Friday, May 19, 2017

Andai aku burung karya bintu Abdullah

Andai aku burung

Andai aku burung, Aku akan terbang
Sesaat lagi aku akan pulang
Membawa secercah harapan
Untuk mengayuh bahtera masa depan

Andai aku burung,  akan ku raih bintang
Ku serahkan padamu, tuk di genggam
Sebagai bukti janji ku bukan hanya hayalan
Namun sebuah kenyataan

Tapi apalah daya
Aku hanyalah wanita biasa
Sayap ku tak punya
Apalagi terbang tinggi di angkasa

Aku hanya berdoa
Semoga mimpi menjadi nyata
Dengan doa dan usaha
Sebagai tawakkal pada sang pencipta

Istikharoh selalu ku lakukan
Meminta petunjuk dan bimbingan
Sabar dan sabar sebagai jawaban
aku hanyalah menunggu takdir Tuhan

Dengan bekal istikharoh itu
Aku pun berbenah untuk perbaikan diriku
Semoga Allah selalu melindungiku
Dari segala hal yang menyesatkanku

Senandung Alfatihah

Dengan menyebut nama Mu ya Allah
Yang maha pengasih penyayang
Segala puji bagi Mu ya Allah
Tuhan semesta alam
Engkau yang maha pengasih dan penyayang
Yang menguasai hari hari pembalasan
Hanyalah kepadamu kami menyembah
Dan pada mu kami mohon pertolongan
Tujukakalah kami ke jalan yang lurus
Jalan orang orang yang kau beri nikmat
Bukan jalan mereka yang kau murkai
Dan bukan pula jalan mereka yang sesat
Aamiin.... Ya Robbal Aalamiin...

Senandung alquran

Ya Allah sayangi kami dengan quran
Bagi kami quran imam dan cahaya
Petunjuk dan rohmah
Ya Allah tegurlah kami
Bila melalaikannya dan ajarkan
Mukjizat alquran
Yang menjadi sumber rezeqi
Sepanjang malam dan sepanjang siang hari
Jadikan alquran perisai ya allah tuhan kami

Aku dan kamu karya bintu Abdullah

Aku dan kamu

Aku sadar bahwa aku
Bukanlah siapa - siapa mu
Aku hanyalah teman untuk mu
Tidak lebih dari best friend mu

Aku masih pada prinsipku
Untuk menjadi orang yang berguna
Kau ataupun orang lain akan ku bantu
Dengan mengharap ridho Allah sahaja

Ada orang yang bertanya siapa mu
Dalam semua tulisanku
Mu yang aku maksud adalah kamu
Iya... Kamu yang dulu mengisi hatiku

Saat ini aku hanya orang biasa
Bagai debu yang berterbangan
Mu yang mengisi hatiku hanyalah teman biasa
Sekarang Aku mulai bisa melupakan

Besok atau lusa
Kita pasti bertemu
Dengan tambatan hati kita
Yang sudah ditentukan oleh Allah yang satu