Thursday, October 29, 2020

Awal Mula Menulis Adalah Dari Rasa Suka Menulis Sejak Kecil, Cita-Cita Dan Harapan

Awal Mula Menulis Adalah Dari Rasa Suka Menulis Sejak Kecil, Cita-Cita Dan Harapan, Kamis, (29/10/2020) 

Pada Tanggal 19 Oktober 2020, awal saya bergabung di Redaksi Banua.co. Bermula dari rasa suka menulis yang menjadi cita-cita saya sejak kecil. 

Saya sangat berterimakasih kepada Tim Redaksi banua.co yang memberikan kesempatan kepada saya untuk melanjutkan mimpi saya menjadi penulis. 

Hal yang sangat saya harapkan adalah bimbingan dan arahan dari para senior di banua.co agar saya dapat berkembang dan menambah keterampilan saya dalam menulis. 

Keterampilan ini bukan tidak mungkin akan menjadi suatu kebanggan suatu saat nanti, semoga membawa manfaat untuk kemajuan tim Redaksi banua.co nantinya. 

Tulisan pertama saya sekaligus tugas pertama saya yang tayang di banua.co adalah https://banua.co/2020/10/19/lestarikan-sasirangan-muslimat-nu-banjar-upayakan-kemandirian-ekonomi/ , ini akan menjadi kenangan tak terlupakan bagi saya kedepannya. 

Saya mengakui masih banyak kekurangan di diri saya, namun saya bersyukur karena sebagai penulis pemula saya sedikit bisa beradaptasi dengan tim Redaksi dan teman-teman pun sangat apresiasi dan bersemangat. Semoga menularkan kepada saya untuk semangat dalam menulis apapun kendala nya. 

Sekali lagi saya ucapkan terimakasih banyak, apa-apa kebaikan yang ada pada  saya itu dari Allah semata,  sedangkan semua keburukan yang ada pada saya adalah dari saya. 

Selamat hari Redaksi bagi saya di tanggal ini, Senin (19/10/2020). 

Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD. PBNU) selenggarakan acara Maulid Akbar dan Doa Bersama untuk Negeri.

Saya dari pelosok desa dengan sangat lancar mengikuti acara Maulid Akbar dan Doa bersama untuk bangsa yang dilaksanakan di masjid Istiqlal dan yang saya ikuti secara virtual pada hari ini Kamis, (29/10/2020) 

Dimulai dari pembacaan Barzanji yang dipimpin oleh Almukarrom  KH. Misbahul Munir kholil dan Almukarrom KH. Syamsul Ma'arif selalu ketua PWNU Provinsi Jakarta. 

Dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran Qori Almukarrom alustadz Abdullah S. G, S. Pd. I. 

Berikutnya acara dilanjutkan dengan sambutan dari ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD.PBNU) KH. Agus Salim. 

Sambutan berikutnya sambutan hikmah maulid dari ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siraj, Ma. 

Acara selanjutnya sambutan dari Pimpinan Wilayah Gubernur DKI. Jakarta Prof. Dr. Anis Baswedan. 

Dilanjutkan sambutan dari Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin, Ma. 

Kemudian amanat dari Wakil Presiden Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Ma'ruf Amin. 

Selanjutnya Mauizhoh hasanah yang disampaikan oleh Habib Umar bin Hafizh yang diterjemahkan oleh Habib Hamid Al-Qadri. 

Terima kasih kepada seluruh  media yg telah menyukseskan Maulid Akbar Nahdlatul Ulama

Semoga semakin berkah untuk umat
@nahdlatululama @nu_online @nuchannels @TV9NUsantara @Channel164
dan media media lainnya

Dakwah Ramah Dakwahnya Ahlusunnah wal Jama'ah an Nahdliyah. 

Wednesday, October 28, 2020

Rayakan Maulid Nabi Begini Adab Menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW

WargaNUblogspot.com, Martapura-Rayakan Maulid Nabi, Begini Adab Menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW Menurut Hadhratus Syeikh KH. M. Hasyim Asy’ari, Rabu (28/10/2020) 

Berikut merupakan tulisan yang di disadur dari kitab an-Nur al-Mubin fi Mahabbat Sayyid al-Mursalin karya Hadhratus Syaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari, tokoh pendiri Nahdlatul Ulama. 

Hadhratus Syaikh termasuk salah seorang pakar hadits (muhaddits) terkemuka di masanya, yang menjadi rawi ke-24 dari rantai silsilah hadits Shahih Bukhari-Muslim dari gurunya asy-Syaikh Mahfudz at-Termasi, guru besar Masjidil Haram yang bermadzhab Syafi’i.

1. Sebelum menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad Saw para salaf shaleh akan melakukan hal-hal berikut ini:

Berwudhu dengan baik dan sempurna, dan dalam keadaan masih basah dengan air wudhu, ia membaca: “Shalallahu ‘alaa Muhammad” 33x tanpa diselingi berbicara dengan yang lain.

Lalu diusapkan ke wajahnya dan membaca doa sehabis wudhu, kemudian melakukan shalat sunnah 2 rakaat dengan niat shalat sunnah Wudhu. 
Rakaat pertama setelah al-Fatihah membaca surat al-Kafirun, 
rakaat kedua setelah al-Fatihah membaca surat al-Ikhlas.
Setelah salam membaca dzikir Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar masing-masing 3x.

Lalu boleh ditambahkan shalat sunnah Hajat 2 rakaat. 
Rakaat pertama setelah al-Fatihah membaca surat al-Kafirun 3x, rakaat kedua setelah al-Fatihah membaca surat al-Ikhlas 3x.
Setelah salam membaca istighfar 21x dan shalawat 3x.

Lalu berdoa membaca niat untuk hadir Maulid Nabi Saw. Contoh doa niat untuk hadir Maulid Nabi Saw.: 
" Allahuma Yaa Allah, Nawaitu an ahdhural maulidun biniyyati li ridhoi’llaah wa li ridhoi’ Rasulullah Muhammad Shalallaahu ‘alahi wa sallama, Wa Syafa’ati Rasulullaahi SAW fii diin wad dunyaa wal akhirah, wa ‘alaa niyyati ‘anallaaha yaqdhii hajaatinaa, wayaqbalu dawaatinaa, wa yasyrahu shuduuranaa, wa yuyassiru ‘umuuranaa wa umuuraal muslimiin fii diin wad dunyaa wal akhiirat wa yaj’alunaa min ‘ibaadihish shalihiin"
 
“Allahumma ya Allah, kami niat untuk hadir Maulid NabiMu Saw., dengan niat agar mendapat ridha Allah dan Rasulullah Saw. serta syafa’at Rasulullah di dalam agama, dunia dan akhirat. Serta dengan niat agar Allah memberikan semua hajat (kebutuhan) kami, mengabulkan doa-doa kami, melapangkan kesulitan kami, memudahkan semua urusan kami dan urusan kaum muslimin di dalam hal agama, dunia dan akhirat, dan jadikanlah kami hamba-Mu yang sholeh ”

Atau bisa ditambah membaca niat sebagai berikut:

Nawaitu an ahdhural maulidun mitsla maanawaa aslafunaash-shalihiin wa biniyyati ta'zhiiman syahru wiladati nabi shalallahu 'alaihi wa aalihiwassalam wa biniyyati ziyaadatil imaan wa ziyaadatil taqwaa wal mahabati wa qurb ilaa Allah wa ilaa Rasulullah shalallahu 'alaihi wa aalihi wassalam wa aslafinaash shalihiin wa biniyyati 'ittibaa'ir Rasulullah shalallahu 'alaihi wa aalihi wassalam zhahiran wa bathinan fii qawli wal fi'li wan niyyat. Wa biniyyati 'annaAllaha yuhassin akhlaqanaa wa adaabanaa wa annaallaha yarzuqunaa an-nazhar ilaa wajhi al-habib Sayyidina Muhammad shalallahu 'alaihi wa aalihi wa shahbihi wassalam yaqzhatan wa manaamaan fii dunya wal akhirah wa fiil barzakh wa huwa radhin annaa, wa alaa kulli niyyati shalihat fii khair wa luthfi wa 'afiyaat wa salaamat.....

Niat hadir maulud seperti niatnya para salafuna shalihin, dengan niat bertambahnya iman dan takwa, bertambahnya cinta serta mendekatkan diri kepada Allah, Rasulullah shalallahu 'alaihi wa aalihi wassalam dan Salafuna Shalihin. 

Dengan niat untuk mencontoh/meneladani/mengikuti Rasulullah shalallahu 'alaihi wa aalihi wassalam secara zhahir dan bathin, baik dalam perkataan, perbuatan dan niat. Dengan niat semoga Allah memperbaiki akhlak dan adab kita serta Allah memberi rizqi kepada kita untuk dapat memandang wajah kekasih kita Rasulullah SAW baik secara langsung ataupun mimpi di dunia maupun akhirat serta di alam barzah dalam keadaan beliau Rasulullah SAW ridho kepada kita dan kami berniat dengan semua niatan yang sholeh dalam kebaikan, kelembutan, 'afiyah (kebahagiaan) dan keselamatan. 

Hal itu semua di atas dilakukan mulai berwudhu hingga shalat sunnah Wudhu sampai shalat sunnah Hajat, dilakukan tanpa diselingi perbuatan dan pembicaraan yang tidak berarti. Serta dilakukan dengan tertib pelaksanaannya dan berkesinambungan. Jika waktu tidak memungkinkan paling tidak shalat sunnah Wudhu lebih diutamakan.

2. Para salaf shaleh berjalan menghadiri Maulid Nabi Saw. Dalam perjalanan itu, ada beberapa yang mereka lakukan yaitu:

Bertawakkal kepada Allah Swt.
Sangat mengharapkan limpahan berkah, rahmat dan maghfirah Allah tercurahkan kepadanya.
Berjalan penuh rasa tawadhu’ dan tadharru’ (menghadirkan perasaan khusyu’, seakan-akan hendak menemui Baginda Nabi Saw. bersama para sahabatnya dan para auliya’Nya, yang disaksikan oleh Allah Swt. serta para malaikatNya).

Menanamkan adab batin ini sungguh sangat utama di dalam menghadiri Maulid Nabi Saw. Karena Allah melihat dan menyaksikan hati para hambaNya. Sebagaimana firmanNya dalam hadits qudsi: “Aku (Allah) sesuai dengan prasangka hamba terhadapKu.”

3.Adab para salaf shalihin memperbanyak membaca shalawat kepada Baginda Rasulullah Saw., baik selama perjalanan, saat dan selama Maulid Nabi Saw. berlangsung, baik dibaca secara sirr (dalam hati) ataupun jahr (diucapkan dengan lisan).

Saat yang paling baik dan berkah dalam pembacaan Maulid Nabi Saw. adalah pada saat Mahallul Qiyam (saat berdiri), ketika melantunkan: “Yaa Nabi salam ‘alaika # Yaa Rasul salam ‘alaika.”

Di antara bait-bait tersebut adalah momentum yang terbaik kita berdoa memohon kepada Allah Swt. atas segala doa dan hajat kita. Doa disela-sela membaca shalawat: “Yaa Nabi salam ‘alaika # Yaa Rasul salam ‘alaika” secara bersama-sama. Jadi di antara bait-bait tersebut seyogyanya kita berdoa. Insya Allah Mustajabah.

Yang tidak kalah pentingnya juga adalah menghadirkan orang-orang yang kita cintai seperti sanak keluarga, sahabat dan kerabat yang kita kehendaki ketika itu. Hadirkan dengan perasaan kita, bahwa mereka ikut hadir (bil ghaib) dalam pelaksanaan Maulid Nabi Saw. Insya Allah rahmat, berkah dan syafaatNya akan meliputi kepada mereka semua, yang walaupun secara lahiriah mereka tidak turut serta hadir.

Itulah salah satu kebesaranNya dan kasih sayangNya kepada umat Baginda Nabi Saw. yang merupakan tetesan-tetesan air ar-Rahmah dari samudera rahmat Ilahi.

Di dalam pelaksanaan pembacaan Maulid Nabi Saw., seyogyanya kita mempertautkan hati kita dengan Baginda Nabi Saw. Bagi yang pernah berziarah ke makam beliau Saw. di Madinah al-Munawwarah, mungkin bisa kembali mengingat-ingatnya, seakan-akan membaca Maulid Risalah Baginda Nabi Saw. di hadapan makam beliau yang mulia Saw.

Bagi yang belum diberi rizki ziarah ke makam Nabi Saw., maka cukup membayangkan kehadiran Nabi Saw. Paling tidak merasa dilihat dan didengar oleh Baginda Nabi SAW. Sehingga nilai-kualitas dari Maulid Nabi Saw. Insya Allah dapat dirasakan kemanfaatannya, bukan hanya sekedar hadir duduk, doa, amin, makan, lalu bubar, sedangkan hati sanubari masih tetap kotor penuh karat dengan penyakit-penyakit lahiriah dan batiniah.

4. Maulid Nabi Saw. adalah salah satu ajang yang sangat sakral untuk mengembalikan jati diri kita sebagai hamba Allah dan sebagai umat Baginda Nabi Saw. Oleh karenanya seyogyanya kita bisa memperhatikan dengan seksama arti, makna atau terjemahan dari bacaan Maulid Nabi Saw. yang dibaca. Hal ini sungguh sangat bermanfaat guna meningkatkan kualitas hati kita menuju derajat ihsan di sisi Allah dan RasulNya.

Inilah salah satu sirr (rahasia) dari pelaksanaan Maulid Nabi Saw. Sehingga ketika kembali dari acara Maulid Nabi Saw. itu, hati semakin bercahaya, insya Allah. Hati sanubari merasuk menjalar ke seluruh relung anggota tubuh kita, mengikis habis segala karat penyakit-penyakit lahir maupun batin. Dan semakin bertambah keimanan dan kecintaan kita kepada Allah dan RasulNya, sehingga buahnya menjadikan kita semakin ta'at akan melaksanakan seluruh perintah dan menjauhi larangan Allah dan Rasul-Nya.

Tuesday, October 27, 2020

Satu Hari Menuju 12 Rabiul Awwal, Mari tingkatkan rasa Cinta kepada Allah dan Rasulnya

Satu hari menuju 12 Rabiul awwal, Mari sambut dengan penuh semangat
WargaNu,MARTAPURA-Merindukan rasulullah, Nabi Muhammad SAW merupakan tanda kesempurnaan iman seseorang. Rabu (28/10/2020)
Rindu merupakan buah dari adanya rasa cinta kepada seseorang, semakin kita mencintai maka semakin besar pula rasa rindu yang muncul apabila kita tidak bertemu dengannya. Jadi Rindu merupakan salah satu nikmat yang harus disyukuri karena termasuk nikmat yang diberikan Allah kepada manusia yang ada didalam hati.
Rasa rindu yang ada didalam hati sebagaimana rasa cinta yang tumbuh untuk orang tua kita, anak, istri, sanak saudara, keluarga apabila kita berpisah dengan mereka dalam waktu yang lama, maka perasaan rindu pasti akan muncul terhadap mereka.
Kerinduan yang berakaitan erat dengan  keimanan adalah merindukan Rasulullah Muhammad SAW. Sebagaimana dalam Al-quran surat Ali Imran ayat 31, Allah Ta’ala berfirman “ katakanlah (Muhamm ad)  “jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
 Merindukan Rasulullah berarti mencinatainya dengan berlandaskan cinta kepada Allah Ta’ala. 
Kata cinta harus dibuktikan dengan bukti konkrit. Bukti cinta adalah dengan menjalankan setiap sunnah Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, maka penting diperhatikan agar kita senantiasa mengikuti sunnah-sunnahnya. Dan pada setiap doa-doa kita panjatkan kepada Allah Ta’ala agar kita dipertemukan dengan RasulNya disurga Kelak.
Kemudian tidak ada diantara makhluk ciptaan Allah Ta’ala yang merindukan dan mencintai kita melebihi kerinduan sang Rasul. Sungguh besar dan agung cinta Rasulullah SAW kepada kita. Ketika detik-detik terakhir wafatnya tiba, Rasulullah SAW  masih menyebut dan mengkhawatirkan kita.

Berita viral

Ada yang perlu di perhatikan sebelum berkomentar. 

Ada hal yang harus di tabayyun sebelum mengungkapkan pendapat. 

Ada hal yang harus di utamakan dalam mengambil keputusan. 

dan ada hal yang harus di fikirkan sebelum menuduh. 

#Karenakemaslahatanummatyangutama

Mengenai masalah yang lagi viral tentang film yang pro kontra di masyarakat. 

"Pendapat temanku menyebutkan bahwa itu adalah film yang mendiskreditkan wanita bercadar, "ujar temanku. 

Setidaknya aku punya pendapat berbeda dengan nya karena aku bagian dari NU yang mengedapankan kemaslahatan umat dalam mempertahankan negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Love you full merah putih



Konsolidasi PCNU Kab. Banjar, Tanggapan MWC NU Kecamatan Telaga Bauntung

Konsolidasi PCNU Kab. Banjar ke MWC NU Kec. Telaga Bauntung. Selasa/ 20 Oktober 2020

Ketua Raisy suriah MWC NU Telaga Bauntung Ustadz H. Usman Bangga dengan adanya Konsolidasi PCNU Kab. Banjar ke Kec. Telaga Bauntung yang bertempat di TK Alquran. 

"Kami atas nama warga NU, masyarakat NU mengucapkan terimakasih, bangga dan bahagia karena adanya konsolidasi dari PCNU Kab. Banjar ke MWC NU ini" Ujarnya. 

Selanjutnya beliau menyampaikan harapan agar pihak PCNU Kab. Banjar lebih mngeratkan tali silaturrahmi, sehingga kita dapat menjalankan apa-apa yang diamanahkan. 

"Kami sangat memerlukan saran dan bimbingan baik dari keorganisasian ataupun keagamaan karena desa kami termasuk desa tertinggal" Harapnya. 

Pada kesempatan ini MWC NU menyampaikan dukungan terbentuknya Banom-banom NU di Kecamatan Telaga Bauntung. 

"Kami sangat mendukung terbentuknya Bano-banom NU di Telaga Bauntung ini, semoga masyarakat kami dapat melaksanakan apa-apa yang diamanahkan" Ujarnya. 

Demikian pula dengan Fathul Jannah sebagai warga NU, masyarakat Kec. Telaga Bauntung menyambut gembira dengan kedatangan rombongan PCNU Kab. Banjar. 

" Ulun ketuju dengan kedatangan buhan NU, mudahan sukses seberataan, berkembang lebih baik lagi karena kami masih pengenalan ( saya senang dengan kedatangan rombongan PCNU, semoga sukses semuanya, berkembang lebih baik lagi karena kami masih pengenalan). 

Penulis : Rohmiah

Friday, October 16, 2020

Konsolidasi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Banjar bersama Banom ke Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama kecamatan Aluh-aluh

Konsolidasi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Banjar bersama Banom ke Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama kecamatan Aluh-aluh
Rabu (14/10/2020). 

Hadir dalam acara ini Ketua NU kab. Banjar Ustadz Nuryadi Baseri, S. Ag, ustadz Zuhdi Mahfuz, Bendahara PCNU Kab. Banjar Ustadz Muhammad HR, pak J. Jailani, Pengurus GP. Anshor Kab. Banjar, Pengurus Fatayat NU Kab. Banjar, Ketua PC IPNU Kab. Banjar, dan tamu undangan lainnya.

Pada kesempatan ini Ketua NU Kab. Banjar menyampaikan beberapa hal di antaranya:
1.Konsolidasi untuk saling mengenal sesama PCNU, MWC, maupun ranting NU dan mempermudah pengkaderan, penyatuan visi dan misi. 
2. Saling tukar informasi dalam penyelenggaraan organisasi. Menemukan solusi terbaik apabila ada hambatan -hambatan.
3. Membangun kemitraan dengan pemerintah atau stakeholder terkait dalam berbagi bidang seperti ekonomi, hukum, sosial dan budaya. 
4. Menyerahkan secara simbolis Kartanu dan papan nama organisasi dan SK kepengurusan MWC NU, dan ranting se-kecamatan Simpang Empat
5. Dalam pilkada ini secara garis besar, NU netral, tidak berpolitik, artinya boleh berpolitik secara pribadi.
6. Agar dibentuk banom banom nu seperti muslimat, anshor, fatayat, ipnu dan ippnu. Di kec. Aluh aluh. 
7. Diharapkan di kec aluh aluh supaya ada kemandirian finansial dibidang ekonomi. 

Saturday, October 10, 2020

Konsolidasi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Banjar bersama Banom ke Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama kecamatan Beruntung Baru.

Konsolidasi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Banjar bersama Banom ke Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama kecamatan Beruntung Baru, 
Sabtu (10/10/2020). 

Hadir dalam acara ini Ketua NU kab. Banjar Ustadz Nuryadi Baseri, S. Ag, Pak Rusniansyah Marlim, Sekretaris PCNU M. Zaini Makky, Bendahara PCNU Kab. Banjar Ustadz Muhammad HR, pak J. Jailani, Abdul Jabbar, Ketua Muslimat Kab. Banjar, Ketua GP. Anshor Kab. Banjar, Pengurus Fatayat NU Kab. Banjar, Ketua PC IPPNU Kab. Banjar, Ketua PC IPNU Kab. Banjar, dan tamu undangan lainnya.

Pada kesempatan ini Ketua NU Kab. Banjar menyampaikan beberapa hal di antaranya:
1.Konsolidasi untuk saling mengenal sesama PCNU, MWC, maupun ranting NU. 
2. Saling tukar informasi dalam penyelenggaraan organisasi. Menemukan solusi terbaik apabila ada hambatan -hambatan.
3. Membentuk banom banom Nu di kecamatan dan ranting ranting se-kecamatan beruntung baru. 
4. Membangun kemitraan dengan pemerintah atau stecholder terkait dalam berbagi bidang seperti ekonomi, hukum, sosial dan budaya. 
5. Menyerahkan secara simbolis Kartanu dan papan nama organisasi dan SK kepengurusan MWC NU, dan ranting se-kecamatan Simpang Empat
6.  Dalam pilkada ini secara garis besar, NU netral, tidak berpolitik, artinya boleh berpolitik secara pribadi.
Ketua PCNU dalam amanatnya memohon doa Semoga konsolidasi bisa membawa kebaikan dan memperkokoh menjalankan faham Ahlus sunnah wal jama'ah. 

Pada arahan yang disampaikan oleh mustasyar NU mengharapkan agar warga nahdliyyin dalam menyikapi permasalahan saat ini kita mengikuti NU, dan apabila ada yang tidak sependapat di tanyakan dulu, mencari informasi dari NU. Apabila ada berita maka hendaklah konfirmasi dulu dengan NU.

Setelah arahan dari Ketua PCNU Kab. Banjar ada Penguatan ke NU-an yang disampaikan oleh Bendahara PCNU Kab. Banjar. 

Sedangkan Banom-Banom NU lainnya  juga mengembangkan organisasi masing-masing dengan membentuk Pimpinan Anak Cabang di kecamatan Beruntung Baru seperti PAC Muslimat NU, PAC. Fatayat Nu, dan PAC IPNU dan PAC IPPNU di kecamatan Beruntung Baru. 

Sunday, October 4, 2020

Konsolidasi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Banjar bersama Banom ke Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama kecamatan Simpang Empat.

Konsolidasi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Banjar bersama Banom ke Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama kecamatan Simpang Empat. Minggu (3/10/2020). 

Hadir dalam acara ini Ketua NU kab. Banjar Ustadz Nuryadi Baseri, S. Ag, Bendahara PCNU Kab. Banjar Ustadz Muhammad HR, Pak Rusniansyah Marlim, pak J. Jailani, Abdul Jabbar, Ketua Muslimat Kab. Banjar, Pengurus Fatayat NU Kab. Banjar, Ketua PC IPPNU Kab. Banjar, Ketua PC IPNU Kab. Banjar, dan tamu undangan lainnya.

Pada kesempatan ini Ketua NU Kab. Banjar menyerahkan secara simbolis KARTANU, papan nama organisasi dan SK kepengurusan MWC NU kecamatan Simpang Empat, Semoga bisa mengemban amanah dengan baik dan bisa membawa NU semakin kokoh menjalankan faham Ahlus sunnah wal jama'ah nya, dan Semoga kebersamaan kita hari ini semakin mengokohkan peran dan perjuangan kita untuk membesarkan organisasi ini dan menegakkan Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Tak lupa pula disisipkan bahwa organisasi NU tidak berpolitik, jadi kalau mau berpolitik dipersilahkan atas nama pribadi. 

Setelah arahan dari Ketua PCNU Kab. Banjar ada Penguatan ke NU-an yang disampaikan oleh Bendahara PCNU Kab. Banjar. 

Sedangkan Banom-Banom NU lainnya  juga mengembangkan organisasi masing-masing dengan membentuk Pimpinan Anak Cabang di kecamatan Simpang Empat seperti PAC. Fatayat Nu, PAC IPPNU dan Ranting Muslimat NU di kecamatan Simpang Empat.