwan Syam (1984-1994), Choirul Anam (1994-1999), Abdul Mun’im DZ (1999-2010), Sulton Fathoni (2010-2015), Juri Ardiantoro (2015-2016). Karena Juri terpilih menjadi ketua PBNU, ia digantikan Hari Usmayadi (2016-sekarang).

Penerbitan Sejak NU berdiri Meski secara lembaga baru dibentuk pada tahun 1984, aktivitas penerbitan telah berlangsung sejak awal NU berdiri. Pada tahun 1930-an, NU mendirikan sebuah majalah yaitu Swara Nahdlatoel Oelama (SNO). Majalah tersebut terbit dengan menggunakan huruf Arab pegon dan berbahasa Jawa. Isinya lebih banyak mengupas masalah-masalah keagamaan yang berkembang saat itu. Misalnya membahas ulang keputusan-keputusan muktamar NU yang telah berlangsung serta menjawab pertanyaan yang diajukan pembaca. 

Kemudian ketika NU mulai berkembang ke luar Jawa, majalah tersebut berubah menjadi Berita Nahdlatoel Oelama. Kali ini, kecuali hadits dan ayat Al-Qur’an, serta qaul-qaul ulama, majalah itu menggunakan huruf Latin dan dengan bahasa Melayu. Pada waktu bersamaan, NU juga memiliki majalah lain yaitu Oetoesan Nahdlatoel Oelama. Penerbitan makin berkembang ketika NU memiliki lembaga yang menangani khusus satu bidang, misalnya pendidikan yaitu Ma’arif. Pada awal dibentuk, lembaga tersebut dipimpin KH Wahid Hasyim. Ia menerbitkan sebuah majalah bernama Soeloeh Nahdlatoel Oelama (1941). Ketika cabang-cabang NU makin berkembang di berbagai daerah, di antara mereka ada pula yang mengupayakan majalah seperti PCNU Surabaya yang memiliki Kemoedi NU dan Tasikmalaya yang memiliki Al-Mawaidz. 

Tak ketinggalan, badan otonom NU waktu itu, Ansor Nahdltoel Oelama juga menerbitkan majalahnya yaitu Soeara Ansor NU. Salah satu aktivitas yang terkait dengan ta’lif wan nasyr bisa dilihat dalam catatan KH Saifuddin Zuhri dalam Berangkat dari Pesantren “Karena tertarik pada jurnalistik ala Berita NU aku berusaha untuk bisa menulis di dalamnya. Beberapa kali tulisanku tak bisa dimuat, tetapi akhirnya salah satu karanganku dimuat setelah mendapat petunjuk-petunjuk seperlunya dari KH Mahfudz Shiddiq selaku pemimpin umu/pemimpin redaksi Berita NU. Tulisanku yang pertama, Islam dan Persatuan. (Abdullah Alawi)          

Sedangkan berdirinya Banua.co web LTN Banjar merupakan web pertama di Kalimantan Selatan yang memberitakan informasi tentang ke NU -an dan amaliyah aswaja di Kalimantan Selatan. 

Web yang dikelola oleh LTN Banjar bersama tim ini di beri nama banua.co dengan tagline "Merawat iman, melestarikan keberagaman" ini dibuat oleh Bulkini selaku Ketua LTN Banjar. Dengan maksud dan tujuan agar seluruh kegiatan PCNU dan Banom, Lembaga, MWC dan Ranting diberitakan di banua.co ini. Tidak hanya kegiatan lungkup kabupaten tetapi juga NU secara keseluruhan, baik di Kalimantan ataupun luar Kalimantan. 

Di lansir dari NU online
Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/106354/sejarah-lembaga-talif-wan-nasyr-nahdlatul-ulama

Saturday, November 7, 2020

CARA ATASI NGANTUK WAKTU PAGI HARI

CARA ATASI NGANTUK WAKTU PAGI 

Rasa ngntuk selalu datang ketika pagi, baik ketika bangun tidur ataupun sesudah bangun tidur dan melakukan kegiatan rutin. 

Ada tujuh cara mengatasi rasa ngantuk yang datang menghampiri di waktu pagi hari, diantaranya adalah :

1. Berwudhu
Para Ulama terdahulu menjelaskan "Ngantuk dan bermalas-malasan" sarana tipuan setan, jika sering mengantuk diwaktu pagi lazimkanlah menahan wudhu. Seperti diyakini dalam ilmu kedokteran, membasahi wajah dapat menyegarkan sel-sel kulit, maka didalam wudhu tidak hanya keuntungan kesehatan tapi mendapatkan fadhilah/keutamaan.

2. Lakukan shalat sunnah
Tidak diragukan lagi, gerakan shalat adalah sangat besar manfaatnya dari segi kesehatan manapun.

3. Membaca Al-Qur'an
Rutinkan setiap hari khususnya setelah sholat shubuh membaca Al-Qur'an walaupun satu maqra' surah. Jadikan ini amalan rutin untuk di istiqamahkan.

4. Baca zikir atau shalawat nabi
Membaca dzikir dengan jahr jelas (didengar telinga:red).

5. Riyadhah
Olah raga, orang sholeh terdahulu diantara olahraganya adalah mengucapkan kalimat tahlil "Laa ilaha Illallah" sambil menggerakkan tubuhnya.

6. Memandang warna hijau
Memandang warna hijau, baik itu bunga/taman, berkhasiat menguatkan pandangan, selain menyegarkan mata.

7. Wiridan 
Ulama sholeh terdahulu adalah orang-orang yang cerdas lagi bijak, mereka bersikeras untuk menjaga matanya dari ngantuk, mereka menjadikan bacaan wirid/hizib sebagai amalan rutinitas. Diantara mereka ada yang merangkum doa-doa ma'tsurat, doa dari Nabi dan doa yang bersumber dari Al-Qur'an untuk diamalkan, seperti wirdul lathif, doa fajar, dsb.

Sumber : dinukil dari beberapa kitab amal