Dr. H. Diauddin Badruddin, M.Kes ; Prilaku Hidup Bersih dan Sehat Cegah Covid-19
Info warga banua, MARTAPURA - Dr. Dia sebagai nara sumber pada kegiatan Workshop Kesehatan Muslimat NU dengan tema “ Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)di Masa Pandemi Covid -19” yang digelar oleh PC Muslimat NU Kabupaten Banjar. Kamis (19/11)
Pimpinan Cabang Mulimat NU Kabupaten Banjar kembali menggelar acara dipenghujung tahun 2020 ini. Kegiatan kali ini dalam bidang kesehatan masyarakat. Dr. Diauddin yang akrab dipanggil Dr. Dia sebagai nara sumber menyebutkan bahwa Virus corona telah menyebar di berbagai belahan dunia, bukan hanya negara, provinsi, atau kabupaten, tetapi sampai pelosok desa, sehingga dengan selalu melakukan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan tetap mentaati protokol kesehatan.
“Kondisi covid saat ini di Kabupaten Banjar sangat mengejutkan karena ada peningkatan kasus covid- 19 yang masih aktif yaitu 36 orang, total seluruhnya 929 dari awal adanya covid. Jumlah yang meninggal sampai saat ini ada 53 orang, padahal kemaren sempat turun dan diperkirakan paling lambat Desember atau Januari 2021 sudah habis. Sampai yang positif tertinggal 5 orang, dan tidak ada yang meninggal sampai sebulan kemaren, dan ternyata bertambah lagi dan baru 2 hari kemaren ada 2 yang meninggal,” ujar putra KH. Badarudddin itu.
“Jadi yang harus saya sampaikan bahwa covid itu memang ada, dan sampai saat ini masih ada, jangan takut berlebihan tapi bagaimana cara kita menghadapinya.
Caranya :
1. Memakai masker
Jika selalu pakai masker maka kita saling menjaga, yang terkena covid tidak semuanya masuk rumah sakit, 90 % tidak tau dan tidak sadar bahwa dia positif. Karena tidak tau siapa yang terkena covid makanya kita pakai masker. Kalau kita sama-sama pakai masker kemungkinan terjangkit dibawah 2 %. Tapi kalau sama-sama tidak pakai masker kemungkinan terjangkitnya bisa 70 %. Jadi makai masker dengan niat tidak menjadi sebab orang lain sakit pahalanya besar sekali. Pahalanya seakan-akan memberi kehidupan dengan orang sedunia an. Jangan ada lagi keterpaksaan dalam memakai masker.
2. Serinng cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer
Cuci tangan pakai sabun/ hand sanitizer, karena virus itu bisa menular lewat hidung, mulut dan mata, makanya kalau mau makan, mau menyentuh bagian muka, baik mata atau hidung itu cuci tangan dulu.
Contoh diminimarket: orang pakai masker, tapi ketika bersin masker dibuka dan pakai tangan untuk menutup mulut, setelah itu tangan tadi memilah-milah barang yang ingin dibelinya.
Virus hinggap disuatu benda bisa bertahan hidup dari hitungan 2 jam sampai 2 minggu. Tergantung cuacanya. Bila panas cepat mati virusnya, tapi kalau lembab bisa bertahan lebih lama. Jadi, dimasa ini cuci tangan itu penting.
3. Jaga jarak
Jaga jarak memang agak susah, tapi sedapat mungkin hindari kerumunan.
Bla ada kerumunan orang maka yang penting prinsipnya harus makai masker, sering cuci tangan dan jaga jarak.
4. Jaga imun dengan makan makanan yang bergizi, tidak stress dan jangan lupa bahagia.
Jaga imun, makan makanan yang bergizi. Jangan lupa bahagia dan jangan stress, jangan pula kecapaian.
Karena apabila stress tinggi, gelisah, panik dan takut berlebihan akan menurunkan imun tubuh. Yang penting tetap waspada menjaga protokol kesehatan demi kita sendiri, keluarga kita yang kita sayangi. Memang angka kematian Cuma 5 %, tapi kalau kena orang tua satu-satunya, jadi 100 %,” beber Dr. Dia.
Terakhir sebagai penutup Dr. Dia menyampaikan pesan kepada seluruh kader dan peserta pelatihan bahwa apabila ada vaksin nanti, jangan terprovokasi dengan hoax, percayakan pada pemerintah, dan ikuti aturan dari pemerintah.
“Perlu diketahui nanti ada vaksin yang rencana akan di bawa ke Indonesia, kemungkinan bulan Januari 2021, Itu buatan Indonesia dan Uni Emirat Arab. MUI sudah mengatakan kehahalannya, jadi ikuti pemerintah aja. Karena sudah terbukti kehalalannya. Jangan suuzhon dan berburuk sangka terhadap pemerinah,” tutupnya.
No comments:
Post a Comment
silahkan isi komentar anda