Sunday, November 22, 2020

Ketum PBNU ucapkan Doa Milad ke 108 Muhammadiyah


Info warga banua, Jakarta - 
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Kiai Said Aqil Siroj mengucapkan tahniah Milad ke 108 kepada Muhammadiyah yang jatuh pada 18 November. 

Pada kesempatan itu, KH. Said Aqil dalam sambutan daringnya atas hari jadi Muhammadiyah, Ia berharap Muhammadiyah ke depan mampu menjadi organisasi kemasyarakatan Islam yang lebih bermanfaat, bergengsi, bisa menjadi organisasi Islam modern terbesar yang memberikan kemaslahatan yang lebih luas kepada umat.

“Mudah-mudahan di usianya yang ke-108 tahun ini, Muhammadiyah menjadi organisasi yang lebih bermanfaat, bergengsi, bermartabat, dan lebih berkontribusi dalam membangun budaya dan martabat bangsa Indonesia,” kata Kiai Said mendoakan dalam salah satu Vidio yang diunggah oleh Suara Muhammadiyah, dikutip Rabu (18/11/2020).

Diketahui, pada 18 November 2020, telah genap 108 tahun usia Muhammadiyah mengabdi untuk negeri. Dan tentu menjadi sebuah rekam jejak perjuangan yang panjang sebagai salah satu ormas Islam besar di Indonesia. Kehadiran Muhammadiyah menjadi mata air di tengah gurun tandus, terus berandil besar dalam membangun budaya dan martabat bangsa Indonesia.  

Ketum PBNU KH. Said Aqil juga berharap Muhammadiyah sebagai organisasi kemasyarakatan melalui segala potensinya agar bisa terus berkontribusi demi kebaikan bangsa dan negara. 

"Tema yang diangkat pada Milad Muhammadiyah kali ini yakni “Meneguhkan Gerakan Keagamaan, Hadapi Pandemi dan Masalah Negeri” sangat relevan dengan situasi dan kondisi bangsa saat ini, " tutur Kiai Said. 

Sinergi NU dan Muhammadiyah Wujudkan Islam Wasathiyah
Sehingga Muhammadiyah menjadi bagian penting dari masyarakat Indonesia. Nahdlatul Ulama (NU) bersama dengan Muhammadiyah akan selalu mempertahankan keutuhan dan keselamatan NKRI, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Bhinika Tunggal Ika. Selamanya, sinergi NU dan Muhammadiyah akan menjadi pilar utama civil society.

Menurut Kiai Said, tema yang diangkat pada Milad Muhammadiyah kali ini yakni “Meneguhkan Gerakan Keagamaan Hadapi Pandemi dan Masalah Negeri” sangat relevan dengan situasi dan kondisi bangsa saat ini.

“Saya yakin Muhammadiyah akan mampu berkontribusi mengatasi segala problem di negeri kita dengan kebesaran dan segala potensi Sumber Daya Manusia yang ada di Muhmmadiyah,” pungkasnya.

Sebelumnya, pada 31 Januari 2020, Ketua Umum PP Muhammadiyah, H Haedar Nashir juga menyampaikan ucapan Harlah ke-94 kepada NU. Haedar berharap Nahdlatul Ulama dengan spirit Islam Nusantara tetap istiqomah di jalan dakwah dalam merekat ukhuwah, mengembangkan moderasi, merawat kebinekaan, dan membangun kemajuan umat dan bangsa. 

PP Muhammadiyah ujar haedar juga berharap bahwa jalinan kebersamaan antara NU dan Muhammadiyah yang telah berlangsung lama sebagaimana dicontohkan oleh Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari dan KH Ahmad Dahlan terus dijalin semakin erat sehingga Muhammadiyah dan NU tetap menjadi pilar strategis umat dan bangsa. 

Workshop Kesehatan Muslimat NU,Dr. H. Diauddin Badruddin, M.Kes ; Prilaku Hidup Bersih dan Sehat Cegah Covid-19

Workshop Kesehatan Muslimat NU,
Dr. H. Diauddin Badruddin, M.Kes ; Prilaku Hidup Bersih dan Sehat Cegah Covid-19

Info warga banua, MARTAPURA - Dr. Dia sebagai nara sumber pada kegiatan Workshop Kesehatan Muslimat NU dengan tema “ Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)di Masa Pandemi Covid -19” yang digelar oleh PC Muslimat NU Kabupaten Banjar. Kamis (19/11)

Pimpinan Cabang Mulimat NU Kabupaten Banjar kembali menggelar acara dipenghujung tahun 2020 ini. Kegiatan kali ini dalam bidang kesehatan masyarakat. Dr. Diauddin yang akrab dipanggil Dr. Dia sebagai nara sumber menyebutkan bahwa Virus corona telah menyebar di berbagai belahan dunia, bukan hanya negara, provinsi, atau kabupaten, tetapi sampai pelosok desa, sehingga dengan selalu melakukan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan tetap mentaati protokol kesehatan. 

“Kondisi covid saat ini di Kabupaten Banjar sangat mengejutkan karena ada peningkatan kasus covid- 19 yang masih aktif yaitu 36 orang, total seluruhnya 929 dari awal adanya covid. Jumlah yang meninggal sampai saat ini ada 53 orang, padahal kemaren sempat turun dan diperkirakan paling lambat Desember atau Januari 2021 sudah habis. Sampai yang positif tertinggal 5 orang, dan tidak ada yang meninggal sampai sebulan kemaren, dan ternyata bertambah lagi dan baru 2 hari kemaren ada 2 yang meninggal,” ujar putra KH. Badarudddin itu.

“Jadi yang harus saya sampaikan bahwa covid itu memang ada, dan sampai saat ini masih ada, jangan takut berlebihan tapi bagaimana cara kita menghadapinya.
Caranya :
1. Memakai masker
Jika selalu pakai masker maka kita saling menjaga, yang terkena covid tidak semuanya masuk rumah sakit, 90 % tidak tau dan tidak sadar bahwa dia positif. Karena tidak tau siapa yang terkena covid makanya kita pakai masker. Kalau kita sama-sama pakai masker kemungkinan terjangkit dibawah 2 %. Tapi kalau sama-sama tidak pakai masker kemungkinan terjangkitnya bisa 70 %. Jadi makai masker dengan niat tidak menjadi sebab orang lain sakit pahalanya besar sekali. Pahalanya seakan-akan memberi kehidupan dengan orang sedunia an. Jangan ada lagi keterpaksaan dalam memakai masker.

2. Serinng cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer
Cuci tangan pakai sabun/ hand sanitizer, karena virus itu bisa menular lewat hidung, mulut dan mata, makanya kalau mau makan, mau menyentuh bagian muka, baik mata atau hidung itu cuci tangan dulu. 
Contoh diminimarket: orang pakai masker, tapi ketika bersin masker dibuka dan pakai tangan untuk menutup mulut, setelah itu tangan tadi memilah-milah barang yang ingin dibelinya. 
Virus hinggap disuatu benda bisa bertahan hidup dari hitungan 2 jam sampai 2 minggu. Tergantung cuacanya. Bila panas cepat mati virusnya, tapi kalau lembab bisa bertahan lebih lama. Jadi, dimasa ini cuci tangan itu penting. 

3. Jaga jarak
Jaga jarak memang agak susah, tapi sedapat mungkin hindari kerumunan.
Bla ada kerumunan orang maka yang penting prinsipnya harus makai masker, sering cuci tangan dan jaga jarak. 

4. Jaga imun dengan makan makanan yang bergizi, tidak stress dan jangan lupa bahagia.
Jaga imun, makan makanan yang bergizi. Jangan lupa bahagia dan jangan stress, jangan pula kecapaian.
Karena apabila stress tinggi, gelisah, panik dan takut berlebihan akan menurunkan imun tubuh. Yang penting tetap waspada menjaga protokol kesehatan demi kita sendiri, keluarga kita yang kita sayangi. Memang angka kematian Cuma 5 %, tapi kalau kena orang tua satu-satunya, jadi 100 %,” beber Dr. Dia.

Terakhir sebagai penutup Dr. Dia menyampaikan pesan kepada seluruh kader dan peserta pelatihan bahwa apabila ada vaksin nanti, jangan terprovokasi dengan hoax, percayakan pada pemerintah, dan ikuti aturan dari pemerintah.

“Perlu diketahui nanti ada vaksin yang rencana akan di bawa ke Indonesia, kemungkinan bulan Januari 2021, Itu buatan Indonesia dan Uni Emirat Arab. MUI sudah mengatakan kehahalannya, jadi ikuti pemerintah aja. Karena sudah terbukti kehalalannya. Jangan suuzhon dan berburuk sangka terhadap pemerinah,” tutupnya.

Wednesday, November 18, 2020

Ketum PBNU: Siapa pun yang Ganggu Keutuhan NKRI, Kita Lawan!

Ketum PBNU: Siapa pun yang Ganggu Keutuhan NKRI, Kita Lawan!

Info Warga banua, JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj menegaskan, siapapun yang mengganggu dan ingin melakukan hal-hal negatif terhadap NKRI harus dilawan. 

"Siapapun yang ingin melakukan hal-hal yang negatif mengganggu keutuhan NKRI harus kita sikapi dan kita lawan. Karena mereka (yang akan mengganggu NKRI) itu musuh bangsa, dan musuh kita semua," tegas Kiai Said dalam pernyataan sikapnya Senin (16/11/2020) sore.

Ketum Persahabatan Ormas-Ormas Islam dan Ormas Keagamaan Indonesia ini juga meminta masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam, mengawal, menjaga, merawat dan mengawal keutuhan dan keselamatan NKRI menjelang 100 tahun NKRI, jangan sampai semangat melindungi bangsa dan negara menurun.

Menurut dia, siapapun yang menganggu persatuan dan kesatuan NKRI harus dilawan, karena mereka adalah musuh bangsa.

"Kita pertahankan eksistensi keutuhan NKRI, jangan biarkan ada sekelompok orang yang punya agenda ingin merusak keutuhan NKRI ini," tandas Kiai Said.

Ia juga meminta masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam, untuk tidak mudah terprovokasi kelompok-kelompok yang ingin menghancurkan keutuhan NKRI. Perjuangan founding father dalam membangun bangsa Indonesia harus kita pertahankan.

"Faunding father kita yang membangun bangsa dalam wadah NKRI yang lintas agama, budaya, suku, ras, dan peradaban, harus kita pelihara," tuturnya.
 
Ketum PBNU mengajak semua lapisan masyarakat dari pihak manapun atas nama apapun untuk merawat dan mencintai NKRI dengan semangat ukhuwah wathoniyah. 

"Mari kita rawat dan cintai NKRI ini dengan semangat ukhuwah wathaniyah dengan solidaritas sebangsa dan setanah air," tutup Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj. 

Dikutip dari : https://www.timesindonesia.co.id/read/news/309947/ketum-pbnu-siapa-pun-provokator-yang-ganggu-keutuhan-nkri-kita-lawan

Tuesday, November 17, 2020

Terpilihnya M.Syafi'i, R, Ketua PC.IPNU, & Rusimah, Ketua PC.IPPNU Kabupaten Banjar (Kota Serambi Mekkah)

M.Syafi'i, R, Ketua PC.IPNU, & Rusimah, Ketua PC.IPPNU Kabupaten Banjar (Kota Serambi Mekkah) Kal-Sel

Konferensi Cabang (Konfercab) Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) dan Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (PC IPPNU) Kabupaten Banjar di Gedung NU Martapura, Lantai 2, Sabtu (11/8/2007) lalu berhasil memilih ketua baru.
Dalam Konfercab yang digelar secara sederhana itu yang merupakan rangkaian kegiatan peringatan Harlah NU ke-84 yang diadakan oleh Panitia Besar Harlah NU Kabupaten Banjar, M.Syafi'i,R, terpilih menjadi Ketua PC.IPNU, sementara Rusimah, menjadi Ketua PC.IPPNU. Keduanya terpilih sebagai ketua untuk kepengurusan periode 2007-2009.
Dengan Berhasil mengumpulkan 60 % suara, M.Syafi'i,R, mengalahkan empat calon lainnya, yaitu Muhammad Jauhari,S.Pdi, Hendri Atmaja, Muradi dan M.Khastalani yang hanya mampu meraih suara kurang darinya.
Sementara Rusimah berhasil lolos dengan mulus setelah terpilih secara mutlak dengan mengumpulkan tujuh suara dari PAC.IPPNU yang hadir. Normalina, yang sempat disebut-sebut menjadi pesaing kuat Rusimah tidak dapat berhadir pada hari dilaksanakannya Konfercab tersebut. Selain itu, calon lainnya yaitu Hj.Siti Rahmah yang didukung oleh Muslimat NU Martapura yang mengikuti jalannya konfercab dari awal sampai akhir harus terganjal masuk karena tidak memenuhi persyaratan Tatib pemilihan yang telah disetujui peserta dan disahkan pimpinan sidang. Sedangkan Qodriah mengundurkan diri dan menyerahkan seluruh suaranya kepada Rusimah.

LPJ Disampaikan Dengan Dua Versi:
Sebelumnya, Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) PC IPNU Kabupaten Banjar untuk periode 2005-2007 berlangsung sangat singkat. Pasalnya, LPJ tersebut tidak disampaikan secara tertulis seperti LPJ pada umumnya.
Hal itu bisa dimaklumi oleh peserta Konfercab. Karena selain kepengurusan sebelumnya yang telah usang dan tak bernyawa serta sedikitnya waktu persiapan, juga disebabkan kesulitan mengumpulkan dokumentasi dan arsip kegiatan yang telah dijalankan. Sehingga LPJ ini hanya berisi cerita yang diwarnai romantisme pengurus, seperti yang disampaikan oleh Mustafhani yang mewakili kepengurusan sebelumnya.
Selain itu, kepada para peserta Konfercab, pengurus sebelumnya juga tidak henti-hentinya meminta maaf atas tidak adanya laporan tertulis tersebut.

Lain halnya dengan LPJ yang di ungkapkan Ummul Khair yang mewakili pengurus IPPNU sebelumnya. Dengan panjang lebar Ummul Khair menyampaikan LPJ sebanyak 10 lembar di depan sidang pertanggungjawaban di hadapan seluruh peserta, didampingi oleh Rusimah yang pada saat itu menjabat sebagai sekretaris cabang. Dan pada akhirnya LPJ tersebut diterima oleh semua utusan konferensi yang hadir dengan catatan kepengurusan yang akan datang agar lebih aktif dan konsisten dalam menjalankan kegiatan, hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh salah satu peserta dari utusan PAC yang hadir dalam konfercab tersebut.

IPPNU_Martapura Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kabupaten Banjar periode 2007-2009

IPPNU_Martapura
Ikatan Pelajar Putri Nahdaltul Ulama Cabang Kabupaten Banjar

Rabu, 26 Maret 2008
Kepengurusan IPPNU Kabupaten Banjar
IPPNU Kabupaten Banjar melewati beberapa periode kepengurusan yang bergerak eksis dari satu periode ke periode yang lain, dan sampai saat ini telah mengalami kemajuan yang siginifikan. Namun hanya beberapa peeriode kepengurusan yang bisa memenuhi administrasi yang lengkap. Masa kepengurusan rekanita Siti Aminah Hakim (2003 - 2005), salah satu putri dari Ulama NU ini bisa melahirkan kader yang dapat memperbaharui kepengurusan dan membenahi administrasi IPPNU Cabang, ini terbukti dengan Konfercab yang diadakan secara sederhana di rumah rekanita ketua cabang dengan dihadiri Pimpinan Wilayah, Fatayat NU dan Muslimat NU terbentuklah satu kepengurusan baru di bawah pimpinan rekanita Ummul Khair yang pada awalnya bergabung di IPPNU di bagian Departemen menjadi Ketua Umum IPPNU Cabang kabupaten Banjar periode 2005 - 2007 di dampingi oleh rekanita Rusimah sebagai sekretaris, pada tanggal 29 Maret 2006. Walaupun pergantian kepengurusan agak sedikit terlambat, namun tidak mematahkan semangat rekanita kepengurusan yang baru untuk menyambung perjuangan dan membenahi segala keterpurukan yang ada dan kembali membangun IPPNU Cabang Kabupaten Banjar ini sehingga dapat eksis di bumi serambi mekkah ini.
Kemudian pada tanggal 11 Agustus 2007 Konfercab IPPNU Kabupaten Banjar kembali digelat seiring dengan kegiatan Harlah NU yang ke-84. Dan pemilihan kali ini sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga IPPNU yang telah diamanatkan oleh Kongres. Dan dengan suara mutlak dari PAC.IPPNU yang berhadir dan memiliki suara pada saat itu, terpilihlah rekanita RUSIMAH, sebagai Ketua Cabang periode 2007 - 2009, dan sesuai dengan rapat tim formatur dipercayakan kepada rekanita QODRIAH sebagai sekretaris.
SUSUNAN PENGURUS
PIMPINAN CABANG IPPNU KABUPATEN BANJAR
PERIODE 2005-2007

Pelindung : Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Banjar
(Bapak Drs.H.A. Fauzan Saleh, M.Ag.)
Pembina :- Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Banjar
(Ibu Hj. Murniati)
-Siti Aminah Hakim
Ketua : Ummul Khair
Wakil Ketua 1 : Noor Hayati
Wakil Ketua 2 : Jamilah
Wakil Ketua 3 : Noor Hamdah
Sekretaris : Rusimah
Wakil sekretaris :Noormalina
Bendahara : Hj. Siti Rahmah
Wakil Bendahara : Siti Mufidah
Departemen-departemen :
1. Departemen Organisasi dan Pengkaderan :
- Hj. Sofwati - Qodriah - Fatimah - Mariatul Qibtiah - Yeni Susilawati
2. Departemen Pendidikan dan Dakwah
- Rusmini - Khofsah - Nurul Huda - Fauziyah - Munawwarah
3. Departemen Korps Kepanduan Puteri (KKP)
- Annisa - Jannatul Adawiyah - Nurul Fatimah - Umi Hani -Sabariyanti
4. Departemen Kemahasiswaan
- Maria Ulfah - Siti Rohini - Mulyani - Bainatullaila - Hj. Fatimah


SUSUNAN PENGURUS
PIMPINAN CABANG IPPNU KABUPATEN BANJAR
PERIODE 2007-2009

Pelindung : Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Banjar
Pembina : Siti Aminah Hakim
Ummul Khair
Jamilah
Ketua : Rusimah
Wakil Ketua 1 : Giatun Safitri Puspa Sari
Wakil Ketua 2 : Maria Ulfa
Wakil Ketua 3 : Siti Rohani
Sekretaris : Qodriah
Sekretaris 1 : Hijriah
Sekretaris 2 : Salmah
Bendahara : Rohmiah
Wakil Bendahara : Khofsah
Departemen-departemen :
1. Departemen Organisasi dan Pengkaderan :
- Nurhidayah - Siti Arlina - Siti Fatimah - Mariatul Qibtiah - Mahlita
2. Departemen Pendidikan dan Dakwah
- Samiatul - Khusnul Khatimah - Masriah
3. Departemen Hubungan Sekolah dan Pondok Pesantren
- Nurul Fatimah - Ni'mah - Idayani - Sautun Malehah
4. Departemen Sosial Budaya dan Kemasyarakatan
- Halimah - Rabiatul Adawiyah - Halimatusa'diyah - Hamidah - Aisyah
5. Departemen Sumber Daya Manusia dan Wirausaha
- Lily Fana - Alfisah - Risnawati - Marini
6. Departemen Korps Kepanduan Puteri (KKP)
- Rohbiah - Rizky Amalia - Siti Aisyah - Siti Rahmah -Nurul Husna - Normakiah
7. Departemen Kemahasiswaan
- Isrina - Jamilah - Hj.Mukaramah - Aslini

Monday, November 9, 2020

Keistimewaan Rasul SAW Tak Akan Pudar Oleh Waktu, Sang Perindu Selalu Hadir dengan Air Mata Kerinduan

Info warga banua, Martapura - Keistimewaan Rasul SAW Tak Akan Pudar Oleh Waktu, Sang Perindu Selalu Hadir dengan Air Mata Kerinduan

Sayidah Aminah berkata, “Ketika aku mengandung “Kekasihku” Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam, di awal masa kehamilanku, yaitu bulan Rajab.

Suatu malam, ketika aku dalam kenikmatan tidur, tiba tiba masuk seorang laki-laki yang sangat elok parasnya, wangi aromanya, dan tampak sekali pancaran cahayanya.

Dia berkata, “Marhaban bika Ya Muhammad (Selamat datang untukmu Wahai Muhammad)”.

Aku bertanya, “Siapa engkau?”

Ia menjawab “Aku Adam, ayah sekalian manusia”

“Apa yang engkau inginkan?”

“Aku ingin membawa kabar gembira. Bahagialah engkau wahai Aminah, engkau sedang mengandung “Sayyidil Basyar” (Pemimpin Manusia)”

Pada bulan kedua datang seorang laki-laki, seraya berkata, “Assalamu’alaika Ya Rasulallah (Salam untukmu wahai utusan Allah)”.

Aku bertanya, “Siapa engkau?”

Ia menjawab, “Aku Tsits”

“Apa yang engkau inginkan”

“Aku ingin menggembirakanmu, bergembiralah wahai Aminah, engkau sedang mengandung “Shohibut Ta’wil wal Hadits” (Pemilik Ta’wil dan Hadits)”

Pada bulan ketiga datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya Nabiyallah (Salam untukmu wahai Nabi Allah)”.

Aku bertanya, “Siapa engkau?”

Ia menjawab, “Aku Idris”

“Apa yang engkau inginkan”

“Gembiralah engkau Ya Aminah, engkau sedang mengandung “Nabiyir Ro-iis” (Nabi Pemimpin)”.

Pada bulan keempat datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya Habiballah (Salam untukmu wahai Kekasih Allah)”.

Aku bertanya, “Siapa engkau?”

Ia menjawab, “Aku Nuh”

“Apa yang engkau inginkan”

“Bahagialah wahai Aminah, engkau sedang mengandung “Shohibun Nashri wal Futuh” (Pemilik Pertolongan dan Kemenangan)”.

Pada bulan kelima datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya shafwatallah (Salam untukmu wahai Sahabat Karib Allah)”.

Aku bertanya, “Siapa engkau?”

Ia menjawab, “Aku Hud”

“Apa yang engkau inginkan”
“Bergembiralah wahai ibu Aminah, engkau sedang mengandung “Shohibusy Syafa’ah fil yawmil Masyhud” (Pemilik Syafaat di Hari persaksian/ Hari kiamat)”.

Pada bulan keenam datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya Rohmatallah (Salam untukmu wahai kasih sayang Allah)”.

Aku bertanya, “Siapa engkau?”

Ia menjawab, “Aku Ibrohim AlKholil”

“Apa yang engkau inginkan”

“Bahagialah engkau Ya Aminah, engkau sedang mengandung “Nabiyil Jalil” (Nabi yang Agung)”.

Pada bulan ketujuh datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya manikhtaarohullah” (Salam untukmu wahai orang yang telah dipilih Allah)”.

Aku bertanya, “Siapa engkau?”

Ia menjawab, “Aku Isma’il Adz-Dzabih (Yang disembelih)”

“Apa yang engkau inginkan”

“Gembiralah Ya Aminah, engkau sedang mengandung “Nabiyil Malih” (Nabi yang Elok)”.

Pada bulan kedelapan datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya Khirotallah” (Salam untukmu wahai pilihan Allah)”.

Aku bertanya, “Siapa engkau?”

Ia menjawab, “Aku Musa putra Imran”

“Apa yang engkau inginkan”

“Kabar gembira Ya Aminah, engkau sedang mengandung “Man Yunzalu ‘alaihil Qur’an” (Orang yang akan diturunkan padanya Al-Qur’an)”.

Pada bulan kesembilan, yakni bulan Robi’ul Awwal, datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika ya Rosulallah” (Salam untukmu wahai utusan Allah)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”

Ia menjawab, “Aku Isa putra Maryam”

“Apa yang engkau inginkan”

“Gembiralah engkau Ya Aminah, engkau sedang mengandung “Nabiyil Mukarrom wa rosulil mu’adhom” (Nabi yang dimuliakan dan Rasul yang diagungkan)”.

Di lansir dari Syaikh Nawawi Banten, Maulid Ibriz, hlm 17-19.

Detik-detik Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Telah disebutkan bahwa sesungguhnya pada bulan ke sembilan kehamilan Sayyidah Aminah (Robi'ul-Awwal) saat hari-hari kelahiran Nabi Muhammad saw sudah semakin dekat, Alloh swt semakin melimpahkan bermacam anugerah-Nya kepada Sayyidah Aminah mulai tanggal 1 hingga malam tanggal 12 Robiul-Awwal malam kelahiran Al-Musthofa Muhammad saw.

Pada Malam Pertama (ke 1) :

Alloh swt melimpahkan segala kedamaian dan ketentraman yang luar biasa sehingga Sayyidah Aminah merasakan ketenangan dan kesejukan jiwa yang belum pernah dirasakan sebelumnya.

Pada malam ke 2 :

Datang seruan berita gembira kepada ibunda Nabi Muhammad saw yang menyatakan dirinya akan mendapati anugerah yang luar biasa dari Alloh swt.

Pada malam ke 3 :

Datang seruan memanggil :
“Wahai Aminah … sudah dekat saat engkau melahirkan Nabi yang agung dan mulia, Muhammad Rosululloh saw yang senantiasa memuji dan bersyukur kepada Alloh swt.”

Pada malam ke 4 :

Sayyidah Aminah mendengar seruan beraneka ragam tasbih para malaikat secara nyata dan jelas.

Pada malam ke 5 :

Sayyidah Aminah mimpi bertemu dengan Nabi Alloh Ibrohim as.

Pada malam ke 6 :

Sayyidah Aminah melihat cahaya Nabi Muhammad saw memenuhi alam semesta.

Pada malam ke 7 :

Sayyidah Aminah melihat para malaikat silih berganti saling berdatangan mengunjungi kediamannya membawa kabar gembira sehingga kebahagiaan dan kedamaian semakin memuncak.

Pada malam ke 8 :

Sayyidah Aminah mendengar seruan memanggil dimana-mana, suara tersebut terdengar dengan jelas mengumandangkan :
“Berbahagialah wahai seluruh penghuni alam semesta, telah dekat kelahiran Nabi agung, Kekasih Alloh swt Pencipta Alam Semesta.”

Pada malam ke 9 :

Alloh swt semakin mencurahkan rohmat kasih sayang kepada Sayyidah Aminah sehingga tidak ada sedikitpun rasa sakit, sedih, susah, dalam jiwa Sayyidah Aminah.

Pada malam ke 10 :

Sayyidah Aminah melihat tanah Tho’if dan Mina ikut bergembira menyambut akan kelahiran Nabi Muhammad saw.

Pada malam ke 11 :

Sayyidah Aminah melihat seluruh penghuni langit dan bumi ikut bersuka cita menyongsong kelahiran Sayyidina Muhammad saw.

Malam detik-detik kelahiran Nabi Muhammad saw, tepat tanggal 12 Robi’ul-Awwal di sepertiga malam. Di malam ke 12 ini langit dalam keadaan cerah tanpa ada mendung sedikitpun. Saat itu Sayyid Abdul Mutholib (kakek Nabi Muhammad saw) sedang bermunajat kepada Alloh swt di sekitar Ka’bah. Sedangkan Sayyidah Aminah sendiri di rumah tanpa ada seorang pun yang menemaninya.

Tiba-tiba Sayyidah Aminah melihat tiang rumahnya terbelah dan perlahan-lahan muncul 4 wanita yang sangat masing² sangat jelita, anggun dan cantik, diliputi dengan cahaya kemilau yang memancar serta semerbak harum memenuhi seluruh ruangan.

Wanita pertama datang berkata :
”Sungguh berbahagialah engkau wahai Aminah, sebentar lagi engkau akan melahirkan Nabi yang agung, junjungan semesta alam. Beliaulah Nabi Muhammad saw. Kenalilah aku, bahwa aku adalah istri Nabi Alloh Adam as, ibunda seluruh ummat manusia, aku diperintahakan Alloh untuk menemanimu.”

Kemudian datanglah wanita kedua yang menyampaiakan kabar gembira :
“Aku adalah istri Nabi Alloh Ibrohim as yang diperintahkan Alloh swt untuk menemanimu.”

Begitu pula menghampiri wanita yang ketiga :
”Aku adalah Asiyah binti Muzahim yang diperintahkan Alloh untuk menemanimu.”

Datanglah wanita ke empat :
”Aku adalah Maryam, ibunda Isa as datang untuk menyambut kehadiran putramu Muhammad Rosululloh.”

Sehingga semakin memuncak rasa kedamaian dan kebahagiaan ibunda Nabi Muhammad saw yang tidak bisa terlukiskan dengan kata-kata.

Keajaiban berikutnya Sayyidah Aminah melihat sekelompok demi sekelompok manusia bercahaya berdatangan silih berganti memasuki ruangannya dan mereka memanjatkan puji-pujian kepada Alloh swt dengan berbagai macam bahasa yang berbeda.

Detik berikutnya Sayyidah Aminah melihat atap rumahnya terbuka dan terlihat oleh beliau bermacam-macam bintang di angkasa beterbangan yang sangat indah berkilau cahayanya.

Detik berikutnya Alloh swt memerintahkan kepada Malaikat Ridhwan agar mengomandokan seluruh bidadari sorga agar berdandan cantik dan rapi, memakai kain sutra dan segala macam bentuk perhiasan dengan bermahkotan emas, intan permata yang bergemerlapan, dan menebarkan wangi-wangian sorga yang harum semerbak ke segala penjuru, lalu beribu ribu bidadari² itu dibawa ke alam dunia oleh Malaikat Ridhwan, terlihat wajah bidadari² itu gembira.

Lalu Alloh swt memanggil :
“Yaa Jibril, serukanlah kepada seluruh arwah para Nabi, para Rosul, para wali agar berkumpul, berbaris rapi, bahwa sesungguhnya Kekasih-Ku cahaya di atas cahaya, agar disambut dengan baik dan suruhlah mereka mnyambut kedatangan Nabi Muhammad saw.

Yaa Jibril, perintahkanlah kepada Malaikat Malik agar menutup pintu-pintu neraka dan perintahakan kepada Malaikat Ridhwan untuk membuka pintu-pintu sorga dan bersoleklah engkau dengan sebaik-baiknya keindahan demi menyambut kekasih-Ku Nabi Muhammad saw.

Yaa Jibril, bawalah beribu ribu malaikat yang ada di langit, turunlah ke bumi, ketahuilah Kekasih-Ku Muhammad saw telah siap untuk dilahirkan dan sekarang tiba saatnya Nabi Akhiruzzaman.”

Dan turunlah semua malaikat, maka penuhlah isi bumi ini dengan beribu ribu malaikat. Sayyidah Aminah melihat malaikat itupun berdatangan membawa kayu-kayu gahru yang wangi dan memenuhi seluruh jagat raya. Pada saat itu pula mereka semua berdzikir, bertasbih, bertahmid, dan pada saat itu pula datanglah burung putih yang berkilau cahayanya mendekati Sayyidah Aminah dan mengusapkan sayapnya pada Sayyidah Aminah, maka pada saat itu pula lahirlah Nabi Muhammad Rosululloh saw dan tidaklah Sayyidah Aminah melihat kecuali cahaya, tak lama kemudian terlihatlah jari-jari Nabi Muhammad saw bersujud kepada Alloh seraya mengucapkan :
“Allohu Akbar, Allkhu Akbar, Wal-Hamdulillahi katsiro, wasubhanallohi bukrotan wa ashila...”

Kegembiraan memancar dari setiap sudut alam raya, gemuruh sholawat memenuhi semesta dengan bahasa yang berbeda beda dan dengan cara yang bermacam macam pula

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
Tidaklah Kami MENGUTUS Engkau (Muhammad) Melainkan Sebagai Rahmat Bagi Seluruh Alam (Al-Anbiya)

Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad wa alaa sayyidina Muhammad

“Yaa Nabi Salam Alaika
 Yaa Rosul Salam Alaika
Yaa Habib Salam Alaika
 Sholawatulloh Alaika ”

Semoga Shalawt dan salam senantiasa tercurahkan untuk Nabi Muhammad SAW berserta kluarga & para shabat yang menngikutinya dan kita umatnya hinga Akhir zaman semoga kita memperoleh safaatnya kelak.

Ya Allah yrabb
Semoga engkau bangkitkan kami dalam barisan yang sama bersama Rasul kami Ya Habibi Yaa Rasulullah

Aamin Ya Robbal Alamiin

(Diriwayatkan dari Imam Syihabuddin Ahmad bin Hajar Al-Haitami Asy-syafi’i. Dalam kitabnya “Anni’matul-Kubro ’alal-alam).

Jasad Tetap Utuh Meski diKubur Bertahun-tahun

Info warga banua, MARTAPURA - Maulana Habib Luthfi Bin Yahya ; Soal Jasad Utuh Meski Sudah Dikubur Selama bertahun-tahun

Fenomena jasad muslim tetap utuh meski dikubur bertahun-tahun tanpa membusuk, ada penjelasannya. Seperti pernah dialami Syekh Nawawi Al-Bantani, saat pemerintah Arab Saudi akan memindahkan kuburan beliau, ternyata jasadnya masih utuh. 

Walau telah dikubur selama bertahun-tahun, jasad tetap utuh tanpa tergores ataupun membusuk di dalam tanah.

Alasan mengapa jasad bisa utuh walau telah dikubur selama bertahun-tahun disampaikan Maulana Habib Luthfi.

Maulana Habib Luthfi menjelaskan Sunnah Nabi Muhammad SAW tentang Keutamaan sholawat Kepada Nabi SAW.

Dijelaskan oleh beliau, banyak orang yang tidak dapat menghapal Alqur'an tetapi diketahui jasadnya tidak rusak walau telah dikubur selama bertahun-tahun.

"Tidak hafal Qur'an itu banyak, tetapi di dalam kubur (jasadnya) masih utuh. ternyata apa? orang itu min ahli sholawat 'alan Nabi shalallahualaihi wa salam," jelas Habib Luhfi

Hal tersebut dipaparkan Habib Luthfi sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW yakni; ''Barang siapa yang mengucapkan sholawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bersholawat kepadanya 10 kali, dan barang siapa yang bersholawat kepadaku 10 kali, maka Allah akan bersholawat kepadanya 100 kali."

"Nabi juga bersabda , ''Siapa membaca sholawat kepadaku sebanyak satu kali, Allah Ta'alla akan memberikan 10 (rahmat). Siapa membacca sholawat padaku sepuluh kali, Allah Ta'alla memberikan 100 (rahmat). Siapa membaca sholawat padaku 100 kali, Allah Ta'alla akan memberi rahmat 1.000. Siapa membaca sholawat padaku 1.000 kali, haram jasadnya masuk Neraka," ungkap Habib Luthfi.

"Nah alam kubur ini belum apa-apa dibandingkan dengan Neraka, jadi jika di dalam kuburnya masih utuh ya tidak mustahil orang itu min ahli sholawat kepada kanjeng Nabi shalallahualaihi wa salam," tegas beliau.

Kisah menginspirasi juga disampaikan oleh Habib Luthfi, seperti cerita seorang wanita tua penyapu masjid.

Nenek yang tak pernah diketahui asal-usulnya sering terlihat menyapu masjid setiap pagi.

Hingga suatu ketika, para jamaah masjid merasa kasihan terhadap nenek tersebut dan sepakat untuk menyapu bersih pekarangan masjid sebelum nenek itu tiba.

Singkat cerita, nenek itu, seperti biasanya, tiba di masjid dan menemukan pekarangan telah bersih.

Mengejutkan, ia bukan bahagia.

Sebaliknya, ia menangis tersedu-sedu, tangisannya menyayat hati dan membuat para jamaah bertanya kepada sang nenek yang terus bungkam.

Hingga ajal menjemput, rahasia nenek yang menangis ketika melihat pekarangan masjid bersih pun terkuak.

Alasannya sang nenek sedih ketika mendapati pekarangan masjid telah bersih dari daun-daun. Sebab, setiap ia memunguti helai demi helai daun, di saat itu pula ia bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

"Ada banyak contoh seperti layaknya nenek itu di sekitar kita. Individu-individu yang tak mengerti dan paham mengenai dalil-dalil shahih Al quran dan Hadis mengenai cinta terhadap Nabi SAW. Namun, mereka mewujudkan kecintaannya dengan cara mereka sendiri, bagi nenek tua pada kisah di atas, bersholawat kepada Nabi adalah bentuk terbaik mewujudkan cinta kepada Nabi SAW," Pungkas Habib Luthfi.

Allahumma Sholli alaa Sayyidina Muhammad Wa'ala aali Sayyidina Muhammad

Forkopimba Gelar Maulid Nabi, Hadirkan KH. Hasanuddin Badruddin


Info warga banua, MARTAPURA– Forum Komunikasi Pimpinan Banom (Forkopimba) Nahdlatul Ulama akan menggelar acara Maulid Nabi Muhammad SAW menghadirkan KH. Hasanuddin Badruddin sebagai penceramah di Gedung NU, Minggu 8 November 2020 malam Senin. 

Ketua Forkopimba M. syafiie Rifqi melalui Ketua Pelaksana kegiatan Toniansyah menyebutkan penceramah agama menghadirkan Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Martapura. 

"Penceramah KH. Hasanuddin Badrauddin Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Martapura," ujar Ketua Panitia yang juga menjabat sebagai ketua PC PMII Martapura itu. 

Adapun ujar Dia, tujuan dilaksanakan kegiatan maulid Nabi adalah tentunya untuk mensyiarkan maulid Nabi (12 Rabiul awwal ) juga untuk memperkuat sinergi antar Banom di bawah naungan NU. 

“Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka tetap menjalankan tardisi-tradisi NU, juga agar antar Banom NU sama-sama saling sepemahaman, saling bersinergi dan saling bekerjasama memperkuat Ahlussunnah waljamaah. ,” demikian dikatakan Ketua Panitia Pelaksana kegiatan Toniansyah. 

Selanjutnya ujar Ketua panitia pelaksana yang akrab dipanggil Toni ini menyebutkan tema kegiatan maulid Nabi Muhammad SAW. 

"Kami mengangkat tema "Tingkatkan persatuan dan persaudaraan umat melalui momentum maulid Nabi SAW," ujarnya.

Acara ini bekerjasama dengan semua Banom NU kabupaten Banjar yaitu PC. Muslimat NU, PC. GP. Anshor, PC. Fatayat NU, PC. PMII Martapura, PC. IPNU, dan PC. IPPNU kabupaten Banjar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. 

“Acara menerapkan protokol kesehatan dengan sangat ketat," pungkasnya.

Habib Rizieq Pulang, Begini Pesan Kiai Said untuk Warga NU (9 November 2020)


Info warga banua, Jakarta - 
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Said Aqil Siroj menyampaikan pesan pentingnya bertawasul kepada para Ahlul Bait bagi masyarakat. 

Pada saat Istighotsah di Gedung PBNU yang di selenggarakan Lembaga Dakwah PBNU pada 30 Oktober 2019 lalu kiai Said mengajak kita semua mencintai dan menghormati para habaib keturunan Rasulullah SAW. 

“Kita harus hormat pada habaib, Allah memerintahkan Nabi Muhammad, ‘Muhamamad katakan saya tidak mau bayaran, nggak ingin imbalan, satu yang saya minta, cintailah keturunan ku’. Maka kita wajib menghormati habaib. Semua habib nggak pandang bulu kita harus hormat, Habib Jindan, Habib Lutfi, Habib Syech,” tutur Kiai Said 

Imbauan yang disampaikan oleh Kiai Said tersebut sebagaimana dikemukakan oleh salah seorang Habib yang merupakan dzuriyah Rasulullah SAW bernama, Allamah Sayyid Abdullah bin Alawi Al-Haddad (1634-1720 M) dalam kitabnya berjudul Al-Fushul al-‘Ilmiyah wal Ushul al-Hikamiyyah (Dar Al-Hawi, Cet. II, 1998, hal. 89)

لأهل بيت رسول الله صلى الله عليه وسلم شرف، ولرسول الله صلى اللهعليه وسلم بهم مزيد عناية وقد أكثر على أمته من الوصيّة بهم والحث على حبّهم ومودتهم. وبذالك أمرالله تعالى في كتابه في قوله تعالى: “قل لا أسألكم عليه أجرا إلا المودة في القربى” .(الشورى، ٢٣) ـ

Artinya: “Ahlul Bait memiliki kemuliaan tersendiri, dan Rasulullah telah menunjukkan perhatiannya yang besar kepada mereka. Beliau berulang-ulang berwasiat dan mengimbau agar umatnya mencintai dan menyayangi mereka. Dengan itu pula Allah subhanahu wataála telah memerintahkan di dalam Al-Qur’an dengan firman-Nya: “Katakanlah wahai Muhammad, tiada aku minta suatu balasan melainkan kecintan kalian pada kerabatku.” (QS 42:23).

Menurut Kiai Said, ada dua alasan yang mengharuskan masyarakat untuk menghormati Ahlul Bait. Pertama, yaitu karena hal tersebut merupakan salah satu perintah atau aturan dari hadist di atas. Kedua, yaitu karena menghormati Ahlul Bait merupakan salah satu sarana untuk menjaga ukhuwah Islam.

Jemaah yang hadir lalu menyebut nama Habib Rizieq. “Habib Rizieq, iya. Alasan yang paling utama adalah karena perintah Alquran tadi dan kedua sesama ukhuwah islamiah,” ujarnya.

Dia mengatakan para kiai dan santri NU sangat menghormati Habib.Bahkan, saat ditemui usai acara, Kiai Said mengatakan sikap menghormati para habib merupakan perintah Allah dalam al-Quran. 

“Ya kita hormatilah. Tidak boleh kita kriminalisasikan, nggak boleh kita hina, harus kita hormati,” sambungnya soal bentuk penghormatan kepada para habib itu.

Ijazah Hizb Nashr
Kiai Said juga menceritakan mengenai ijazah Hizib Nashr. Menurut beliau, ijazah tersebut berisi mengenai arti penting menjaga silaturahim dengan para Ahlul Bait.

“Jadi, ijazah Hizib Nashr ini, artinya kita membangun silaturahim, artinya antara kita yang masih awam ini, yang masih terikat terbatas dengan kepentingan materi kepentingan fisik, maka kita hubungkan dengan para Auliya yang sudah lepas dari sekat-sekat fisik, sudah berada di alam universal,” jelasnya.

Kiai Said menjelaskan bahwa kita harus menjaga silaturahim dengan para Auliya, meskipun beliau-beliau sudah wafat. Hal ini dikarenakan ruh-ruh beliau sudah berada di alam universal, sehingga manusia yang ruhnya masih terhalang fisik harus selalu berhubungan dengan beliau.

“Insyaallah bergabung dengan ruhnya (para Auliya) menjadi ruhiyah yang dinaungi oleh Nur Muhammad. Mudah-mudahan kita semua bergabung dengan beliau-beliau,” jelas Kiai Said.

Di akhir, Kiai Said juga menyampaikan bahwa menjaga silaturahim kepada para Auliya yang sudah wafat dapat dilakukan dengan ziarah kubur dan mengirimkan al-Fatihah. 

"Sedangkan bagi para Auliya yang masih hidup dapat dilakukan dengan mencium tangan dan hormat kepada beliau," Tutup ketua PBNU kiai Said. 

Dilansir dari dakwah PBNU
*Fadhilla Berliannisa (Mahasiswi Univ Diponegoro)

Sejarah Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama dan Berdirinya web Banua.co LTN PCNU Banjar

Sejarah Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama dan Berdirinya web Banua.co LTN PCNU Banjar

Info warga banua, MARTAPURA - Sejarah Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama dan Berdirinya web Banua.co LTN PCNU Banjar

 Bagi para ulama NU, ta’lif dan nasyr yang sekarang dikenal dengan LTN bukan barang baru. Keseharian mereka berkaitan langsung dengan konten yang diprodukis dari ta’lif dan nasyr itu, yaitu kitab kuning. Bahkan, tak sedikit para kiai yang melakukan ta’lif dan nasyr tersebut, yaitu mengarang sebuah kitab dan mencetaknya. Namun, secara kelembagaan, ta’lif dan nasyr baru dibentuk pada masa awal kepemimpinan ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Menurut Ensiklopedia NU, keberadaan LTNNU merupakan rekomendasi muktamar NU ke-27 di Situbondo pada 1984. Tujuan awal keberadan lembaga ini adalah untuk melakukan sosialisasi keputusan-ketutusan muktamar, terutama menyangkut khittah 1926. Menurut Kepala Perpustakaan NU Syatiri Ahmad, muktamar tersebut merekomendasikan lembaga itu karena para kiai kesulitan menemukan hasil-hasil muktamar sebelumnya. Mereka khawatir buah karya musyawarah para kiai yang dilakukan puluhan tahun tersebut punah. 

Selain itu, rekomendasi lembaga tersebut adalah untuk sosialisasi keputusan yang waktu itu sangat penting, perubahan status NU dari partai politik kembali ke ormas keagamaan. Sebagaimana diketahui pada muktamar tersebut, NU menyatakan secara resmi menjadi ormas keagamaan sebagaimana awal didirikan. Sebab, sejak tahun 1952, yaitu pada Muktamar Palembang memutuskan menjadi partai politik. Status tersebut mulai berakhir pada tahun 1987. Kemudian total secara organisasi tahun 1984.

Keputusan lain yang perlu disosialisasikan waktu itu adalah NU menyatakan menerima Pancasila sebagai asas tunggal. Karya dan Pengurus LTNNU Lembaga ini pernah menerjemahkan kitab Nihayatuz Zain karya Syekh Nawawi Banten, menerbitkan buku-buku keputusan resmi PBNU seperti hasil muktamar dan musyawarah nasional alim ulama dan konferensi besar NU serta menerbitkan sejumlah buku biografi tokoh-tokoh NU.  

Di antara tokoh yang pernah diterbitkan adalah Berzikir Menyiasaru Angin, sebuah biografi tentang perjalanan hidup tokoh NU dari Sumatera Utara KH Zainul Arifin.  

Lembaga ini juga pernah melakukan penelitian sejarah masuknya NU di Lombok, Sulawesi Selatan, Sumatera, dan lain-lain.

Lembaga ini juga pernah menerbitkan Warta NU sebagai media komunikasi dan sosialisasi kebijkan PBNU kepada masyarakat. Kemudian berhenti dan sekarang dilanjutkan dengan menerbitkan majalah Risalah Nahdlatul Ulama yang terbit tiap bulan.  

Memasuki era digital, LTNNU pada 2003 meluncurkan situs resmi yang dikelola dari gedung PBNU yaitu NU Online. Situs tersebut tetap bertahan dan berkembang hingga sekarang. Bahkan menjadi situs nomor satu dalam layanan keislaman Ahlussunah wal Jamaah. Kanal di situs tersebut, tidak hanya memberitakan kegiatan-kegiatan resmi NU, tapi juga pesantren, kiai, santri, dan para pengurus NU. 

Di samping itu juga memuat buah pikiran dari pembaca serta mengapresiasi seni dan budaya melalui kanal cerpen dan puisi. Namun, situs tersebut lebih memperkuat konten keislaman yang dikemas dengan gaya populer dan ringan.

Beberapa orang yang pernah menjadi Ketua LTNNU adalah H Ichwan Syam (1984-1994), Choirul Anam (1994-1999), Abdul Mun’im DZ (1999-2010), Sulton Fathoni (2010-2015), Juri Ardiantoro (2015-2016). Karena Juri terpilih menjadi ketua PBNU, ia digantikan Hari Usmayadi (2016-sekarang).

Penerbitan Sejak NU berdiri Meski secara lembaga baru dibentuk pada tahun 1984, aktivitas penerbitan telah berlangsung sejak awal NU berdiri. Pada tahun 1930-an, NU mendirikan sebuah majalah yaitu Swara Nahdlatoel Oelama (SNO). Majalah tersebut terbit dengan menggunakan huruf Arab pegon dan berbahasa Jawa. Isinya lebih banyak mengupas masalah-masalah keagamaan yang berkembang saat itu. Misalnya membahas ulang keputusan-keputusan muktamar NU yang telah berlangsung serta menjawab pertanyaan yang diajukan pembaca. 

Kemudian ketika NU mulai berkembang ke luar Jawa, majalah tersebut berubah menjadi Berita Nahdlatoel Oelama. Kali ini, kecuali hadits dan ayat Al-Qur’an, serta qaul-qaul ulama, majalah itu menggunakan huruf Latin dan dengan bahasa Melayu. Pada waktu bersamaan, NU juga memiliki majalah lain yaitu Oetoesan Nahdlatoel Oelama. Penerbitan makin berkembang ketika NU memiliki lembaga yang menangani khusus satu bidang, misalnya pendidikan yaitu Ma’arif. Pada awal dibentuk, lembaga tersebut dipimpin KH Wahid Hasyim. Ia menerbitkan sebuah majalah bernama Soeloeh Nahdlatoel Oelama (1941). Ketika cabang-cabang NU makin berkembang di berbagai daerah, di antara mereka ada pula yang mengupayakan majalah seperti PCNU Surabaya yang memiliki Kemoedi NU dan Tasikmalaya yang memiliki Al-Mawaidz. 

Tak ketinggalan, badan otonom NU waktu itu, Ansor Nahdltoel Oelama juga menerbitkan majalahnya yaitu Soeara Ansor NU. Salah satu aktivitas yang terkait dengan ta’lif wan nasyr bisa dilihat dalam catatan KH Saifuddin Zuhri dalam Berangkat dari Pesantren “Karena tertarik pada jurnalistik ala Berita NU aku berusaha untuk bisa menulis di dalamnya. Beberapa kali tulisanku tak bisa dimuat, tetapi akhirnya salah satu karanganku dimuat setelah mendapat petunjuk-petunjuk seperlunya dari KH Mahfudz Shiddiq selaku pemimpin umu/pemimpin redaksi Berita NU. Tulisanku yang pertama, Islam dan Persatuan. (Abdullah Alawi)          

Sedangkan berdirinya Banua.co web LTN Banjar merupakan web pertama di Kalimantan Selatan yang memberitakan informasi tentang ke NU -an dan amaliyah aswaja di Kalimantan Selatan. 

Web yang dikelola oleh LTN Banjar bersama tim ini di beri nama banua.co dengan tagline "Merawat iman, melestarikan keberagaman" ini dibuat oleh Bulkini selaku Ketua LTN Banjar. Dengan maksud dan tujuan agar seluruh kegiatan PCNU dan Banom, Lembaga, MWC dan Ranting diberitakan di banua.co ini. Tidak hanya kegiatan lungkup kabupaten tetapi juga NU secara keseluruhan, baik di Kalimantan ataupun luar Kalimantan. 

Di lansir dari NU online
Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/106354/sejarah-lembaga-talif-wan-nasyr-nahdlatul-ulama

Saturday, November 7, 2020

LD PBNU Gelar Maulid Nabi ;Yang Mulia Habib Umar Bin Hafizh Doakan secara khusus Para ulama NU pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

LD PBNU Gelar Maulid Nabi ;Yang Mulia Habib Umar Bin Hafizh Doakan secara khusus Para ulama NU pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

warganu-kab-banjar.blogspot.com, JAKARTA - Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) selenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di masjid Istiqlal, Doa khusus untuk para Ulama NU. Kamis (29/10/2020)

Acara dengan tema “Maulid Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa” itu di hadiri oleh Yang mulia Habib Umar Bin Hafizh dalam mau’izhoh hasanahnya yang diterjemahkan oleh Habib Hamid Al-Qadri beliau mendoakan secatra khusus para ulama yang tergabung di Organisasi Nahdlatul Ulama.

“Maka mudah-mudahan Allah SWT menguatkan hati kita semua dan rakyat Indonesia diangkat segala bala musibah, mala petaka, segala kegelapan dari negeri Indonesia dan semoga Allah menyiapkan untuk mereka hal-hal yang baik, segala kebahagiaan terutama para ulama yang tergabung dalam organisasi Nahdlatul Ulama mudah-mudahan diberkahi oleh Allah SWT dan semoga Allah memperdengarkan dan memperlihatkan kepada kita hal –hal yang dapat membahagiakan hati Nabi Muhammad SAW," ucap habib Umar seraya mengangkat kedua tangan.

Yang Mulia habib Umar bin Hafizh mengaku bahagia atas undangan dari panitia dan ketua LDNU atas undangan pada hari ini.

 “Sungguh saya sangat bahagia sekali atas undangan dari KH. Dr. Agus Salim selaku ketua LDNU dan KH. Misbahul Munir Panitia pelaksana penyelenggara. Ini adalah tempat bagi orang –orang yang cinta kepada Nabi Muhammad SAW dan ikut serta dalam acara ini tidakl lain untuk menwujudkan, menguatkan keimanan, rahasia-rahasia iman yang bersambung dengan orang-orang sebelum kita, mereka bersambung karena Allah, demi Allah saling bersaudara karena Allah SWT saling berwasiat dengan kebenaran dan kesabaran agar kita bisa berjalan dengan jalannya Sang Cahaya ini Nabi Muhammad SAW yang di isyararahkan oleh sayyida Abbas bin Abdul Muthollib di akhir ayatnya beliau memuji Rasulullah SAW yang artinya engkau tatkala dilahirkan maka alam semesta mejadi terang benderang dan dngen itu kita semua mendapatkan hidayah dari Allah SWT,” tutup beliau.

Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) Menyelenggarakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Ini amanat Wakil presiden

Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) Menyelenggarakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Ini amanat Wakil presiden

Warganu-kab-banjar, JAKARTA - Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) senggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di masjid Istiqlal dan secara Virtual . Kamis (29/10/2020)

Acara dengan tema “Maulid Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa” itu dihadiri oleh Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin yang dalam amanatnya menyampaikan bahwa kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW merupakan karunia besar dari Allah SWT pada umat manusia dan pantas jadi suri tauladan kita. 

"Sudah sewajarnya apabila umat Islam bergembira dengan kelahirannnya untuk meneladani perjalanan hidupnnya," ujar kiai Ma'ruf.

Peringatan Nabi Muhammad SAW dapat dijadikan momentum refleksi atau muhasabah dalam membangun rumah tangga, masyarakat, bangsa dan negara. Nabi Muhammad SAW adalah satu-satunya manusia yang pantas kita jadikan teladan dan rule model dalam semua hal. Sesuai dengan firman Allah SWT dalam al-Quran surat Al-ahzab ayat 21.

KH. Ma’ruf Amin juga menceritakan tentang Nabi Muhammad muda.

“Jauh sebelum beliau mengemban amanat risalah dan nubuwah beliau sangat dipercaya dan memiliki prilaku terpuji sehingga siapapun yang berinteraksi dengan beliau akan langsung menaruh kepercayaan kepada beliau. Semua sifat seorang pengemban risalah dan nubuwah telah melekat pada diri beliau sebelum diangkat menjadi rasul dan nabi.” jelas ketua Non aktif itu.

Diriwayatkan dalam kitab-kitab tarikh bahwa terdapat pendeta Nasrani bernama Bukhaira yang meramalkan bahwa beliau akan menjadi nabi terakhir pada saat itu usia beliau masih 12 tahun, jauh dari masa kenabian. Ramalan pendeta tersebut berdasarkan kecocokan antara sifat dan tanda yang ada pada diri nabi Muhammad SAW sesuai dengan informasi yang ada dalam kitab suci Injil. Selain itu beliau sudah dikenal memiliki kecerdasan yang luar biasa ‘fathonah’ hal itu direkam dalam kitab tarikh salah satunya saat terjadi perselisihan hebat para pemimpin Quraisy terkait siapa yang paling berhak memasang kembali hajarul aswad ditempatnya pasca dialkukan renovasi. Mereka sepakat untuk menunjuk sayyidana Muhammad SAW muda mencari solusinya. 

"Maka dengan bijak beliau meminta para pemimpin Quraisy bersama-sama memindahkannya dengan cara masing-masing memegang sisi kain yang ditengahnya ada hajar aswad. Dengan demikian para pemimpin Quraisy merasa sama-sama dimuliakan dan mempunyai peran yang setara dengan pembangunan kembali ka’bah,” terang kiai Ma'ruf. 

Selanjutnya wakil presiden juga mengajak kita semua untuk meneladani sifat dan karakter Rasul Sayyidina Muhammad SAW.

“Sikap dan kepribadian yang dicontohkan nabi Muhammad SAW tersebut saat ini tidak mudah untuk diterapkan diera saat ini seakan sulit menaruh kepercayaan kepada pihak lain bahkan kepada pemimpinnya sediri. Oleh karena itu pada kesempatan Maulid rasul ini mari kita sebagai umat sayyida Muhammad SAW mencontoh dan meneladani sifat dan karakter beliau sehingga dengan kehadiran kita bukan menjadi suul bagi orang lain,” tuturnya.

“Diantara teladan yang bisa kita tiru adalah bagaimana beliau melakukan perubahan masyarakat ketika itu, beliau dikenal sebagai pemimpin yang berhasil melakukan perubahan dan perbaikan dari masayarakat jahiliyah meuju masyarakat yang unggul atau kahiro ummah yang dilakukan hanya dalam waktu 23 tahun," tambahnya.

Perlu diketahui dalam melakukan perubahan itu beliau melakukan hal-hal berikut:
1. Perbaikan akhlak dan mental.Beliau benar-benar menyiapkan akhlak dan mental para sahabat agar siap membela dan mendukung setiap kebijakan yang ditetapkan oleh beliau termasuk dalam melakukan perubahan dan perbaikan masyaraka, dengan akhlak terpuji dan mental yang kuat terjadi perubahan pundamental menuju masyarakat yang khairo ummah. 
2. Mempersatukan suku-suku yang bermusuhan Rasul datang dengan membawa ajaran bahwa perbedaan suku seharusnya tidak menjadi penyebab terjdinya permusuhan dan peperangan tapi seharusnya menjadi kekuatan untuk saling mengenal dan bekerja sama. Rasulullah telah berhasil mempersaudarakan kaum muhajirin dan kaum anshor. Apa yang dibutuhkan oleh sahabat yang berhijrah dari mekah kaum muhajirin disediakan odan dipenuhi oleh para sahabat yang ada di Madinah. Hali ini lah yang nantinya menjadi faktor penting terciptanya gelombang perububahan yang digelorakan oleh Rasul SAW.
 3. Mempersatukan umat muslim Muhajirin maupun Anshor dengan umat agama lain Sebagaimana diketahui pada saat itu Madinah bukan hanya dihuni oleh umat muslim tetapi ada penduduk Madinah yang memeluk agama lain terutama Yahudi dan Nasrani. Rasulullah mengikat dengan Piagam Madinah, yang isinya adalah kesamaan hak dan kewajiban antar penduduk Madinah yang berbeda agama dan suku dengan memepertahankan Madinah dari serangan Musuh, saling menghormati kayakinan masing-masing dalam membangun keadilan. 
4. Penegakan Hukum secara adil Siapa saja mempunyai kedudukan yang sama didepan hukum baik dia rakyat biasa, pejabat, bangsawan, orang biasa, orang kaya atau bahkan sanak saudara. Setiap kejahatan yang dilakukan oleh siapa saja pasti diproses hukum sesuai dengan kadar kesalahannya, Rasulullah telah menjalankan secara konsisten kesetaraan dihadapan hukum ‘equal before the law’ yang saat ini kita kenal dengan salah satu prinsip hukum. Penegakan hukum secara adil merupakan pilar utama terwujudnya masyarakat yang unggul khairo ummah sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. 
 5. Merombak Sistem ekonomi ribawiBeliau dikenaldan dipercaya sebagai manager bisnis yang handal. Sistem ekonomi yang dibangun oleh Rasul bukanlah yang mengejar pada pendapatan ataupun keuntungan semata namun juga harus diimbangi dengan pemerataan pendapatan yang saat ini kita kenal dengan ‘equal distribution of incom’ agar kekayaan tidak terpusat pada orang-orang tertentu saja. 

"Lima hal tersebut yang antara lain menjadi pilar penting keberhasilan beliau dalam membentuk masyarakat dan bangsa baru yang berpusat di Madinah yang disebut sebagai bangsa terbaik khairo ummah. Apa yang dialkukan rasul meruapkan teladan yang patut kita contoh dan ikuti. Semoga bangsa kita bangkit dan menjadi bangsa yang terbaik dimasa yang akan datang ” tutup beliau.

CARA ATASI NGANTUK WAKTU PAGI HARI

CARA ATASI NGANTUK WAKTU PAGI 

Rasa ngntuk selalu datang ketika pagi, baik ketika bangun tidur ataupun sesudah bangun tidur dan melakukan kegiatan rutin. 

Ada tujuh cara mengatasi rasa ngantuk yang datang menghampiri di waktu pagi hari, diantaranya adalah :

1. Berwudhu
Para Ulama terdahulu menjelaskan "Ngantuk dan bermalas-malasan" sarana tipuan setan, jika sering mengantuk diwaktu pagi lazimkanlah menahan wudhu. Seperti diyakini dalam ilmu kedokteran, membasahi wajah dapat menyegarkan sel-sel kulit, maka didalam wudhu tidak hanya keuntungan kesehatan tapi mendapatkan fadhilah/keutamaan.

2. Lakukan shalat sunnah
Tidak diragukan lagi, gerakan shalat adalah sangat besar manfaatnya dari segi kesehatan manapun.

3. Membaca Al-Qur'an
Rutinkan setiap hari khususnya setelah sholat shubuh membaca Al-Qur'an walaupun satu maqra' surah. Jadikan ini amalan rutin untuk di istiqamahkan.

4. Baca zikir atau shalawat nabi
Membaca dzikir dengan jahr jelas (didengar telinga:red).

5. Riyadhah
Olah raga, orang sholeh terdahulu diantara olahraganya adalah mengucapkan kalimat tahlil "Laa ilaha Illallah" sambil menggerakkan tubuhnya.

6. Memandang warna hijau
Memandang warna hijau, baik itu bunga/taman, berkhasiat menguatkan pandangan, selain menyegarkan mata.

7. Wiridan 
Ulama sholeh terdahulu adalah orang-orang yang cerdas lagi bijak, mereka bersikeras untuk menjaga matanya dari ngantuk, mereka menjadikan bacaan wirid/hizib sebagai amalan rutinitas. Diantara mereka ada yang merangkum doa-doa ma'tsurat, doa dari Nabi dan doa yang bersumber dari Al-Qur'an untuk diamalkan, seperti wirdul lathif, doa fajar, dsb.

Sumber : dinukil dari beberapa kitab amal